Shinara Nebula

Shinara Nebula
Ruki



*Terpaaan angin menerpa kedua orang yang kini tengah melancarkan tekanan darah masing-masing, setiap orang yang berada di kastil itu seketika kesakitan dan terbaring lemah.


 Ruki dan Alena saling mengeluarkan tekanan darah vampire, membuat kedua nya tak menghiraukan bahwa kediaman itu kini telah di lengab oleh api yang menyala-nyala menari dengan indah nya dimalam bulan purnama merah.


“ Pergi.


 Jangan pernah muncul lagi di hadapan ku lagi ..."


“ Kenapa?


Apa kau takut? Kekuasan yang telah di dapat akan hancur lagi Ruki?" Ujar Alena mencium lembut pipi nya, menjilat kuping pemuda itu yang kini meluap-luap amarah akan tindakan tak senonoh yang di lakukan Alena jika saja itu Shinara maja ia tak akan begitu peduli.


 Ruki memegang kuat tangan Alena dan membanting kuat tubuh wanita itu sampai menabrak tembok yang tinggi nya hampir 30 meter dengan ketebalan 16meter membuat Alena meringis sakit.


 Wanita itu merangkak berdiri dan mengusap darah segar oada sudut bibirnya. Ia melancarkan serangannya pada Ruki namun sihir itu berhasil di hindari oleh nya.


 Tak tingal diam Ruki melancarkan pukulan membuat Alena tertawa mengejek, seketika taman itu menjadi layu termasuk buah dan pohon yang mati kini para pelayan menatap sedu dua pertarungan sengit antara penguasa dari balik bayang itu.


“ Alena mati kau!;" Ruki melancarkan serangannya berserya pertanahan sihir,


 Alena yang tak bisa mengelak mmenamkan mata nya pelan,ia tersenyum kecut seketika lengan Ruki masuk dan menembus ke dalam jantung Alena.


SPRASS


BYUUUR


Darah keluar dari sisi kiri nya, Ruki menarik tangan nya kasar membuat Alena seketika terjengkang kebelakang.


“ Penghianat...!!!"


 Ruki menendang tubuh Alena hingga menerja api unggun yang ntah kapan sudah berada di sana.


“ Ruki ...!!" Ia mengakat satu tangan nya.


 Ruki tak merasa bersalah atau pun hawatir saat ia membunuh seorang bahkan membakar nya sendiri di tangan nya.


Ruki yang saat itu penuh darah berjalan ke arah api unggun dan menghempaskan abu yang tersisa mengunakan sihir, kini ia terbang ke arah salah satu ruangan di sana terlihat shinara yang di kelilingi para pelayan yang setengah lemah.


“ Tuan!!"


“ Shinara!!" Ia hendak memegang tangan nya namun tepisan kasar yang ia terima ketika shinara dengan segaja malah menghindar.


“ Keluar..!" Tunjuk nya ke arah pintu. 


Ke esokan pagi nya


 “ Ayok, aku baru kali ini melihat mata merah yang begitu cantik nona!!"


“ Kau Terlalu memuji!!"


“ Benar! Banyak orang yang terlahir dengan kepribadian yang unik namun mata merah sangat jarang di temui" pelayan itu menyisir rambut hitam shinara, lalu menghias nya dengan untaian bunga Anggrek dengan pita di setiap sisi nya.


“ Awww" ia merintih karna tanpa segaja pelayan itu mencabut helaian rambut nya.


 Dengan cepat para pelayan itu bersujud minta maaf membuat Shinara menatap penuh tanda tanya“ Maaf nona, hamba pantas di hukum...!" Ujar mereka berdua panik.


“ Kalian berdiri itu hanya sehelai saja!!" Shinara menepuk bahu mereka pelan.


“ Kalian semua keluar aku ingin bicara dengan nona muda!!" Sosok jangkung berjubah hitam dengan stelan biru hitam kini melangkah mendekat ke arah mereka.


 “ Tunggu, ini belum selesai!!" Ucap shinara berusaha menghentikan kedua pelayan yang kini meninggal kan dengan buru buru yang membuat gadis itu mendengus kesal.


 Ruki mengambil pengelangan shinara kasar dan menarik nya kuat, dengan cepat shinara memberontak namun kekuatan nya kalah kuat ia malah merasa tubuh nya begitu lemas membuat Ruki merasa bangga.


" CTEK"


 Suara benda padat berada di tangan nya kini Ruki memandang pengelangan gadis itu dengan epresi puas setidak nya apa yang ia pikirkan tak begitu buruk.


“ Selera ku memang tak perlu di pertanyakan lagi!!" Ia Banga dan mengacak Surai hitam milik gadis itu hingga acak-acakan.


“ Perhiasan kuno?"


“ Di dunia ku ada lebih dari berjuta model!!"


“ 


Apa sebenarnya dunia mu?" Ucap nya muram" Bagaimana kau bisa hidup di sana?"


“ Aku..." Ucap shinara sedu*.