Shinara Nebula

Shinara Nebula
Kabut merah darah



***Mereka pun pergi ke hutan kematian melewati pohon-pohon dan terus mengamati situasi.


Buakh


Tanpa segaja shinara memilih dahan yang salah membuat tubuh nya terjatuh menghantam tanah yang lembab “ Aduduh.."


“ Apa kau baik-baik saja?" Suara dingin muncul dari samping sosok itu bicara dengan nada dingin.


" Ini hanya luka kecil," ia menepis uluran tangan sosok songong itu.


 Angap saja mereka sudah sampai di tengah hutan tiba-tiba shinara mengantuk dan tertidur sedangkan sosok tadi hanya diam mengawasi setiap hal yang kemungkinan akan menyerang mereka.


 Kabut hitam menghiasi sekitar tempat itu


Shinara berjalan di permukaan air yang berwarna hitam pekat. 


“ Dimana aku...?"


“ Kau seorang wadah sama seperti ku,  kita sama yang membedakan nya bahwa kau seorang antemetori nebula sedangkan aku sosok yang tewas oleh ibuku karna segel antemetori nebula..."


 Shinara tak mengerti arti dari ucapan mereka, tiba-tiba tubuh nya terlilit rumbut ilalang.


“ MATI KAU!!" Mata nya memerah dan membulat besar, gigi nya mencuat ke bawah ia menerjang tubuh shinara.


“ BANGUN!"


 Shinara tersadar dari tidur nya, sosok itu memberikan air melihat shinara yang ketakutan apa ia bermimpi buruk batin nya bertanya?


“ Aku hanya bisa mengantar mu sampai sini! Jadi shinara kau harus tetap hidup karna aku selalu menunggu mu..!"


 “ baik."


 Gadis itu melanjutkan perjalan nya kembali setelah menghilang nya hologram sosok tadi, ia menghancurkan hutan itu dan menyerang secara membabi buta hewan yang berada di dalam nya.


 Ia berputar mandi darah membuat tubuhnya di selimuti bau anyir dan warna merah, gadis itu begitu sumbringah  Prioritas nya sekarang adalah menemukan Lily bulan dan ia bisa kembali ke dunia nya.


 Sudah hampir sebulan lama nya ia berkeliling hutan namun nihil tak ada sama sekali jejak Lily bulan membuat Shinara  Memutuskan untuk merubah rencana nya.


Next time


Suasana ricuh di sebuah ruangan dan obrolan para peserta tidak berlaku untuk sosok yang memakai jubah hitam dan hanya rambut hitam panjang yang terlihat Membuat peserta lain penasaran.


“ Ais, siapa orang itu pada dia anak dari penghianat desa yang muncul baru-baru ini?!!!"


 Gadis itu merasa panas saat seseorang menyebutkan kata penghianat bahkan ia menggaris bawahi kata PENGHIANAT 


Karna terlalu kesal ia pun berdiri dan memberikan jalan pada peserta lain nya.


Sheer ( angap membuka jubah).


“ Apa kalian pernah memastikan sesuatu sebelum menyebarkan nya?" Tanya shinara dengan menautkan sebelah alis nya.


“ Memang Sangat cantik...."


“ Maaf kan kami nona cantik!!' ucap seseorang sambil mengedipkan sebelah mata nya mengoda.


 Shinara berjalan meningalkan Tempat itu


Kabut merah darah


Di kiri di sebuah reruntuhan ada tiga orang yang sedang menunggu. Wanita itu asik mengelus pedang. Tiba-tiba seorang pria muncul ia sangat ketakutan“ Ma— aaf" ucap nya gugup.


“ Kata apa kau sudah menemui nya? Apa dia sudah memasuki jebakan kita?" Ujar nya dengan nada marah.


“ Tuan akan mempersiapkan Ruki untuk menjadi penerus dari Bangsa vampir dan..." Ucapan nya terpotong ia membulatkan mata nya  melihat 2 pedang mengarah pada nya.


CUB


 Darah berhamburan kemana-mana menjadi kabut darah.


“ Ruki hufff"


Next time


 Malam menyelimuti desa sekitaran hutan.


Shinara terbangun dalam sebuah tempat gelap seperti kuil, shinara menatap sekeliling nya tiba-tiba suara clan home pemusnahan bergejolak dahi dan tubuh nya berkeringat.


Wajah nya kelihatan takut ia memberontak.


“ Papa lihat pedang ini, !!


" Kau . . Penerus clan isdoville ! Ambil istrimu."


Wuuss.


Semua nya terlelab api.


Shoot


Whoos


 Jarum-jarum mengenai tubuh shinara


Tangan nya terpotong, tubuh nya berdarah


Lalu sebuah kuku hampir menusuk ke arah mata nya.


“ KYAAAAAA" triakan mengema.


 Seseorang yang ada di sana berusaha membangunkan shinara tapi tak berhasil


Shinara lebih memberontak menangis, keringat bercucuran. Terpaksa sosok jangkung yang tak lain adalah ras vampire menguyur nya dengan air ia menatap gadis itu yang ketakutan.


“ Mimpi buruk?"


“ Kenapa kau lagi?" Tanya shinara pelan.


“ Aku Ingin menjemput mu! Karna sudah cukup kau bermain-main sampai sekarang!!" Sosok jangkung itu mengendong tubuh shinara yang memberontak.


Tak ingin membuang waktu sosok itu memberikan mantra membuat Shinara tertidur, ia menghilang menjadi ribuan kelelawar yang terbang diantara langit malam***.