
"***Shinara! Gilgamesh turun. Atau saya akan memanggil orang tua kalian."
Ancam guru killer itu kearah dua remaja yang masih setia diam di pohon, shinara hanya bisa mendegus kesal saat dengan bodoh nya ia mengikuti gilgamesh untuk bolos karna ancaman pekerjaan.
Saat ini tubuh shinara berada di atas pagar yang menjulang tinggi, rok nya tertebak angin sesekali memperlihatkan paha putih nya memuat guru muda itu memerah malu.
“ Gilgamesh turun,"
“ Yak elah pak galak amat sih. Saya cuma mau bolos doang sama tuh orang,"
Tunjuk gilgamesh pada shinara yang terdiam di atas pagar. Bahkan ketingian nya lebih tinggi dari pohon yang di panjat gilgamesh.
“ Shinara turun sekarang juga," Triak Ruki. Ia sudah kesal menghadapi dua orang remaja yang hanya bisa membuat nya sakit kepala.
“ kompensasi?"
“ Saya punya coklat untuk mu,"
“ ok "
Shinara melompat turun dari sana.
Satu
Dua
Tiga
BRUKH!!
Tubuh kecil itu menimpa guru killer nya.waktu itu Shinara sudah bisa mendarat dengan mulus hanya saja Ruki menghalangi nya membuat tubuh nya menimpa guru muda itu.
Al kasih. Mereka tertimpa di tanah, tanpa segaja bokong shinara menimpa wajah guru killer nya itu.
Ruki melihat celana tipis berwarna hitam berada di tepat di wajah nya, merah sunguh memerah mendapati hal seperti ini terjadi lagi dalam dunia nya.
Shinara beranjak dari sana dan melihat kearah Ruki yang masih terbaring di tanah.
Jaga image eh Ruki kembali memasang wajah garang tingal satu orang lagi yang masih setia di atas pohon.
“ Sekarang giliran kamu gilgamesh turun sekarang," Triak Ruki meledak sudah amarah nya.
" Maaf nih pak. Bukan nya gue kagak mau.
Tapi gue gak tau cara turun nya gimana?' cibir gilgamesh membuat Shinara meledak tertawa.
Kedua orang itu terpaku baru kali ini melihat gadis es itu bisa tertawa ceria dengan senyuman manis nya.
“ Kalo gak bisa turun. Ngapain lu naik gilgamesh,?" Tanya Ruki geram. Sudah cukup ia menjadi tokoh dalam cerita lawakan ini.sedangkan gilgamesh hanya mengaruk Tengkuk nya yang tak gatal.
“ Loncat nanti saya tangkap," sambung Ruki. Membuat gilgamesh ragu.
"Ok. Dalam hitungan ketiga gue lompat yah awas kalo lu gak tangkap," peringatan gilgamesh pada Ruki yang berdehem.
“ GILGAMESH ADA ULAR,"
" MANA KYAAAA"
BRUKH!!
Karna triakan shinara membuat gilgamesh menimpa guru killer nya lagi, Ruki hanya bisa meledak apalagi mereka dalam posisi intim membuat kedua benda itu bersentuhan.
Shinara terkaget dengan tatapan polos nya ia memotret adegan itu. Lumayan untuk bahan gosip sekolah jika ia upload di sosmed atau sebagai mengancam guru nya itu. Seorang shinara seiran adalah gadis liar dan kuat tak mungkin bisa kalah hanya dengan pemuda yang bahkan tak bisa militer.
“ Shinara hapus Poto nya,"
" Hei tunggu gue... Hapus Poto nya," Ruki mengejar shinara yang bahkan sangat cepat menghilang itu.
Hahaha sangat lucu bisa meprovokasi Ruki dan gilgamesh untuk sementara waktu ia tidak akan mengangu nya, sekarang dirinya bebas dengan kartu AS milik nya itu.
Shinara mengambil beberapa potong roti dan melapisi nya dengan selai strawberry yang merupakan kesukaan nya, perlahan roti lapis itu kadas dimakan nya.
Shinara menyandarkan tubuh nya pada tembok di samping nya, melihat pemandangan kota dari atas gedung memang paling menyenangkan bukan hanya membuatnya tenang tapi bisa sekalian mencuci matanya.
DEG
Detak jantung semakin melambat membuat Shinara tak bisa bernafas lancar ia membulatkan mata nya melihat angkasa tubuh nya sudah tak mampu untuk berdiri.
Di saat shinara tengah kesakitan sebuah tembakan hampir mengenai nya.
* DOR *
Peluru sniper itu mengenai sisi tembok
Untung saja shinara cepat menjatuhkan dirinya ke belakang jika tidak ia pasti akan tertembak.
“ Sialan! Kenapa musuh-musuh itu bisa mengetahui sekolahan ini tidak aman,"
Guman shinara ke arah datang nya peluru itu.
“ Shinara apa yang loh lakuin disini?" Tanya gilgamesh berjalan kearah nya.
“ Awass .... Gilgamesh,"
* DOOR*
" BRUKH "
Shinara mendorong tubuh gilgamesh
Peluru kedua itu meleset mengenai pintu besi yang sedikit retak di buatnya. Shinara mencengkram sepucuk surat ditangan nya yang melesat dengan anak panah setelah tembakan kedua itu.
“ SIALAN! SIALAN! SIALAN! SIALAN!”
Shinara menegadah keatas melihat langit, ia cukup bosan dengan permainan petak umpet itu sunguh bosan. Ancaman selalu saja datang lagi dan lagi.
Tap
Shinara naik ke pembatas gedung ia merentangkan kedua tangan nya seakan ingin memeluk sesuatu, wajah nya yang dingin menatap penuh arti kebawah Ia melompat dari sana membiarkan hembusan angin menerpa tubuh nya.
Jika aku manusia biasa jatuh dari ketingian seperti ini pasti tubuhku akan hancur lebur menjadi serpihan daging di jalanan lalu dimakan anjing dan kucing sunguh tragis.
Gilgamesh menatap tak percaya tubuh nya terjengkang kebelakang sebenarnya apa yang dilakukan gadis itu? Melompat, merentangkan tangan, jatuh dan mati apa dia gila sekarang gilgamesh hanya bisa menatap arwah shinara dalam tidur nya kelak.
Setelah inside itu Gilgamesh pulang kerumah nya bukan rumah keluarga AN melainkan villa milik shinara sebuah villa sederhana namun terkesan luas di dalam nya.
Membuka pintu dengan pelan ia berjalan dengan gontai hanya disini setidak nya dirinya bisa aman" Shinara semongga kau tenang dialam sana jangan ngangu aku, aku cuma mau nginap saja," Guman gilgamesh sambil berdoa dengan khusu.
Suara Detingan sendok dan garpuh terdegar saling bersautan. Apa yang terjadi pada gilgamesh? Yah tubuhnya menegang
Keringat membasahi tubuh nya, bahkan pelipis nya mengeluarkan keringat sebesar biji jagung takut sunguh takut apa shinara akan datang menjemput nya ia masih belum mau mati.
“ Shinara! Shinara kumohon jangan jadi hantu gentayangan," Bibir gilgamesh bergetar ia berjongkok memohon ampun.
“ Shinara! Itu salah mu yang mati tragis kumohon aku cuma mau menginap sekarang," Lanjut gilgamesh dengan nada ketakutan.
“ Apa yang kau bicarakan itu?"
Mendegar suara dingin yang dikenali nya gilgamesh mendongkrak.terkejut sunguh ia bagaikan tersambar petir melihat gadis itu tengah makan dengan damai.
“ SETANNN” Triak gilgamesh dan berlari ke arah ruang tamu.
Setan? Shinara mengeyitkan alis nya heran
Lalu menghembuskan nafas kasar
Ia berjalan kearah gilgamesh yang ketakutan di pojokan kursi.
Shinara menepuk wajah nya pelan memaksa agar pemuda itu menatap nya.
Gilgamesh memandang dengan pandangan startis teryata dia menapak dia bukan hantu guman batin nya.
“ Sudah cukup drama India nya," Ledek shinara kearah gilgamesh dengan nada mengejek.
“ Huff!! Ku kira kau hantu gentayangan?"Balas gilgamesh.
“ Hikhikhikhik aku adalah hantu gentayangan!!"Shinara menarik sudut matanya dan mencibir kearah gilgamesh***.