
***KE ESOKAN PAGI NYA.
DRTT . . DRTT . . DRTT . . .
Suara telpon memecah keheningan
Kaname merogoh benda pipih dari balik saku celana nya, ia menempelkan benda pipih pada telinga kanan nya lalu menganguk mengerti mendegar suara dari sebrang sana.
" BAIK "
Shinara keluar dari dalam kapal melihat para awak kapal tengah berjajar mempersiapkan segala kotak yang berisi senjata dan mengendarai beberapa tank ke depan membuat shinara bingung.
KLANG
DUG
Suara kapal lain berada di sisi nya, shinara terjengkang kebelakang sunguh getaran yang kuat ia merangkak berdiri melihat
Kapal yang lebih besar di hadapan nya menurunkan tangga ke arah kapal yang ia tumpangi.
“ PINDAHKAN BARANG-BARANG NYA,”
Suara kaname mengintruksikan pada awak kapal yang mulai memindahkan senjata milik mereka ke kapal besar di depan nya.
Para pekerja terburu-buru memindahkan semua barang nya. Seseorang berdiri di depan shinara tubuh tegap nya berada di depan nya.
“ Hei kau! Gadis kecil apa yang kau lakukan di sini?" Tanya suara yang dingin membuat shinara berdecih sebal.
“ Shinara kembali ke kamar mu kemasi barang-barang mu kita tak punya waktu banyak!!" Ucap kaname memegang lengan shinara menyered nya pergi dari sana.
Kaname membawakan koper milik shinara ke kapal yang lebih besar Shinara langsung masuk kedalam kamar nya.
“ Instruktur semua barang sudah di pindahkan!!!"
“ Bagus ...."
“ Kapal patroli dapat muncul kapan saja Kita akan pergi sekarang....." Ujar kaname dingin.
“ Jangan khawatir kita akan pergi ke dermaga kecil yang sudah di tinggalkan,Tidak ada orang yang mendeteksi beberapa kilometer
Selain itu wilayah laut ini, hanya berada di wilayah yurisdiksi kantor polisi perbatasan..."
Yoyo memegang bahu kaname
Membuat kaname menlirik dengan tatapan tajam ke arah nya, itu adalah ancaman yang sarat akan kedinginan.
Kaname berjalan ke arah kamar shinara
Ini sudah sore bahkan gadis itu tidak keluar kamar sama sekali membuat orang khawatir saja. Kaname mengetuk pintu lalu mendorong pintu melihat shinara tengah memainkan game di laptop milik nya.
Kaname menepuk jidatnya pantas saja ia mencari laptop nya kemanapun sampai keliegan tak ketemu nyata nya di bawa gadis nakal itu.
“ Terlalu bosan berada di kapal! Aku tanpa segaja menemukan laptop nya jadi mendownload beberapa permainan tak masalah kan?" Guman shinara dengan wajah dingin ke arah kaname yang menjambak rambut nya geram.
“ Ais! Lain kali jangan di ulang!!"
Shinara keluar kamar dengan perasaan kesal, ia bahkan belum memenangkan permainan di detik-detik terakhir membuat mood nya hancur saja.
Ia bersikap dingin membuat orang-orang yang menyapa nya menjadi tak karuan mereka sedikit heran dengan gadis satu-satunya di kapal persiar milik mereka.
Setelah lama berjalan kini gadis itu lebih memilih untuk mencari hiburan dengan memancing, ia menatap hamparan samudra yang indah, beberapa kali ia sempat terlonjak kaget karna umpan pancingan nya di makan ikan membuat shinara bergembira setidak nya ia bisa melupakan beberapa amarah nya tadi
Tanpa ia sadari sosok lain tengah memperhatikan dirinya dengan teliti dari atas sampai bawah, mata nya yang tajam menilai penampilan gadis itu yang tak tanggung-tanggung melontarkan kalimat kasar kepada kaname.
Sosok itu menepuk bahu shinara kasar membuat gadis itu menaikan alis nya. Gadis itu menatap sosok jangkung dan garang di hadapan nya membuat mood nya yang baru stabil menjadi naik pitan lagi.
“ Kau orang yang kemarin? Ada apa apa mau ikut memancing dengan ku?" Tanya shinra dengan nada sinis sekaligus mengejek ke arah sosok itu.
“ Kekanak-kanakan...!"
" Zhu .... Bukan berarti dirimu seorang utusan cina bisa seenak nya mengangu warga negara asing! ”
“ Bersiap lah kita akan sampai di dermaga!!" Ucap singkat sosok itu dan berlalu pergi dari sana.
Shinara membawa ember berisi ikan tangkapan nya menuju dapur untuk membuat beberapa makanan, gadis itu memberikan ikan segar pada koki laki-laki yang sangat ramah pada nya.
Shinara menunggu ikan nya matang Sesekali ia menguap dan mengentuk ngetuk jari tengah nya pada meja di hadapan nya, melihat bagaimana orang-orang saling bertarung dengan api masakan nya membuat shinara sedikit terkagum melihat para koki handal itu.
30 menit berlalu.
Beberapa porsi hidangan laut terlihat segar dan enak untuk di santap gadis itu mengambil piring dan garpuh, mata nya berbinar melihat makanan yang membuat air liur nya menetes.
" Ini milik ku!!" Seseorang datang dan mengambil hidangan dari shinara yang memandang nya dengan penuh ke anehan.
“ Hah !!"
“ Makanan ini untuk ku! Kau cari lagi makanan lain nya'"
“ Aku yang memancing ikan nya, aku juga yang menunggu hidangan nya matang enak sekali kau mengambil bagian untuk ku," Shinara membanting sendok dan garpuh milik nya.
SHIUTT
Sebuah pisau dapur melayang mengenai pipi sosok itu shinara memandang mereka dengan tatapan membunuh yang sudah berada di ubun-ubun.
Sosol itu mengambil pisau dapaur yang terbang mengenai nya dengan kasar ia menyusut darah di pipi nya.
Seketika hawa tegang menghiasi dapur
Membuat para koki bergidik ngeri melihat kedua orang yang tengah bertatapan dengan aura hitam dari setiap tatapan nya terdapat ancaman dan kebencian satu sama lain nya***.