Shinara Nebula

Shinara Nebula
13



***Gilgamesh Perlahan mulai tersadar dari pingsan nya ia meraba-raba sekitar tempat ia tinggal kenapa semua nya gelap  Gilgamesh tanpa sengaja menyenggol gelas di samping nya membuat  suara pecahan gelas itu membangunkan seorang gadis yang sedari tadi menunggu nya sadar.


 Tak berselang lama gadis itu membersihkan pecahan gelas yang tak  segaja di  senggol pemuda bernama gilgamesh.


“ Hei kau siapa kau yang di sana?" Ujar gilgamesh dengan nada tinggi membuat gadis itu terkejut.


" Aku . . . Aku . . . Yuna!!"


" Yuna! Apa kau anak dari keluarga bangsawan Etta? Jawab lah kenapa kau berada di kamar ku dimana gadis yang selalu bersama ku. Bukan maksudku gadis berambut hitam panjang berumur belasan tahun kita bersama kemarin dimana anak perempuan itu jawab lah jangan hanya diam.”


" Emm____ aku anak perempuan kedua dari bangsawan Etta hanya saja ayah menyuruh ku untuk tingal bersama mu, aku di perintahkan untuk menjadi pendapingmu mu kuharap tuan muda berkenan bersama dengan ku.


 Hanya saja aku tak mengerti gadis yang tuan muda katakan. Karna tuan muda diantarkan seorang pemuda berambut coklat tanpa mengatakan sepatah kata pun ia langsung pergi.... Tuan muda saraf mata anda mengalami benturan keras membuat anda tak bisa melihat untuk beberapa hari ini.” Balas Yuna dengan nada bergetar ketakutan melihat gilgamesh mencengkeram gelas panjang yang sekarang sudah pecah tak berbentuk.


“ Pergi," Triak gilgamesh tho the poin membuat Yuna terlonjak kaget saking kaget nya ia terjatuh kebelakang dan mengenai serpihan kaca yang baru saja ia bereskanYuna terisak kecil agar tak mengangu gilgamesh.


 Yuna seorang gadis berusia 21 tahun lebih tua beberapa tahun dari gilgamesh ia adalah sosok gadis yang lembah lembut dan juga penyayang, hanya saja ia adalah sosok yang cenderung pendiam membuat para bangsawan Etta sedikit tak menyukai nya karna Yuna adalah anak dari seorang wanita kalangan rendahan.


 Yuna berambut pirang, Dengan mata biru yang begitu indah membuat Yuna menjadi seorang Model terkenal di usia nya yang terbilang masih muda.


 *******


Dimalam yang tenang ini, Terdapat dua orang yang tegah berada di sisi sungai yang hanya di temani oleh cahaya rembulan dan suara serangga malam. Gadis itu adalah seorang anak dari politikus terkenal bernama Meila 


Seorang pembunuh muda dari keluarga seiran kini tengah menatap mangsa nya dengan tatapan devil. Membunuh tanpa pandang bulu adalah tugas nya siapa lagi kalo buka si jenius shinara.


 Malam yang sunyi itu Seakan menyambut shinara yang berjalan perlahan,  Surai hitam milik gadis itu tertebak angin malam melambai-lambai bagaikan sebuah tarian


Langkah kaki nya mendekati ke arah gadis yang tengah terdiam di samping danau menunggu ajal menjemput nya dengan tubuh yang sudah penuh luka-luka yang menyayat.


 Gadis itu memandang shinara dengan Tatapan sulit diartikan bahwa banyak sesuatu yang ingin ia tanyakan pada gadis itu hnya saja ia terlalu takut untuk melontarkan beberapa kalimat kepada nya.


“ Hei! Siapa nama mu itu," 


“ Kenapa? Kau ingin tahu?” Shinara merasa aneh dengan pertanyaan ia sedikit menyampingkan leher nya ke samping dengan tatapan kosong.


“ Jika waktu bisa di putar apa yang ingin kau lakukan . . .”


 What sebenarnya apa yang dikatakan gadis itu membuat Shinara terbengong kalimat yang di lontarkan gadis itu menurut nya hanyalah sesuatu yang samar dan tabu.


“ Shinara," 


 Kata itu terlontar dari bibir nya di saat itu benda tajam di tangan nya melesat melukai ke arah dada gadis itu dengan perlahan menusuk kedalam jantung yang mulai tak berdetak lagi.


“ Uhukk-uhukk Shinara kah nama yang indah,” Kedua mata yang sedu itu menatap shinara dengan pasrah tanpa perlawanan ketika benda tajam milik nya menusuk kedalam dada nya.


 Senyuman ramah milik gadis itu membuat Shinara merasa jengah dan jengkel karna gadis itu begitu bahagia ketika melihat langit malam di depan nya.


“ Shinara!!! Sampai jumpa,"


 Shinara menatap mayat perempuan di depan nya ia merogoh saku rok nya mengambil sebuah kalung berbentuk bunga yang indah “ Ini kalung milik mu kan? Ingat kau hanya bisa mengandalkan diri sendiri karna semua orang adalah musuh mu," Shinara membopong mayat itu berjalan ke arah sungai.


 Shinara melempar mayat gadis itu kesungai aliran yah deras membuat gadis itu memandang mayat yang kini sudah tak terlihat di telan oleh dingin nya air sungai” Jika waktu bisa di putar kah ..... Mustahil,”  Shinara berjalan pergi dari sana.


  Sesuatu yang dinamakan penyesalan selalu datang diakhiri karna ini adalah buah dari awal perbuatan yang dilakukan oleh mu Dimasa lalu.


 Kenapa kau terlahir sebagai seorang putri dari seorang politikus korupsi itu hanya membuat dirimu memakan dan menyakitki hak dan kebahagiaan orang-orang lain kalian pantas mendapatkan semua ini karna aku hanya lah menyelesaikan tugas ku saja Maaf . . . Karna aku tak bisa membuat mu mengapai kehidupan yang benar kau inginkan.


****


Shinara menaiki mobil jip nya meningalkan tempat itu yang kini tengah di kelilingi banyak orang termasuk para polisi yang ntah sejak kapan sudah berada di sana.


Sepanjang perjalanannya mata nya tak lepas sedikit pun menyusuri jalanan yang ramai maklum saja karna kota ini adalah salah satu kota teramai di ibu kota negara***.


“ Seperti nya aku ingin membuatmu menjadi sosok pelayan ku saja," Ucap shinara pelan.


 Mata nya menoleh kebelakang dimana kursi mobil belakang kini terisi oleh seorang pemuda yang sangat ia kenal.


 Ia menyilang kan kedua kaki nya seakan memancarkan aura kewibawaan milik nya membuat gadis itu merem mendadak sudah kuduga pasti itu kau.


“ Sudah ku katakan jangan ikuti aku kemana pun apa kau mengerti ....!"


 Shinara menarik lengan pemuda itu menuju salah satu benteng yang Tinggi mereka menatap kota yang begitu indah dan tenang.


“ Tuan menyuruhku,"


“ Sudah cukup! Aku benci kamu jadi ingat jangan membuat ku semakin kesal menjauh dari ku Lester,” Shinara berbalik meninggalkan pemuda yang diam.


 Pemuda itu menoleh kearah gadis yang kini tengah masuk kedalam mobil nya


Menutup pintu dengan kasar dan melajukan mobil nya menjauh dari tempat tadi mereka berhenti.


“ Tolong jemput aku dia meningal kan ku sekarang," ucap Lester dingin kearah orang di sebrang sana.


[ HAHAHA. . . Sangat di sayangkan.]


“ Berhenti tertawa cepat kau kesini aku menunggu mu!!"


[ Baik! Tunggu aku kesana yah.]


Sambungan telpon di putus secara sepihak. Lester mendudukan dirinya di tanah menatap hamparan yang indah di kelilingi oleh bintang berkelap-kelip


Ia sering bertanya-tanya berapa kah jumlah bintang di langit?


 Lester tertawa samar mengigat kalimat itu membuat dirinya seakan terbawa pada masa lalu***.