
Hari-hari berlalu begitu cepat tak menyangka sudah hampir sebulan shinara menghilang membuat kaname sunguh lelah, tak ingin melewatkan sedikit waktu pun ia menyewa seorang detektif terhebat di negara itu yang merupakan seorang wanita kaya raya yang tak akan habis selama tujuh turunan.
KREK
Pintu terbuka menampakan seorang wanita seksi tengah merokok dan minum bir bersama para koboi tampan di ruangan bernuansa emas dengan dekorasi Tiongkok.
“ Sudah datang kah!!"
“ Aku bisa membayar mu berapa pun hanya saja temukan gadis ini untuk ku...."
Wanita itu mematikan rokok milik nya menaruh pada asbak, ia mengambil sebuah Poto yang terlihat seorang gadis memakai baju militer negara A tengah Tersenyum di pantai dengan ceria.
Wanita itu mendudukan dirinya kasar pada sofa “ GADIS INI BEBERAPA HARI LALU MENJUAL SEBUAH KAPAL PERANG KEPADA MILITER NEGARA C KALO TAK SALAH DIA MEMAKAI NAMA AZURRAN NONA INI DAN AZURRAN MEMILIKI KONEKSI JAUH," Ucap nya penuh penyelidikan ke arah Kaname yang diam.
LAPANGAN TEMBAK.
Azurran berlarian menghindari tembakan beruntun yang mengenainya, luka-luka tembak pada tubuh nya mulai terasa menyakiti kan ia tak menyangka akan ada orang menyerang nya di lapangan tembak.
Azurran sembunyi di salah satu pot besar ia mengambil sebuah pistol dari balik rok nya. Terlihat sebuah pistol yang sudah Merengut ribuan bahkan ratusan nyawa manusia.
DOR DOR DOR
Azurran menembak satu persatu orang-orang yang datang untuk membunuhnya nya,
Ia mengambil beberapa barang berharga dari tubuh mayat yang sudah tak bernyawa lalu mengedarkan pandangannya nya pada sebuah ruangan dengan cepat menyered para tubuh korban nya.
Azurran membelek tubuh-tubuh itu mengambil salah satu jantung dari orang itu dan menaruh nya pada sebuah kotak Dengan rapih.
“ Selesai!!" Ia membelitkan pita pada kado itu dan Tersenyum amat ramah.
Gadis itu bersikap seolah tak terjadi apa-apa ia berlarian di jalanan dengan santai, sampai tiba di sebuah tempat bernama Kantor pos dengan cepat gadis itu memberikan kado itu pada pengiriman paket dan menuliskan alamat yang di tuju.
Pengurus disana terlihat ramah membuat Azurran senang setidak nya tak ada yang curiga dengan isi paket didalam nya.
Drttt . . Drttt . . Drttt
Suara ponsel membuat nya mengalihkan sedikit perhatian nya yang sedang fokus membuat sebuah rencana.
“ Halo"
[ Azurran kembali ke markas ada seorang pembunuh membantai semua personil kita].
“ Ais, ini hari libur!!"
[ Cepat lah ].
Tutttt... Tutttt...
Sambungan di putuskan se pihak membuat gadis itu menatap layar nya kesal, ia menuju salah satu terminal bus dan naik kedalam kendaraan umum seketika suasana berubah menjadi cangung banyak pasang mata melihat penampilan Azurran yang menyerupai seorang Militer laut khusus.
Seketika pandangan nya hanya terfokus pada layar henfoun nya. Naluri bertarung nya seketika terbangun saat sebuah pisau hampir mengenai nya dengan cepat Azurran mengambil cuter dari balik lengan baju nya.
" TAK "
Tak berselang lama bahu nya di tepuk pelan membuat Azurran melayangkan tebasan cuter nya ke arah belakang, hanya saja dengan cepat orang itu memelitir lengan nya kuat.
“ Siapa kau?" Tanya Azurran berusaha menoleh ke belakang.
“ Jangan banyak tanya ikut aku..."
Dengan langkah terburu-buru mereka masuk kedalam sebuah gedung disana sudah siap beberapa orang bersenjata khusus termasuk seorang pria yang tak asing baginya.
Azurran di ikat dengan kuat membuat ia merintih kesakitan ketika orang itu memberikan sebuah pil ke dalam mulut nya membuat Azurran sedikit menyulingkan senyuman maut nya.
Kembali lagi pada Kaname kini ia tengah kebingungan mencari seorang pemuda berambut
Coklat yang telah berjanji untuk bertemu membahas pembayaran lanjut transaksi legal mereka.
Tak butuh waktu lama Kaname sudah mendapatkan titik terang terlihat seorang pemuda tengah menjulurkan lengan nya ke arah kaneme memberitahu nya bahwa ia berada di sana.
“ Tuan kaname!!" Ujar nya lembut.
“ Tuan helian apa sudah menunggu lama?"
“ tenang saja,"
“ Bagaimana tentang barang yang ku pesan aku menginginkan barang itu bulan ini!!" Ujar nya ramah mmbuat Kaname terdiam lalu menarik nafas nya perlahan.
“ Pilot wanita yang selalu mengirimkan barang itu tiba-tiba menghilang aku takut kita tak bisa melakukan penjualan itu tuan!'
“ Ais. Bagaimana cara mendapatkan nya ayu tak peduliuli yang penting sekarang harus bisa mendapatkan barang itu!!"
Kaname mengambil koper berukuran sedang yang ia bawa lalu menaruh nya di depan helian membuat orang itu terdiam, melihat isi dari koper yang sangat mengagumkan sekaligus mengiurkan Siapa pun akan tertantang untuk memiliki nya.
“ TRACKINGPOINT GUNS ....."
“ Tuan kaname anda sangat berlilian mendapatkan barang bagus seperti ini, kau tau bahkan sangat sulit untuk bisa mendapatkan senjata mematikan asal Amerika ini, nama lain dari barang ini adalah . . . Smart rifle, senjata yang mampu membuat kalkulasi tembakan yang akurat dan efektif.
Senapan yang berbahan dasar logam Kusus aku bahkan sedikit tersentuh bisa melihat langsung barang seperti ini! Bagaimana untuk barang itu tuan aku menginginkan nya?" Tanya Herlian membuat kaname terdiam heran bisa-bisa nya orang idiot itu bisa mengetahui susuk beluk tentang senjata di depan nya.
“ Apa anda yakin menginginkan nya?"
“ Tentu saja!" Ujar nya lembut.
Kaname mengeratkan jari nya menyisakan tiga jari membuat herlian meneguk ludah nya, lalu kembali menimbang-nimbang keputusan nya cukup lama ia terdiam lalu menganguk tanda setuju.
Kaname mengambil cek yang sudah tertera angka nominal yang sesuai dengan ekspektasi nya ia mengulurkan lengan nya ketika itu mereka bersalaman dan pergi dari tempat itu.