
***Aku benci diriku ini
Sangat membenci wujud ku ini
Jika aku bisa memilih aku tak pernah ingin di lahirkan, aku juga tak ingin memiliki keinginan atau perasaan aku hanya ingin berada di tempat yang jauh sendiri di telan kesepian hanya itu.
Dan aku benci menjadi sosok yang lemah
Oleh karna itu aku akan terus menjadi kuat
Dan menindas orang-orang lemah
Tak peduli aku itu mahluk apa hanya ini saja yang ku Inggin kan.
“ Semua nya begitu menyebalkan!!" Ujar gadis itu dengan nada kesal.
Ia menuruni anak tangga lantai dua dengan perasaan campur aduk sesekali ia bergumam menghitung jumlah anak tangga dengan nada yang terkesan di buat imut namun terdengar menyeramkan.
Gadis itu melewati ruangan yoyo terlihat pintu berwarna coklat yang terbuka sedikit membuat gadis itu menengadah ke atas ia mengerutkan kening nya tak suka melihat kedekatan kedua orang itu didalam satu kamar, apalagi Lily adik nya terlihat begitu manja membuat gadis itu mencibir kembali melanjutkan perjalanan nya lagi.
Sesampainya di parkiran terlihat sebuah motor ninja berwarna silver lengkap dengan helm nya, ia mengambil kunci dari balik saku celana nya dan berjalan ke arah garasi memanaskan mesin motor itu dengan secepat kilat ia mengendarai motor balap dengan kecepatan tinggi dijalanan yang ramai. Gadis itu membelok kan arah laju nya ke sebuah gang kecil yang hanya bisa di lalui oleh dua orang disana terdapat jalan kecil yang hanya bisa di lewati perjalan kaki. Gadis itu masuk kesana lalu menekan tombol yang tertera di tembok seketika tembok terbuka Ia kembali melajukan motor nya Sampai tiba di sebuah markas
Terlihat banyak para pemuda dan laki-laki berumur di sana yang menyambut nya ramah.
“ Bos, akhirnya memikirkan kami?" Ujar salah seorang pria yang sudah agak berumur ke arah gadis itu yang terdiam datar di motor nya kedua kaki nya ia silangkan dengan satu lengan memegang poni rambut memakaikan sebuah jepitan berwarna merah.
“ Hentikan basa basi nya! Apa semua orang berada di sini?" Tanya nya singkat.
“ kalo begitu mari kita berangkat!!"gadis itu mengangkat helm nya dan pergi melajukan motor nya kembali bersama rombongan Personil nya.
Jalanan yang ramai kini di kuasai para gangster itu yang melajukan motor nya kencang, sesekali mengibaskan lengan nya menyuruh pengendara lain nya untuk menyingkir agar tak terserempet oleh mereka.
BRUMM BRUMM
BRUMM BRUMM
Para penghuni gedung itu seketika tercengar melihat sekawanan motor melaju ke arah mereka, menerobos masuk kedalam parkiran menabrak siapapun yang menghalangi.
“ Suara apa itu?"
“ Bos sebuah motor melaju ke sini?"
“ Mereka mungkin tidak datang kesini...."
Sedikit panik.
“ Sesuatu tidak benar!
Mereka tidak memelankan kendaraan!
Mundur...."
Nada nya sedikit bergetar melihat sekeliling tempat itu tengah terkepung.
BRUK
Sepatu warna hitam mendarat di wajah pria paruh baya itu, gadis itu
Menendang kepala orang itu hingga pingsan lalu mereka menuju ke atas gedung yang telah terpasang sebuah monitor kini hanya gadis itu saja yang masuk kedalam ruangan bernuansa biru dengan dekorasi Eropa kuno.
Ia mengengam kuat koper yang ia bawa dengan waspada melihat kanan dan kiri memastikan tidak ada paparazi di sana.
Ia Manarik nafas kuat lalu membuka pintu menautkan sebelah alis nya ketika Ruangan itu kosong melompong.
Gadis itu menaruh koper yang ia bawa di meja dan berlarih pada sebuah amplop
Ia membuka nya terlihat sebuah cek disana. Gadis itu menelusuri seluruh ruangan hingga sampai di pojok kiri ia menatap CCTV dan mengarahkan nya pada wajah nya yang masih tertutup helm.
“ AKU SUDAH MENDAPATKAN NYA SEKARANG AKU AKAN PERGI LAIN KALI TOLONG BUAT PERSIAPAN KETIKA INGGIN MEMBELI BARANG KAMI,"
Ucap gadis itu pada CCTV dengan sedikit senyuman masam yang tak terlihat karna terhalang oleh kaca helm nya.
BERETTA [ ITALIA].
Sebuah pesawat mendarat di bandara
Terlihat jajaran para tentara menyambut mereka, berbaris rapih mengunakan sikap tentara sepanjang jalan di hiasi oleh jajaran orang bersenjata lengkap dengan tatapan mengintimidasi serta kewaspadaan.
Pintu pesawat terbuka menampakan seorang gadis muda dengan balutan seragam khusus milik nya, terlihat beberapa pistol berada di paha nya yang tersembunyi di balik rok nya.
Ia berjalan ke arah salah satu komandan
Menatap dengan lekat penampilan gadis itu komandan itu menepuk bahu nya mengajak ia berbincang-bincang sebentar.
Kini lorong bandara menjadi tempat khusus mereka berdiskusi, sekarang gadis itu menatap kunci di tangan nya “ Pesawat Hercules c-30 sudah mendarat dengan aman di bandara, tuan ku harap anda bisa memberikan kami kompensasi atas tindakan yang Tuan perbuat!!!"
Komandan berbaju tentara itu terdiam dan menganguk. Ia memberikan kan sebuah mendali ke arah gadis itu yang diam tanpa epresi jelas. “ Nona! Terima kasih atas partisipasi nya kuharap anda juga menjaga kelakuan saat berdagang di negara kami!" Ujar Komandan itu memperingatkan gadis itu yang menganguk.
Gadis itu melangkah kaki nya pergi meningalkan bandara, mobil Lamborghini Gallardo terpangkir di luaran bandara ia mengemudi meningalkan bandara Kapasitas mesin yang Tinggi di sertai oleh jalanan yang sepi menambah kesan aman
Perjalanan yang ia lalui butuh 4 jam lama nya hingga sampai di sebuah bangunan besar yang berada di Italia.
“ Jadi ini yang nama nya Baretta!!" Ujar gadis itu semangat, menutup pintu kasar lalu beralih pergi kedalam bangunan yang terlihat seperti pablik.
Fabbrica d'Armi Pietro Beretta atau singkat nya adalah Baretta adalah produsen senjata yang berbasis di negara Italia. Senjata api buatan Baretta memasok
Dan di gunakan di seluruh dunia untuk berbagai keperluan sipil, penegakan hukum dan perlatihan/ keperluan militer
diantara produksi Baretta adalah sebuah senjata bernama Laras Arquebus yang merupakan produk asli dari Baretta Langkah kaki terbalut sepatu sneaker hitam memasuki ke salah satu ruangan yang kini terpajang berbagai senjata
Gadis itu mendekat ke arah salah satu sisi terlihat sebuah alat yang besar, ia menegandah melihat produksi senjata api Ia membolak-balik kedua matanya melihat ke arah kiri dan kanan memperhatikan para pekerja yang sepertinya terganggu akan kedatangan nya.
“ BARETTA 92 FS AKU DATANG....."
Shinara berguman lalu lari kecil dari sana mencari pemimpin dari produksi senjata
Yang merupakan bisnis yang memiliki banyak keuntungan nanti nya***