
***Helaan nafas keluar dari mulut nya cukup lama ia berlari-lari mengelilingi BERETTA namun nihil masih belum ada tanda-tanda kemunculan sang target membuat gadis itu membual kesal ke arah salah satu pengawal yang bertugas mengikuti nya.
Tatapan iris Akai nya tertuju pada seorang gadis di tengah jalan, pakaian nya yang lusuh berserta wajah nya yang sembab akibat tangisan membuat gadis itu tersenyum licik.
Ia berjalan ke arah jalan raya menghentikan beberapa kendaraan yang sempat ingin menabraknya, ia mengandeng lengan gadis itu dengan lembut ke luar dari jalan raya untung saja ini sudah bukan kawasan Beretta lagi membuat Shinara mengembunkan satu pipi nya.
“ Hei, kau siapa namamu?" Tanya nya dingin dengan suara parau seketika gadis itu menoleh dan memandang sedu ke arah shinara.
“ Charlotte! Nama ku Charlotte...."
“ Ouh, apa kau ingin uang yang lumayan banyak? Tapi aku butuh sesuatu dari mu apa kau mau?" Ujar shinara sambil mengasongkan beberapa lembar cek dengan nominal yang lumayan besar ke arah Charlotte yang mengangguk.
“ Asal kan aku bisa membayar hutang ibuku dan menembus adik ku aku mau nona . . . Sebutkan saja apa maumu nona?' gadis itu memegang lengan shinara erat membuat gadis bernama shinara itu menganguk puas lalu memberikan sebuah amplop kearah nya.
“ BAIK AKAN KU LAKUKAN NONA!!"
“ Ok..."
Langit kini mulai berwarna oranye menyebarkan cahaya senja yang begitu indah. Awan berbagai rupa Bergerak beriringan di sertaii kabut hitam yang terbang bebas di angkasa.
Suara kicauan burung menambah kesan damai dan tenang di sekitar kota roma.
Sepanjang mata memandang hanya ada orang-orang, deru nafas terdegar beraturan kini sosok perempuan tengah terdiam di bawah sinar senja mengengam erat pengelangan tangan nya tersirat sesuatu yang sulit tuk di jelaskan.
" PUK "
Suara tepukan pelan membuat gadis itu menoleh kesamping ke arah sosok yang baru saja menepuk bahu nya membuyarkan lamunan yang telah menjauh ntah kemana.
“ Ini aku shinara!!!
Shinara menghentikan gerakannya menarik pedang nya, ia kembali menyarungkan pedang nya dan menatap sosok yang tengah memelintir lengan nya
Seketika tubuh gadis itu mencondong ke depan karna sosok itu mencengkeram kuat kedua lengan nya Dan menendang bagian kaki nya agar bisa terduduk di bawah.
Orang-orang yang melihat adegan itu seketika tak berani mendekat apalagi melihat gadis itu membawa sebuah pedang yang tajam.
“ Aku sudah menerima surat mu! Sekarang kau harus ikut dengan ku jangan membuat masalah lagi!!" Bisik nya di telinga gadis itu membuat Shinara menarik sudut bibir nya
Senyuman meledek ke arah nya.
Mereka kini tengah berada di gang yang sempit tak ada orang di sana
Suasana yang hening membuat pertemuan rahasia itu menegang hanya bunyi borgol yang terdegar ketika alat itu terlepas dari pengelangan tangan nya.
Shinara mengepalkan tangannya nya erat
“ August adalah sepupu ku!!" Balas nya.
" . . . . ."
“ Kenapa kau keluar dari distrik? Kau malah bergabung dengan kelompok seperti ini shinara bakat mu itu_____-" ucapan nya terpotong oleh shinara yang lebih cepat membungkam mulut nya.
“ MENUNDUK," ucap nya.
Shinara menarik kepala key hingga mengenai dada nya, ia semakin erat memeluk kepala key MEMBENAHKAN nya pada kedua belahan dada nya.
DUG
DUG
DUG
Detak jantung key begitu cepat ia tak bisa menahan saat wajah nya menyentuh kedua benda di depan nya, sunguh sesuatu mengalir dari hidungnya.
Wajah nya yang kini tengelam dalam dada shinara mendadak memerah.
Shinara menghembuskan nafas lega saat para polisi yang berpatroli pergi
Dengan sigap ia mendorong key kasar hingga membuat pemuda itu membentur tembok di belakang nya, shinara berjongkok mengulurkan tangan nya pada key yang kesakitan apalagi muka nya mencium tembok kasar.
“ Ais, kau kejam!!" Ujar key geram.
“ TIDAK..." Balas nya.
Dengan Langkah cepat August mendobrak pintu Mashion nya dan para pelayan yang berada di sana mendadak ketakutan melihat temperamen tuan nya yang meledak-ledak bagaikan petasan.
“ DIMANA KEY?" Triak nya.
“ Tuan . . Tuan . . Tuan muda . . . melarikan diri!!" Ujar pelayan gagap serta ketakutan membuat August semakin marah.
“ Dasar kalian bodoh! Bagaimana ia melarikan diri hanya untuk menghindar dari tangung jawab nya pokok nya cari dia sampai dapat!!' ucap nya galak sambil mencekik salah satu pelayan nya membuat yang lain takut untuk mendekat.
“ Tuan mohon belas kasihan tuan, para penjaga terbunuh oleh tuan muda
Tolong lepaskan istri saya tuan..." Seorang pelayan laki-laki muncul dan bersujud di depan nya membuat August semakin marah besar.
" BRUG "
Wanita itu terduduk lemas sesekali terbatuk-batuk memuntahkan darah segar yang lumayan banyak seketika suasana menjadi tegang memang benar jika tuan mereka marah maka akan ada bencana.
August nama pria itu ia adalah sosok yang bengis dan kejam apalagi jika menyangkut tentang reputasi nya membuat August bisa melakukan apapun agar reputasi nya tak kotor bahkan ia rela memberikan istrinya pada orang lain, memaksa sepupu nya untuk menikahi salah satu dari kolega bisnis yang sangat di jungjung tinggi*** .