Shinara Nebula

Shinara Nebula
23



***Kini iris merah itu terus berbinar melihat sekitar kota london pandangan matanya hanya tertuju pada menara jam yang begitu tinggi.


Helaian hitam perlahan menyapu wajahnya gadis itu masih fokus pada acara Hafe fun nya, gambaran-gambaran pemandangan perlahan tersimpan pada camera  canggih miliknya.


 Kaname yang sedari tadi diam kini merangkul gadis itu“ Bagaimana bersama ku tidak buruk kan?” tanya nya membuat Shinara menjambak rambut hitam milik Kaname.


 Suara ringisan membuat Shinara menghentikan kegiatan nya, ide jahil nya mendadak luput begitu saja kedua  orang itu mendadak waspada melihat sebuah mobil melaju hampir menabrak mereka.


 Shinara bersiap mengambil pisau ukuran kecil dari balik bajunya, tangan Kaname dengan refleks langsung menghentikan nya.


“ Hati-hati kita masih dalam pengawasan,” bisik nya membuat gadis itu menganguk 


Menyimpan kembali benda tajam pada balik baju nya mengurungkan niat awal nya.


 Mereka pun pergi dari sana.


Bar. . .


Dengan bermodal wajah tampan kini mereka sudah berada di sebuah klub malam suara dugem dan musik membuat gendang telinga hampir pecah.


 Para wanita itu menari dengan antusias pakaian bugil yang hanya menutupi area privasi. Bikini dan pakaian minim membuat tempat itu dijuluki " Pendosa " banyak moralitas **** bebas di sana tak jarang setiap ruangan di isi suara desahan membuat gadis itu merasa tak nyaman.


 Kaname merasa khawatir pada shinara


Ia memasangkan headphone pada kepala nya berharap dengan alat itu bisa menyeimbangkan mental gadis itu yang masih labil.


Lorong sepi dan suram mereka lewati hingga sampai di sebuah ruangan berlapis emas, disana terlihat seorang pria gendut tubuh nya di penuhi oleh aseksori mahal.


Asap rokok mengepul dari mulut, kacamata hitam berteger di hidung.


Menurut informasi laki-laki buntal di hadapan nya adalah salah satu dari mafia pengusaha Eropa bernama Jalvis moon salah satu orang yang paling kejam dan bengis.


“ Akhirnya kau datang Kaname lama tak bertemu Bagaimana keadaan mu?” Tanya sosok gempal itu mengarahkan jemari penuh emas ke arah nya.


“ Baik! Bagaimana dengan transaksi di antara kita!!" Ujar Kaname membuat Jalvis memukul pelan bahu nya.


“ Aku puas dengan barang mu, Bagaimana dengan gadis di samping mu itu Kaname?" Sosok gempal itu menarik lengan shinara yang meringis. Ia menatap pria itu dengan jijik.


“ Dia bukan barang! Ada barang yang ingin aku tawarkan pada mu Bagaimana jika lihat dulu," Tawar Kaname ia menarik lengan shinara. Memberikan isarat agar gadis itu membawa barang yang di maksud.


 Shinara mengambil sebuah koper besar 


Ia menaruh nya pada meja besar berlapis emas di hadapan kolektor mesum Jalvis.


" CKLEK "


 Koper itu terbuka menampakan sebuah pistol berlapis emas.


“ Ruger super readhawk 454 casull,"


 Sebuah pistol yang memiliki daya rusak yang unggul. Pistol revolver selalu unggul di Banding pistol biasa alasan nya, karna pistol ini memuat tipe peluru yang begitu besar. Revolver sudah banyak di kembangkan dan yang paling ungul adalah


Ruger super readhawk 454 casull ini 


Daya rusak besar dengan  Akurasi mematikan.


“ Pistol ini adalah tipe terbaru dengan akurasi mematikan apa anda tertarik tuan?" Jelas shinara membuat kolektor itu tersenyum penuh arti.


“ Benda yang sangat indah, berapa harga nya aku bisa membayar cast sekarang?" Ucap kolektor itu ke arah Kaname yang tersenyum puas.


 Mereka mencapai kesepakatan akhir dengan saling berjambang tangan.


Jalvis memberikan dua koper uang dengan jumlah yang begitu besar, shinara memperhatikan cara berbisnis yang sepertinya sangat beresiko apalagi banyak orang bersenjata di sekeliling  konsumen yang berambisi pada kekuatan militer.


 Mereka keluar dari sana melewati jalan yang begitu indah bahkan lantai nya pun terbuat dari kaca bening memperlihatkan ikan-ikan yang indah.


 Shinara merasa bagaikan berjalan di aquarium berbeda dengan jalan yang tadi mereka lalui penuh dengan bercak darah bahkan bau alkohol dimana-mana membuat perut rasanya terkoyak.


  Sepanjang perjalanan Kaname menjelaskan detail tentang menjadi seorang pedagang senjata, membuat Shinara menganguk mengerti.


 Mereka naik ke mobil yang sudah menjemput mereka, jalanan yang sepi menghiasi sore di kota London menara bingbang London terlihat begitu indah para orang-orang berjajar dan berkumpul di bawah nya menikmati sejuk nya suasana kota kelahirannya raja Arthur.


  * TIIN TIIN *


Suara klakson mobil membuat penjaga membuka gerbang kokoh yang tinggi nya menjulang Shinra memperkirakan bahwa gerbang itu setinggi 10 meter atau mungkin 20 meter lebih.


 Mereka masuk ke Mashion dan di sambut beberapa orang penjaga dan maid yang kebanyakan adalah seorang pria membuat Shinara merasa aneh.


 24.00 menara bimbang***



 ***Hamparan bintang berkelap-kelip di langit terlihat indah menyinari bumi beberapa lesatan pesawat terlihat begitu indah menaburkan cahaya biru yang terang.


 Gedung pencakar langit menjulang tinggi


Shinara melihat dari atas gedung paling tinggi melihat keindahan malam yang tenang.


“ Sangat tenang!!" Ia berjalan menuju ke pinggiran gedung.


 Ia merentang kan kedua lengan nya seakan akan ada sosok yang memeluk nya


 Mengangkat satu kaki nya melompat dari atas kegitingian tubuh nya melayang di udara sebuah sayap munculr dari punggung nya.


 “ Sangat indah!!" Guman nya.


 Di lain tempat kini Kaname tengah kebingungan mencari shinara yang sedari tadi menghilang, ia sudah mengelilingi Mashion sebanyak 10 kali namun belum melihat keberadaan shinara sama sekali.


“ Apa kalian melihat shinara?" Tanya Kaname pada para maid yang tengah membereskan meja makan.


“ Nona pergi ke ruangan dokter Yoyo!!" Jawab mereka serentak.


 Kaname kembali melangkah kaki nya menuju ruangan doktor yoyo terlihat ia sangat kerepotan meneliti berbagai Sempel racun.


“ Apa kau melihat shinara?" Tanya Kaname ke arah yoyo yang mengeyitkan dahi nya heran.


“ Nona itu pergi ke kolam renang!!" Ucap yoyo dengan tampang aneh melihat ke arah Kaname.


 Kaname berlari dari sana menuju kolam renang, terlihat beberapa penjaga tengah berdiam diri mengawasi gerak-gerik Kaname yang menurut mereka terlihat aneh.


“ apa kalian melihat shinara?" Tanya Kaname geram kearah mereka.


“ Nona muda itu pergi ke luar!!" Mereka menunjuk ke arah salah satu gedung yang tak jauh dari Mashion ia berada.


“ KYAAAA kenapa kalian tidak menahan nya sama sekali!!" Kaname mengacak helainya rambut nya geram melihat para penjaga yang saling menatap satu sama lain tak mengerti apapun***.