
***Mahasiswa itu mengendong shinara di punggung nya menyusuri hutan berantara
Lelah sunguh lelah bahkan ia sudah tak sanggup untuk mengendong gadis kecil itu lagi, kepala nya mulai pusing karna kehabisan darah tapi ia tak tega untuk membiarkan shinara sendirian apalagi hutan seperti ini konon banyak hewan buas dan mahluk lain nya membuat mahasiswa itu terpaksa melanjutkan perjalanan nya lagi.
Perlahan tubuh itu ambruk di tanah, Pemuda itu melihat shinara yang masih pingsan dengan luka di kepala nya yang terus saja mengeluarkan darah.
Apa dia akan mati tapi kenapa aku merasa sangat tak rela jika dia mati aku masih ingin berteman dengan nya....
Mahasiswa itu sudah tak kuat ia pun tak sadarkan diri di hutan rimbun itu, Beberapa menit kemudian shinara terbangun dari pingsan nya ia memegang kepala nya.
“ Darah!! Apa yang terjadi?” Monolog shinara mengelap darah segar di lengan nya.
“ Dia apa pingsan?" Shinra beranjak pergi dari tempat ia berada, ia menyentuh kening mahasiswa itu teryata hanya demam.
Shinara memetik dan mengumpulkan beberapa tanaman, ia menumbuk tanaman itu dengan bahan seadanya mengunakan batu hingga lembut, lengan nya menyentuh tanaman yang sudah di tumbuk itu lalu mengoleskan nya pada dahi dan luka-luka di tubuh mahasiswa di depan nya.
Butiran keringat membasahi pelipis nya
Kini matahari sudah meninggi berada di atas nya, shinara terdiam di dekat mahasiswa yang belum sadarkan juga Sunguh ia merasa asing dengan hutan itu apalagi sekeliling mereka banyak sekali makam dan juga tengkorak membuat nya sedikit merinding.
Yah walaupun pemandangan itu biasa baginya tapi tetap saja jiwa seorang wanita manja pada diri nya tak bisa di angap remeh, shinara merasakan suatu gerakan halus mengenai kaki nya ia perlahan membuka mata nya dan tercengar sebuah ular seukuran tubuh nya tengah melilit dirinya.
Shinara merasakan otot-otot ular itu mengeras dan semakin kuat melilit tubuh nya kini gadis itu menghembuskan nafas merilekskan tubuh nya agar menjadi lemah
Setelah merasa tak ada gerakan lagi ia mengambil sebuah batu tajam dari samping dan melesatkan menuju tubuh ular itu.
Siutt
CUBB
Ular itu tertusuk batu tajam membuat tubuh nya terbelah, shinara menghela nafas lega teryata hutan ini adalah sebuah hutan Hujan Amazon yang konon memiliki banyak hewan langka dan unik.
****
Mahasiswa di samping nya perlahan membuka kelopak mata nya, ia merasa luka-luka nya tak sesakit tadi.
Pandangan mata nya berlarih menuju langit teryata sudah malam pantas saja sekeliling nya gelap hanya di sinari sinar rembulan.
“ Kau sudah bangun mahasiswa!!" Ucap shinara yang baru saja datang. Ia memberikan beberapa buah-buahan yang ia ambil dari pohon-pohon yang tak jauh dari tempat mereka.
“ Buah apa ini? Apa bisa dimakan?" Tanya mahasiswa itu melihat buah yang di tawarkan Shinra berbentuk aneh.
“ Makan saja! Itu bukan racun hanya mungkin akan ada beberapa efek samping untuk para pemula!!" Guman shinara.
“ aku tak mau memakan nya," Jawab mahasiswa itu dengan jurus mata anjing milik nya membut shinara menghela nafas sudah ia duga bahwa mahasiswa yang bersama nya adalah sosok anak yang manja.
Shinara melempar beberapa batu kerikil,
Lemparan demi lemparan mengenai pohon di depan nya satu persatu buah apel terjatuh ke tanah.
Malam itu dalam kesunyian langit malam mereka menikmati makanan yang hanya bisa mereka dapatkan seada nya saja.
Shinara menyadar kan tubuh nya pada dahan pohon ia cukup lelah hari ini Tanpa sadar mata nya mulai terlelap.
Pagi hari...
Shinar merengangkan otot-otot nya yang kaku ia sedikit pemanasan lalu berlarih pada mahasiswa yang tengah memanggang ikan buruan tadi, bau harum tercium mereka memakan ikan bakar dalam keheningan membuat gadis itu terdiam beberapa saat lalu menoleh ke arah nya.
“ Kau siapa nama mu?" Tanya nya dengan pandangan yang masih fokus pada api unggun di depan nya.
“ Kuran Akane!!" Ucap nya singkat mmbuat shinara menganguk mengerti.
“ Kau seorang mahasiswa universitas kedokteran kan? Setelah kita keluar dari sini apa yang ingin kau lakukan?" Ujar shinara dingin.
“ Ntahlah! Mungkin mengikuti mu saja sampai bertemu dengan kakak ku saja setelah itu aku akan kembali pada sekolah ku lagi!!" Balas Akane membuat Shinara memutar bola mata nya bosan.
Tap, tap , tap
Shinara melompat dari satu dahan ke dahan lain nya, hutan berantara itu sangat luas membuat Shinara harus waspada apalagi dirinya tak berbekal senjata apapun hanya sebuah pisau cutter yang tak sengaja ia bawa di saku rok nya.
Setidak nya dengan benda mungil itu ia bisa menghadapi beberapa hewan liar dan melahap menjadi makanan yang enak, shinara memegang sudut bibir nya rasa perih terasa apa mungkin ia tak segaja tergores ranting pohon saat melompati dahan pohon membuat gadis itu bertriak marah.
“ Sialan! Sialan! Sialan! Sialan! Sialan!!"
Runtuk nya dengan penuh emosi membuat Akane hanya tersenyum pasrah melihat gadis itu yang marah akibat ejekan nya.
“ AKU MENANTANG LANGIT AYO KELUAR LAH MONSTER MENYERAMKAN AKU INGIN BALAS DENDAM HYONA YE TUNGGU SAJA PEMBALASAN KU...!"
Shinara mengempalkan pukulan lengan nya ia memandang ke arah Akane dengan pandangan sulit diartikan,
“ Heeeeeeeehhh" shinara menatap tanpa henti Akane yang terdiam ia mengusap bahu nya yang perlahan bulu kunduk nya mulai merinding tak karuan.
" ...................”
Beberapa hari kemudian....
Shinara dan Akane bisa keluar dari hutan berantara mereka pun pergi mencari sebuah penginapan dengan bermodal sebuah kalung yang di jual shinara dapat menghidupi mereka beberapa hari terakhir.
Mereka pun memesan dua kamar penginapan, dengan harga yang lumayan murah mereka memilih menginap di sebuah penginapan pemandian air panas.
Uap panas mengepul dari permukaan kolam
Shinara merasakan sensasi yang membuat nya selalu terbayang-bayang, merasakan hangat nya air panas yang mengenai permukaan kulit nya.
“ Nona permisi apa anda berasal dari daerah ini?" Tanya seorang pengunjung membuat Shinara mendongkrak ke arah nya.
” Bukan! Aku hanyalah pengunjung!!" Ucap nya dingin.
“ oh yah nona Tolong jangan keluar malam-malam karma beberapa bulan ini banyak orang-orang di bunuh oleh seseorang!;"
“ Pembunuhan?" Ulang nya.
“ Benar nona! Mereka biasa nya selalu membunuh pada pukul 11-4 pagi buta," ujar nya lembut.
“ Kenapa kalian tidak menangkap pembunuh itu?" Tanya shinara dengan sedikit mengejek kearah nya, perempuan itu memegang baju nya lalu menatap pantulan dirinya di air.
“ kami sudah memesan para pemburu handal sayang nya tak ada yang lolos sama sekali! Bahkan kami pun menawarkan harga yang mahal bagi siapa yang bisa menangkap pembunuh nya...."
“ Menarik!;"
Perempuan itu berjalan lebih dekat ke arah ku sekarang jarak kami begitu dekat ia membisikan sesuatu pada ku membuat aku terdiam seketika.
“ Aku tidak suka melihat kesombongan seperti itu apalagi kamu masih seorang anak kecil, Tapi tak bisa di pungkiri bahwa lambang di perut mu sangat lah indah nona sayap yang berbentuk ukiran indah dengan warna merah tapi tahukan arti warna merah itu adalah Kemarahan dan mata nona juga adalah kemarahan terlihat sebuah kebencian dan rasa kesepian yang dalam.”
“ Apa maksud mu?"
“ berhenti memberontak sebelum aku melihat semua lekuk tubuh mu,"
Ia mencengkram pengelangan tangan ku dan sedikit menarik nya ke atas membuat setengah tubuh ku keluar dari permukaan air.
Lalu dia pergi dengan tenang seolah-olah tidak terjadi apa-apa.
Aku hanya menatap jengkel orang itu yang berbicara dengan nada arogan
Aku bahkan belum pernah memperlihatkan lambang yang ada perut ku pada siapapun terkecuali hanya dua orang yaitu Zero Dan dirinya membuat mood ku hacur saja.
Awal nya kupikir wanita itu ramah dan baik seperti tampang nya yang cantik namun sekarang aku merubah cara pandangn ku dia busuk juga angap saja seperti sebuah apel merah yang baru masak indah di luar namun pahit di dalam***.