
" Dunia ku dimana matahari yang selalu menyinari setiap saat dalam kehangatan walaupun itu palsu..."
Ruki memegang sedikit muram dengan apa yang ia katakan shinara.
Lalu tak berselang lama tangan nya memegang lengan shinara dan mrnered nya pergi dari sana, mereka melangkah pelan hingga sampai di atas menara kasgril dan Ruki bersiul.
Seketika sebuah keoaayan sayap terdegar beriringan, shinara menatap takjub ketika sbuah bintang terbang ke arah nya
Mirip seperti burung tapi bukan lah burung
Ruki mengulurkan kangan nya menyambut shinara untuk naik bersama nya.
Shinara merasakan pusaran air yang menerpa jajaran indah dari taman bunga yang ia lewati bersama dengan Ruki.
Wajah nya seketika memanas saat sesuatu merangkul nya dari belakang, helaaan nafas nya yang hangat membuat jantung shinara seakan berhenti ntah kenapa tubuh nya tak menilak sama sekali, kenapa ia tak bisa menahan dari godaan sang pangeran vampir keluarga Themere ras Yaron ISDOVILLE membuat Shinara merasa lemas seakan nyawa nya di tarik keluar dari tubuh nya.
“ Kau tau? Tubuh mu sangat wangi!!"
Ruki menyilabkan rambut shinara ke samping dan mengendus bau leher nya lekat-lekat, kedua taring putih nya mencuat lalu ia menjilat permukaan leher shinara yang skarang tengah merona merah.
“ AH"
Rintih nya ketika Ruki menelusuri setiap jengkal dari leher nya tanpa ada yang terlewat, kini kedua taring itu telah siap masuk kedalam leher nya " CTAK" taring tajam tadi menembus ke leher nya semakin lama semakin dalam membuat Shinara menegandah ke atas melihat rembulan yang indah.
Darah nya semakin lama terasa habis
Ruki belum juga mengalihkan perhatian nya dari pembuluh darah yang membuat kaum vampire akan bertekuk lutut mencium aroma darah yang membuat mereka seakan tergila-gila.
“ Aku menyukai darah mu, darah mu membuat ku tergoda...!!"
Rintikan air melayang menjadi gelembung udara yang berterbangan di langit malam
Kini bunga tulip pun mulai bermekaran membuat kedua sosok itu di kelilingi oleh hamparan bunga warna\-warni.
Bau harum membuat waktu seakan terhenti bagi mereka,namun tanpa mereka sadari dari arah belakang ada seseorang yang tengah mengawasi gerak\-gerik mereka.
Wajah kedua nya menampakan epresi tak menentu melihat adegan tadi. Selama berada waktu lama nya Shinara tak bisa memberontak ketika tubuh Ruki menerjang memeluknya menyedot pembuku darah leher nya dengan rakus. Dengkapan dari sosok vampire asing itu membuat Shinara seakan mengigat sesuatu yang harus nya tak ia ingat membuat Shinara bertekad tidak apa untuk berkorban sedikit.
Sosok lain menerjang ke arah mereka.
Shinara merasakan tubuh nya di dorong kasar dan mulai menerjang bunga\-bunga yang baru saja bermekaran.
BRUKH
Tubuh nya terjatuh ke tanah. Seseorang tengah berada di samping nya mata nya menatap tajam ke arah shinara, ia membuka penutup wajah nya “ Kau berusaha menggoda nya? Apa kau kurang baik bersama dengan Kevin!?" Sihir nya.
Kini Shinara terbengong apa yang ia lihat apa ini nyata kan.
Suara nya yang dingin seakan membuat tubuh nya lemas dan tak bertenaga.
Pria itu mengalihkan perhatian nya kasar dan memandang ke arah sosok lain yang berada di tempat itu.
“ Dia apa orang yang kau cari?" Pekik sosok berbaju kebesaran dengan jubah hitam di badan nya. Anggukan dari orang itu membuat dia bungkam.
“ Dia\-\-\-\-\- dia siapa?" Ujar sinis penuh akan kekesalan dari Ruki ke arah shinara.
Ia mengambil lengan nya dan mengangkat tubuh nya hingga posisi shinara sedikit terangkat ke atas, kini kedua orang tadi hanya bisa diam mendegus kesal melihat perlakuan itu.
“ Lepaskan dia!!"
Shinara menarik tanan nya kasar lalu mengusap leher nya yang terasa berdenyut sakit“ Dia adalah Lester ! Orang yang terperangkap dalam dunia ini bersama ku. . Bisa di bilang dia juga senior !!"ucap Shinara memperkenalkan lester membuat Ruki sedikit bernafas lega
. Lestar menyulingkan senyum kecut lalu memandang remeh Ruki melihat penampilan nya atas dan bawah lalu mengancungkan jari nya.
" TREK"
Seketika hamparan bunga tadi mengadu layu kini bunga tulip mrnjadi membesar dan menyerang ke arah Ruki.
Tak tingal diam orang yang bersama dengan Lester membuat batasan yang membuat Shinara terkurung di dalam nya.ia hanya bisa melihat kedua orang itu bertarung dengan sengit.
“ Apa ini akhirnya?"
Lemparan tsalib milik Lester berhasil melukai tangan Ruki yang mulai sembuh kembali tak berselang lama sebuah pola aneh menghiasi luka tadi.
Mau tak mau Ruki memotong sebelah tangan nya membuat Shinara terbengong sedangkan Lester tersenyum bangga
Ia melesatkan beberapa anak panah naas saja tangan Ruki kembali tumbuh membuat Lester semakin geram.
Pukulan demi pukulan dapat di hindari kedua nya. Kekuatan dan ilmu sihir bisa dengan mudah mereka atasi
Membuat pertarungan sengit di malam itu seri.
TAP
Langkah kaki meminjak bumi kini Ruki memegang sebelah tangan nya, ia menghancurkan batasan milik nya menghalangi shinara dan menarik pinggul nya kasar hingga menghempas pada tubuh nya kasar ia meringis seketika kuku tajam Ruki menusuk dan meningis tangan nya membuat cacing keluar dari luka tadi.
Lester menepak\-nepak lengan nya ia memandang sosok berjubah itu“ Mundur!!" Ucap nya tegas sekaligus sarat akan ancaman.
Kedua orang itu melangkah pergi dari sana
Shinara mulai merasa bayangan Lester dan sosok pembuat kekai itu pergi bahkan bayangannya pun mulai di telan malam yang panjang. Hembusan angin malam menerpa jajaran dedaunan di sertaii cahaya kunang\-kunang yang berterbangan.
“ **LESTER** ..... **LESTER** **JANGAN** **PERGI**!!"
Triak shinara sambil mengulurkan tangan nya berusaha mengapai baju Lester namun dengan sigap Ruki menarik kerah baju shinara membuat tubuh nya Condong ke belakang.
Shinara menatap muram ke arah Ruki,
Ia tak berani menampakkan epresi nya yang jelas saat ini ingin marah namun ia belum mau mati di tangan pangeran Themere itu. Alkasih ia melingkarkan lengan nya pada tengkuk Ruki kuat sebagai sandaran agar dirinya tak jatuh.
Kemudian rukii membaca sebuah mantra membuat tubuh mereka mulai menghilang.
Dan sampai di kamar milik Ruki ia membaringkan shinara pelan karna luka\-luka akibat cacing milik Lester belum sepenuhnya pulih.
“ Tikus tanah itu berani sekali! Apa kalian ingin menantang kekuasaan vampire ras Themere ....." Ucap Ruki dingin menatap keluar jendela.