Shinara Nebula

Shinara Nebula
18



***Hari ini adalah hari Selasa yang bersahabat banyak orang-orang seperti biasa akan berlatih dan bertarung di area militer A yang di kenal sebagai Distrik milite antarik.


 Semua pasukan yang keluar dari jurusan militer Antarik adalah prajurit yang handal dan profesional banyak orang yang menginginkan masuk kedalam distrik ini hanya saja sarat dan ujian yang sangat menantang bahkan tak segan-segan Merengut nyawa di awal Tes.


 Hari ini adalah pelatihan pesawat tempur beberapa pesawat telah terpangkir di landasan khusus, semua orang berjajar sekitar 20 orang yang terbagi menjadi sepuluh orang dengan satu pemandu.


 Aku terdiam menatap sebuah pesawat tempur yang pertama kali kulihat, rasa nya aku pernah melihat orang yang mengendarai pesawat seperti itu di dalam mimpi tapi siapa dia?


Tap, tap, tap


 Aku melangkah masuk kedalam pesawat itu dan memasang sabuk pengaman tak berselang lama pesawat-pesawat lain nya melandasar dan terbang di langit.


 Pintu terbuka Sorang masuk kedalam aku terbengong melihat seorang yang masuk kedalam nya.


“ Laksamana Key?" Tanya ku dengan tampang aneh mlihat kearah nya. Bukan nya Laksamana sangat lah sibuk dengan tugas-tugas nya.


“ Aku hanya akan menjelaskan sekali kau harus mengerti tanpa harus mengulangi nya,” Ujar nya tegas aku menganguk paham.


 Kami mulai melayang di udara dengan kecepatan yang begitu tinggi, seketika kepala ku berdenyut sakit kenapa rasa nya begitu menyayat.


“ Yang menang akan mendapatkan hadiah 


Dan yang kalah akan menerima karma,”


 Kata-kata itu terlintas di kepala ku aku memegang kepala keras. Key yang memperhatikan ke anehan ku menjadi sedikit khawatir pada ku.


“ Kau kenapa? Apa kita harus mendarat dulu?" Tanya nya pada ku.


“ Tidak! Mohon bantuan tuan aku ingin mengendalikan nya sendiri jika ada kesalahan kumohon tegur aku,” Ujar shinara lembut gadis yang biasa nya cuek sekarang bisa berucap beberapa kata yang panjang dan lembut.


“ Baik lah," Key membelai pipi shinara membuat gadis itu tercengar.


 Seharian penuh mereka berlatih pesawat tempur menurut key bahwa gadis itu bisa mengendalikan dan mengatur kecepatan hanya dengan sekali coba ia memuji kemampuan shinara dan menghadiahi nya sebuah benda yang eksotis membuat Shinara bingung.


 Hari ini seperti biasa shinara berlatih dengan giat mengendarai pesawat tempur nya, ia menatap langit yang begitu indah rumah-rumah bagaikan sebuah pazel jika dilihat dari atas.


* TIIIT *


 Jam tangan nya berdering.


 Shinara memencet tombol pada jam nya muncul sinar ultraviolet dari jam nya.


“ Shinara kamu lagi dimana?" Tanya sosok gambaran yang muncul di depan nya.


“ Di langit!!"


“ Huff! Apa kamu berlatih lagi ini sudah malam. Bagaimana jika kamu turun istrirahat dulu kita harus berkompromi untuk satu hal!!” ucap sosok itu menjentikan jari nya membuat Shinara memandang nya dengan Tatapan tanda tanya.


“ Memang nya ada apa?" 


“ apa kamu lupa huff, kamu sudah berada di distrik militer A selama beberapa bulan dan Laksamana Key selalu meluangkan waktu nya untuk mu bahkan kau tak tau bahwa dua hari  lagi ulang tahun nya yang ke 23 tahun!!" Ujar nya membuat Shinara mengerakan bibir nya berbentuk O.


“ Jadi?"


“ Apa kamu sudah menyiapkan hadiah?" Tanya nya membuat Shinara bungkam seketika.


 Pangilan Vidio call terhenti kini gadis itu menatap angkasa dengan tenang malam yang sunyi berada di dalam kapsul pesawat yang begitu tenang.


 Jika di pikir-pikir ia sudah berada di sini selama 4 bulan selama itu Laksamana ataupun jendral selalu meluangkan waktunya untuk melatih nya Menembak, memanah, membuat strategi militer, mengendarai pesawat tempur, memasang ranjau kurang lebih semua pengajaran sudah ia dapatkan.


 Tapi kenapa ia belum di berikan misi keluar seperti murid lain nya.


 Apa aku terlalu lemah yah tapi aku selalu mendapat kan nilai tinggi di mata pelajaran apapun?


 Shinara menarik nafas nya lalu menelfon salah satu no yang berada di depan nya.


“ Hallo!;"


Hari ulang tahun.


 Kini aula gedung telah di isi oleh para tamu dan juga prajurit kebanyakan tamu berasal dari kalangan atas.


 Laksamana wiskey yang terkena sebagai seorang yang cuek dan dingin memberikan beberapa keunggulan dalam hal kemampuan dan juga kepintaran mmhuat nya di segani dan diberikan gelar Laksamana pada usia nya yang ke 17 tahun.


 Penampilan nya yang tampan dan gagah membuat hampir seluruh anak perempuan berbondong-bondong berlari ke arah nya.


Mereka memberikan kado yang sudah di kemas dengan rapih.


 Nampak bahwa key terlihat gugup dan kebingungan melihat para perempuan berebut untuk memberikan kado ke pada nya.


“ Selamat ulang tahun Laksamana Key ”


“ Selamat ulang tahun Laksamana Key ”


“ Selamat ulang tahun Laksamana Key ”


“ Selamat ulang tahun key...."


” key selamat yah.."


 ” Terima kasih semua nya, tolong jangan saling dorong kalian bisa taruh di lantai kado nya. Atau berikan pada Hyona," Key mengambil satu persatu kado, tempat ia berdiri kini di kerumuni oleh kado Hyona pun kelihat kesulitan membawa kado-kado yang menjulang tinggi di tangan nya.


“ Laksamana Bagaimana dengan semua kado nya?" Tanya Fero ke arah nya.


“ Taruh ke kamar ku saja!!" Ucap nya pelan.


“ Seperti nya Laksamana muda kita memiliki jumlah fans yang banyak," Cibir pemuda paruh baya ke arah key.


“ Jendral bisa saja! Mereka yang terlalu ambisius saja memberikan ku kado!!"


“ Hahaha santai saja nak," Jendral memukul bahu key pelan.


 Kado-kado itu perlahan di bawa pergi keruangan pribadi key.


Pesta ulang tahun pun selesai semua orang kembali ke rumah dan kamar nya masing-masing membuat aula hotel menjadi sepi seperti semula.


 Kamar Wiskey . .


 Key membaringkan tubuh nya pada kasur king size milik nya ia menatap langit-langit kamar nya yang hanya di dihiasi warna abu yang gelap.


 Ia memegang dada nya terlihat sebuah lambang merah terukir di dada nya membuat key sedikit tersulut emosi.


Tok, tok , tok


 Suara ketukan pintu membuat nya tersadar dari lamunannya, ia mengancingkan kancing baju nya


Lalu berlarih menuju pintu kamar nya.


“ Kau kan?" Ucap key saat shinara berada di ambang pintu.


“ Aku hanya ingin memberikan mu ini!!" Ia memberikan sebuah robot berbentuk kelinci kearah key.


“ robot?"


“ jangan sembarang menilai! Dia di buat dengan kecerdasan yang tinggi bahkan ia bisa menyiapkan segela keperluan mu. . .aku sudah menambahkan mode penyerangan dan menyelipkan beberapa racun saat itu di butuhkan bisa menolong mu itu saja sampai jumpa...."


 Shinara bergegas pergi dari sana, key terdiam memegang robot di depan nya ia sunguh tak bisa menembak gadis berusia 17 tahun di depan nya.


 Kadang baik, kadang bersifat Cuek dan kadang menjadi seorang yang sadis mmbuat kepala nya sedikit pening.


 Key menyentuh robot itu kemudian dia bergerak membuat key tersenyum melihat nya***.