
***Shinara terdiam beberapa saat ia tersenyum kecut lalu mengambil pistol nya menembak para orang jahat itu. Tembak menembak, menghindar, menyerang semua nya di lakukan oleh gadis berumur 17 tahun itu.
Senyuman nya terlihat puas ketika bisa menghindari peluru dari pistol ia mengerakan tubuh nya ke belakang Dan menyerang ke arah para orang jahat itu.
" Shoot"
" WHOOS"
Jarum-jarum beracun itu mengenai mereka semua yang sekarang tengah terkapar tak berdaya disana. Wajah nya membulat melihat shinara menginjak tubuh mereka dengan suasana hati yang riang.
“ LAGI! LAGI! LAGI!" Ia menusuk kan pisau pada tubuh pria tua itu dengan kesal.
“ KAU________ IBLIS _________ KAU------ MONSTER," Ucap orang itu di tengah roh yang ditarik keluar dari tubuh nya.
Shinara menjilat darah di lengan nya dengan nada angkuh. Sedikit membusungkan dada nya lalu memegang dada nya dengan gaya angkuh dan cool nya.
“ Tak peduli aku itu monster atau bukan!
Kalian seharus nya berfikir membunuh dan mengelapnya uang negara bagiamana kehidupan orang lain yang kekurangan karna ulah kalian itu ," Nasehat shinara dengan mengedipkan sebelah mata nya.
“ Kenapa kau bisa tau?' tanya pria tua itu kearah shinara yang tertawa terbahak-bahak mendegar ucapan yang menurut nya bodoh.
“ Kami keluarga seiran selalu menerima misi karna ketidak Adilan bukan membunuh tanpa sebab," Balas shinara ia mengusap wajah pria paruh baya itu.
Lengan nya ia gerakkan kearah kedua mata orang itu, mengerakan ketiga jari itu masuk kedalam bola mata hitam nya dan menghancurkan nya dengan sadis.kejadian itu ia lakukan pada semua orang yang terkapar disana.
Para perajurit itu mati kelemasan dengan pendarahan, bola mata mereka hancur karna ulah dari shinara.
~~~~~~~
* BRAKH *
Sebuah pukulan menghantam shinara yang terjengkang dan mengenai tembok pembatas di samping nya.
Ia terbatuk-batuk darah karna pukulan tadi yang belum sempat ia hindari.
“ Sialan kau," Runtuk shinara mencaci maki kearah sesosok wanita cantik berbaju besi dan semua pakaian nya dilapisi oleh armor yang terlihat berat.
“ Manster menyuruhku melenyapkan mu," ia mengambil lengan shinara dan memutar tubuh itu sampai terlempar dari sana.
Tubuh kecil itu meringis sesaat saat tubuh nya menghantam bebatuan di hutan berantara itu.
Wanita itu melompat dengan cepat dan mendarat di tubuh shinara, ia menindih tubuh kecil itu yang merontak-rontak kesakitan. Pedang ditangan nya siap memotong leher jenjang shinara sebelum pedang itu mengenai tubuh seseorang.
" SRETT"
"CUB"
Mata shinara membulat tajam. Sesosok orang menarik tubuh nya melempar kan kesamping membuat dirinya mengantikan shinara menerima tebasan pedang satu meter di tangan wanita itu.
“ KEVINNNNNNNNNN ”
Triak nya mengema dan sedih melihat tubuh Kevin terbelah menjadi dua, ia merangkul tubuh Kevin dan menaruh kepala nya di pangkuan dirinya.
“ Kevin kumohon bangun lah,"
“ Uhukkk jangan merengek aku tak suka mendengarkan nya," jawab Kevin diambang kesadaran nya.
“ jangan banyak bicara! Ayo minum darah ku kau bisa sembuh," Shinara mengores lengan nya membuat darah nya bertegesan.
“ Aku manusia biasa shinara! Berhenti menangis aku puas bisa mati di pelukan mu," Senyum nya. Shinara mendegus kesal mendegar jawaban Kevin yang sempat mengoda dirinya di saat-saat genting.
“ Uhukkk ________ Aku __'_______harap_______ bisa berkencan______ sekali saja dengan_____ mu" ucap Kevin. Pupil mata nya mengecil wajah nya memucat membuat Shinara panik saat tak merasakan nafas dari orang di pangkuan nya.
Shinara menutup kedua mata nya ia menghembuskan nafas perlahan dan beralih pada wanita yang masih melihat kejadian tadi. Pedang ditangan nya begitu panjang dan tajam membuat Shinara geram dan mengeluarkan hawa aneh.
Wanita itu menyerang shinara membabi-buta membuat gadis kecil itu kewalahan.
Disaat itu muncul sosok serigala membantu nya membuat gadis itu pun menjadi bersemangat dan menembas tubuh wanita itu .
“ MATI KAU !!"
" SPRASS"
" SPRASS"
Wanita berbaju armor itu menghadang semua tebasan pedang shinara dan menyerang gadis itu membuat nya terpental dan tertumpuk bebatuan.
“ KYAAAA" triak shinara kesakitan saat batu itu menghantam tubuh nya satu persatu.
“ Master semua nya beres," Ucap wanita itu pada sosok berjubah yang berada di balik pohon .
" Ayo kembali Raider,"
" Baik tuan ku!!"
Singa itu terdiam menunggu tubuh shinara sadar. Ia meraung-raung berharap ada seseorang yang datang dan membebaskan shinara dari tumpukan bebatuan yang tak bisa di lakukan singa itu.
KRAK!!.....
Suara ranting di tinjak membuat 🦁 singa itu waspada dan menatap tajam beberapa orang yang berdiri dihadapannya.
Shinara yang setengah sadar langsung menodongkan pistol nya dengan lemah kearah mereka.
Namun tak ada seorang pun yang membuat pergerakan, shinara berusaha melihat siapa orang-orang tadi namun mata nya semakin lama semakin memburam bahkan dada nya amat sakit.
“ Shinara bangun lah! Maaf kan aku meningal kan mu jumlah mereka terlalu banyak untuk kau lawan sendirian," Sosok pemuda itu mengakat satu persatu batu di bantu yang lain nya.
“ Kalian bawa shinara bersama Singa itu,"
“ lalu bagaimana kau?" Tanya nya.
“ Aku akan menahan nya..!" Ucap Lester.
Singa itu ntah kenapa bisa menurut dan mengikuti Shinara yang meninggal tempat itu meningalkan Lester sendirian. baku tembak pun tak dapat di elak kan, Dengan datang nya bala bantuan untuk Lester membuat nya bisa menahan keseimbangan para Peach, walaupun tetap tak bisa memukul mundur pasukan peach para bantuan UQ holder bisa membawa beberapa Sandra untuk negosiasi nanti nya
Anggota Peach atau Light adalah sebuah organisasi mafia yang terkenal dengan sebutan peach penyelundup barang haram seperti narkoba dll. Tanpa di sadari Rian membawa beberapa orang penembak jitu yang bersembunyi di pohon-pohon dan berhasil melumpuhkan anggota peach sedangkan Lin peach selaku ketua malah lari menuju hutan dan itu menjadi nasib naas nya karna singa itu membunuh dan mencabik-cabik tubuh nya.
" RAUWWWW .... RAUWWWW .... RAUWWWW” Singa itu mencabik-cabik tubuh Lin peach dengan kuku tajam nya membuat nya menjadi potongan-potongan kecil di tanah.
Lester datang dan melihat kejdian itu membuat nya menelan ludah nya teryata dia bukanlah singa biasa.
Zero memeriksa nadi shinara yang berhenti berfungsi membuat para pemuda itu kaget karna tak ada detak jantung dari tubuh shinara yang bahkan sekarang mulai mendingin.
Sebuah helikopter mendarat di hadapan nya membuat zero membawa tubuh shinara dari sana. Sedangkan singa itu menatap penuh harap kearah zero berharap bisa membawa nya pergi bersama nya.
Helikopter milik zero pun mengitari hutan berantara itu dan menembakan beberapa nuklir dan membakar hutan berantara itu yang di lelap di jago merah.
Setelah hampir setengah jam berada di udara mengitari hutan yang sudah menjadi abu zero dan yang lain nya tiba di bandara mereka langsung menuju ke arah pesawat pribadi nya.
Lester berbaring di dekat gadis itu yang tak sadarkan diri, beberapa peluru menancab mengenai tubuh nya membuat Lester kesakitan. Sedangkan gadis itu belum sadar juga tak ada nafas ataupun detak jantung membuat Lester sedikit takut.
Muncul sosok dokter muda dan mengobati luka Lester dengan rapih, ia mengambil peluru yang bersarang di tubuh nya Lester meringis kesakitan. Nampan besi itu kini di isi lima peluru perak yang bercampur dengan darah Lester membuat dokter muda itu bisa bernafas lega.
“ Ais, kau ini bisa luka separah ini!!" Ejek dokter muda itu membuat Lester kesal.
“ Diamlah" bentak nya***.