Shinara Nebula

Shinara Nebula
29



"Lima ratus juta," ucap seseorang sambil menelusuri setiap inci dari tubuh budak di depan nya.


Wanita itu terus saja memberontak dan bertriak histeris dalam cekelan ayah nya


Sunguh ia tak bisa menerima hal ini ayah nya sediri tega menjual nya pada orang lain.


“ Ayolah tuan putri ku masih virgin dan ia cantik loh jangan menawar serendah itu lah tuan . . .”


“ Ayah, aku bukan barang yang bisa kau perjual belikan sesuka mu," Dada nya terlihat naik turun beraturan sunguh nafas nya pun menjadi sedikit tersengal-sengal setelah sekian lama bertriak.


Pria itu manunjuk wanita itu dengan marah" Diam kau! Tuan daen ingin membeli mu jadi bersikap baiklah!!" Tunjuk pria itu pada wajah wanita di depan nya yang kini sudah lemah tak bertenaga.


“ Ayah..."


Azurran yang baru saja memasuki kawasan perlelangan tak hentinya menatap wanita di depan nya dengan mencemooh. Malang sekali nasib mu,  Kau di besarkan sebagai pion utama saja ais merepotkan pikir nya.


 Azurran berjalan dengan anggun lalu menepak bahu pria paruh baya itu dengan lembut, sosok itu tercengar melihat seragam militer yang di kenakan oleh Azurran yang merupakan tentara khusus negara nya membuat ia meneguk ludah jya sendiri takut.


“ 1 miliar,"


“ Nona____ apa anda yakin?" Tanya nya memastikan.


 Azurran mengeluarkan cek nya dari saku rok nya dan menulis nominal pada kertas itu Lalu memberikan nya pada pria itu dengan arogan.


 Wanita itu menegandah lalu membalas uluran tangan Azurran, mereka meningalkan tempat itu setelah lumayan jauh dari keramaian tadi gadis itu menoleh ke arah budak tadi lalu mengasongkan beberapa uang pada nya.


 “ Pergilah!!" Ia Melempar uang nya.


Lalu beralih pada kapal yang berada di pelabuhan ia menaiki kapal bersama dengan awak kapal lain nya.


 Kapal pun melaju di lautan, Azurran memasang sanblock.ia mengambil kacamata hitam dan memakai nya sunguh kebebasan yang menyenangkan bisa berlayar kemanapun berpatroli menyelusuri seluruh lautan dan samudra sunguh sangat menyenangkan.


 Sosok bertubuh jangkung berdiri di samping nya, azurran mengacuhkan pemuda itu yang membawakan nampan makanan berserta jus stroberi  Pemuda itu menaruh kasar nampan di tangan nya.


“ Makan!!" Ucap nya dingin.


“ Bagaimana? Lepaskan dia bersama yang lain nya...."


 Azurran mengambil pokky dari plastik hitam di samping nya, pemuda itu mendengus kesal dan berjalan menjauh dari sana.


 Ais dasar hadis menyebalkan memang nya kenapa harus membebaskan mereka.


Pemuda itu berjalan ke arah kamar tahanan dan terlihat kaname dan yoyo yang tengah menatap mereka dengan pandangan sulit diartikan. 


* CKLEK *


Pintu terbuka pemuda itu membawa kedua tahanan itu pergi dari sana. Perahu kecil sudah berada di lautan kaname sunguh bingung sebenarnya ada apa?


 Tanpa pikir panjang lagi kaname melompat menuju perahu kecil  Yang akan membawa nya pada pelabuhan karna di sana sudah ada beberapa anggota yang akan menolong nya.


 


Ke esokan pagi nya.


 Kaname sampai di sebuah pelabuhan kecil


Benar saja yang ia pikirkan sudah ada beberapa bawahan yang di kirim shinara untuk menjemput mereka.


Kaname mengikuti petunjuk orang-orang itu pergi dari sana menaiki mobil hitam yang melaju dengan kecepatan diatas rata-rata.


 China sebuah negara yang benar-benar menakjubkan bahkan negara itu termasuk kedalam negara yang sulit di taklukkan oleh alat dan kekuatan militernya bukan hanya itu china sendiri suka membuat sebuah penemuan biologis menciptakan senjata hidup untuk menyerang negara tetangga nya.


 Negara pilihan terbaik untuk mendapatkan kualitas dagang yang tinggi dengan harga jual yang fantastis.


 Kaname mengeluarkan sedikit kepala nya keluar jendela melihat pemandangan ibu kota Tiongkok " Bisakah kita berhenti di restoran?" Tanya kaname pada yoyo yang sedang menyetir.


“ Baiklah,"


 “ Tuan anda mau pesan apa?" Tanya pengawal ke arah kaname yang kebingungan melihat banyak nya menu makanan yang tertera dengan bahasa yang sulit ia pahami.


" Terserah "


" ............"


 Para prajurit terdiam mendegar kata ambigu mereka juga masih pemula dalam hal mengenai budaya china apalagi bahasa Mandarin yang sunguh sulit untuk di lontarkan. 


Cukup lama mereka berdiam- diaman 


Lalu memesan secara acak makanan


Tak menunggu lama beberapa hindangan terlihat di depan mata.


 Hanya ada suara detingan garpuh dan sendok yang terdegar suasana terlihat mencekam, kaname menatap seorang wanita yang tak jauh dari meja milik nya Gadis itu tengah fokus pada layar laptop milik nya.


Pandangan mata nya memerah hawa panas Terasa dari gadis itu yang tanpa segaja berpapasan saat mereka akan keluar dari restoran.


“ Kafe bunga mawar!!!"


“ Hah!!"


 Gadis itu terdiam sesaat karna ucapan kaname yang terkesan ambigu, kaname menyerahkan secarik kertas pada gadis itu dan pergi dri sana.


 Gadis itu tersenyum lalu mengarahkan jari telunjuk nya pada mata kiri nya mengambil sebuah benda tipis dan bening, ia tertawa terbahak-bahak karna seperti nya akan ada  hal yang menyenangkan.