
***Awan mendung kini mulai pekat nan hitam Mega hitam berterbangan dengan bebas dengan kabut hitam yang kini mulai membentuk awan hitam siap untuk meluncurkan berlian putih seputih kristal Hujan.
Ntah kenapa hari ini sang Surya egan untuk menampakkan dirinya, pagi hari yang terus di guyur hujan membuat suasana istana sedikit sepi karna semua penghuni nya lebih memilih untuk berdiam di antara berlaian selimut mereka yang lembut nan hangat.
Berbeda dengan mereka kini shinara tengah berada di ruangan bernuansa golden emas dengan aseksori bunga safir yang indah nan megah, ranjang king size berwarna biru kini mulai kusut karna ulah seseorang yang berada di atas nya.
Shinara mengembunkan pipi nya
Ketika ibu ratu menyuruh nya mendekat ke arah shinara, wanita itu kini tengah berbaring di ranjang kebangsawanan nya.
" Yang mulia,” Shinara berlutut di depan ibu ratu yang kini menatap shinara lekat wajah shinara mengigat kan nya pada seseorang membuat hati kecil nya menciut bagaikan di iris pisau tajam.
“ Apa kamu yang membebaskan para tahanan itu, dan juga orang yang membuat sepuluh penjaga tewas....?" Kuku panjang milik nya menyapu wajah shinara yang terdiam bingung harus menjawab apa,
Ia hanya bisa menganguk saja tanda bahwa dirinya memang benar-benar melakukan tindak kekejian yang mungkin akan berakibat fatal untuk dirinya.
Ibu ratu menarik nafas kasar lalu mendudukan tubuh nya di ranjang king size
Ia menopang dagu nya mengunakan jari tangan nya, melihat shinara yang sepertinya sebuah boneka ntah kenapa membuat dirinya egan untuk melepaskan shinara.
“ Shinara! Apa yang kamu inginkan...?"
“ Kebebasan,”
“ Kenapa shinara?"
“ Yang mulia aku berada di antara kubu milineal dan dunia ku dulu aku sangat menyukai sesuatu yang di namakan kebebasan!!!?'
“ Apa kau yakin shinara? Aku berharap kau menjadi putri keraja Celarines karna kau adalah sosok yang bisa mengetuk hati keibuan yang telah lama membeku...Shinara sebagai seorang ibu apa itu permintaan kupada Ku?" Tanya ratu dengan menoleh ke arah shinara yang menganguk. Ia menarik sudut bibir nya" ya" ratu terdiam sesaat lalu beranjak dari sana dengan berat hati ia harus melakukan nya.
Beberapa hari kemudian.
" ***** Fyuuh ... Akhirnya aku bisa keluar juga ” Shinara menenggelamkan tubuh nya pada air panas di kolam pemandian.
“ .......... "
Ia mengelap lengan nya pelan dengan air hangat, sesekali menoleh ke samping ke arah para wanita yang menatap nya aneh tak jarang mereka menegur shinara karna melihat shinara menenggelamkan wajah nya mereka takut bahwa gadis itu tengelam.
Sprass
Shinara mengambil handuk dan membelitkan kain putih itu pada tubuh nya
Mengelap sisa-sisa air yang menetes dari tubuh nya.
Melewati banyak gunung dan sungai
Sehingga aku sampai di sebuah tempat yang sangat asing bagiku, untaian kata hari itu akan selalu ku kenang aku ingin melihat dunia dimana semua hal berbeda jauh 180 derajat. terus berjalan bersama dengan nyanyian yang terlontar di bibi nya yang manis Namun menyimpan ke dinginan yang amat membekukan.
Suara burung kenari menari-nari di atas pohon, cahaya mentari menerobos memasuki area kamar berlapis kayu yang kecil.
Shinara mengejabkan mata nya beberapa kali mengatur cahaya matahari yang masuk kedalam retina mata nya.
“ Penginapan ini begitu kecil dan nyaman,"
“ Hei Bagaimana ke adaan Lester bukan nya dia juga terserap pada dunia ini?!!"
Gadis itu beranjak dari kasur lalu menatap pemandangan desa yang ia yakini bukan anak cabang dari kerajaan Celarines sudah terbukti dari dekorasi nya yang menyerupai Tionghoa kuno membuat nya semakin kebingungan akan dunia yang baru saja ia tempati.
Tap tap tap
Suara langkah kaki membuat gadis itu tersadar, ia mengikuti arah suara itu hingga sampai di sebuah ruangan bernuansa merah dengan gordeng yang melambai-lambai.
“ Baik bos!!"
“ Jangan sampai ada satu pun yang kurang,"
Suara berisik mengiringi setiap langkah memasuki sebuah ruangan yang kusam dan jelek,
Sosok mahluk kuno kini berada di dalam kurung yang begitu besar, hanya satu yang gadis itu yakini sekarang bahwa tempat ini adalah penjual budak atau Mahluk ras kuno.
Tawar menawar terjadi di sana tak jarang banyak keributan untuk barang yang dianggap sangat bernilai tinggi dan langka.
“ 100 keping emas," ucap seorang pria dengan mata menerisir ke arah hewan kuno itu.
Hewan itu terus menatap ganas dan meraung-raung berusaha untuk melepaskan diri dari sangkar tebal itu Wajah nya semakin mengarang, rahang nya bergetar terdegar suara gigi-gigi yang bersentuhan membuat semua pengunjung mulai mundur ketakutan.
“ Ayolah pangeran! Dia adalah hewan ras kuno Bagaimana bisa seenak nya saja. . Beri kan harga lebih mahal sedikit,”
“ Memang nya kau mau berapa_—" ucapan nya terpotong karna hewan itu berasil membobol kandang nya.
Tebasan ekor mengarah pada pemuda yang di sebut pangeran, dengan cepat shinara yang berada sepuluh meter dari jarak itu menarik kerah baju nya lalu mendorong nya kasar.
“ Awass..."
Siur
Trang
Barang-barang lerangan hancur lembur, gadis itu memegang lutut nya yang terkena serpihan kaca.
Trang
Treng
Trang
Treng
Ia menebas Kanan dan kiri hewan itu membuat tubuh nya terbelah " sprass" kini sosok kuno itu menjadi dua membuat darah nya bercucuran dimana-mana.
Shinara menarik pangeran tadi dan melompat pergi dari sana, tanpa sadar Ia menjatuhkan sebuah bom membuat tempat itu seketika hancur lebur.
* BOOM *
" KYAAA "
Gadis itu bergetar melihat desa yang hancur karna ulah nya lagi. Memang benar tak mudah untuk melindungi satu nyawa dengan mengorbankan puluhan hingga ratusan nyawa apa itu benar gadis itu menjatuhkan pemuda tadi dan ia pergi dari sana melompati satu persatu dahan pohon yang rimbun.
“ Semua palsu! Aku bahkan hanya membunuh lagi dan lagi?
Kenapa semua nya menjadi seperti ini
Apa memang tak ada hal baik yang terjadi ketika kita ingin melindungi seseorang,
Kumohon beritahu aku jawaban nya Shinra
Kumohon..." Runtuk nya pelan.
Phok phok phok
Suara tepuk tangan membuat gadis itu menghentikan kegiatan nya, ia menoleh ke arah satu pohon yang lebih besar Mata nya membulat kaget melihat hal itu***.