Shinara Nebula

Shinara Nebula
32



*Setelah meningalkan tempai itu agen handal yang di sewa Kaname meninggal kan Tempat itu menuju sebuah hotel ternama yang berada di kota Z  sebagai agen terhandal ia harus menyiapkan berbagai tipuan bersama transaksi gelap tanpa sepengetahuan orang.


Tak butuh waktu lama kini wanita bohai itu telah sampai di sebuah hotel nan megah, Shinuan adalah nama agen itu.


Ia adalah salah satu dari 10 agen terhandal yang berada di berbagai negara tak heran banyak orang yang menyewa nya dengan harga yang mengiurkan, yang mungkin setara dengan tujuh turunan tak akan habis.


Shinuan mengintip kamar no 808 terlihat beberapa orang pria muda tengah mengincar Seorang gadis, helaian hitam nya menutupi wajah nya membuat shinuan tak bisa melihat dengan jelas.


 


Pemuda yang lebih berwibawa dan Tampan menyuruh para anak buah nya berjajar untuk pergi dari sana. Meningalkan mereka berdua pemuda itu merapikan helaian rambut hitam milik gadis itu lalu menelusuri setiap inci dari wajah sampai leher nya. Ia tersenyum penuh arti melihat sebuah jepitan yang ia rogoh dari saku nya lalu memasangkan nya pada poni gadis itu.


“ Sangat cocok dengan mu shina___-" ucapan nya terpotong karna suara berasal dari luar membuat Lester langsung saja memangil anak buah nya.


" KRAK "


 Shinuan tanpa segaja menginjak botol plastik yang ntah dari mana berada dibelakang nya, ia menghembuskan nafas kasar dan langsung berlari dari sana “ Sialan!!" Runtuk nya sepanjang jalan koridor hotel.


 Lester dengan cepat mengalihkan perhatian nya ke arah luar ia merogoh pistol dari balik jaket nya, pandangan mata nya meredup seketika tak ada orang disana sama sekali ia bernafas lega dan kembali membuka pintu terlihat gadis itu sekarang tengah berusaha melepaskan ikatan yang mengikat nya ia mencaci dan mencibir tak lupa banyak sumpah serapah yang ia lontarkan dengan kalimat yang begitu menyayat hati.


“ Ha!” gadis itu menoleh ke kiri dan terlihat Lester berdiri di samping nya, Azurran menautkan alis nya sebelah menunggu sebuah penjelasan dari nya.


“ Sudah__________ cukup akting nya________ kembali ke Tokyo bersama ku_______ atau kau memilih di kirim ke militer B!!"


 Ancam nya membuat Azurran sedikit membuka mulut nya kaget ia tak mengira bahwa secepat itu rencana nya harus berakhir benar-benar tak seru batin nya berkata.


 Azurran merasakan darah nya menyebar dengan stabil, tali yang mengikat kedua kaki dan tangan nya melongar Lester memasang kan sebuah gelang yang merupakan alat pelacak yang di buat khusus oleh nya.


 Azurran menepis kasar saat benda itu hampir terpasang di lengan nya “ Lester! Jangan melakukan hal di luar batas,“ Tegur nya dengan nada sedikit tinggi.


“ aku butuh jawaban mu sekarang? Apa yang ingin kau lakukan menjadi pedagang senjata bersama pemuda bernama Kaname, menjadi seorang prajurit militer A, atau kembali kepada dunia kelam mu dulu membunuh tanpa ampun... Dia membutuhkan jawaban mu sekarang agar aku bisa menghilang dari pandangan mu!!" Ucap Lester pada nya.


“ Kau memaksa ku memilih kah? 


Ok, aku akan tetap mengikuti orang itu 


Alasan nya hanya satu mencari tau asal usul ku dan hubungan antara aku dengan antemetori nebula! Apa sekarang sudah paham kan aku tak ingin terus terperangkap dalam di lema Lester aku tak ingin semua orang mati tanpa alasan untuk melindungi ku,” Sedu nya membuat Lester terdiam lalu melemparkan beberapa kertas ke wajah Azurran yang terkaget saat itu juga.


“ Pergi!"


 Azurran menganguk lalu membuka jendela hotel ia melompat dari sana membuat Lester terdiam. Dan menoleh ke samping ke arah seorang pria yang berada di ambang pintu.


“ Dia bukan milik mu lagi," 


“ Aku tau itu Lester! Hal itu cepat atau lambat akan di rebut dari ku!!" Ucap sosok itu lalu menjinjing koper besar pergi dari ruangan itu.


BANDARA TIONGKOK.


Yoyo bersama kedua orang lain nya 


Terlihat cemas sambil menarik koper nya


Mereka menuju mobil sport yang telah terpajang di luaran bandara.


Mendegar bahwa adik nya hilang yoyo 


Memutuskan untuk kembali ke negara nya bersama dengan Kaname mereka menghubungi salah satu YAKUZA bawah tanah yang Ia sewa.


 Langkah kaki nya  terburu-buru memasuki awak kapal ia memutuskan duduk di dekat jendela bersama dengan Kaname di samping nya.


Yoyo mengambil henfoun nya dan melihat poto-poto seorang gadis kecil sekitar umur 12 tahun tengah tersenyum ramah bersama kedua orang teman nya.


“ Bagaimana dengan Lily apa dia akan baik-baik saja?" Monolog nya ke arah jendela pesawat.


“ Tenang saja ia akan baik-baik saja!!"


“ Tak perlu. Membuat alasan seperti itu kalee aku sudah tau dia ada dimana?" Ucap suara dari belakang.


“ Shinaraaaa"


 Mereka serentak melihat ke arah shinara yang tengah duduk di samping dokter Li yang asik mengepang rambut hitam nya.


“ Dia ada di pulau terpencil, kita akan kesana sekarang,!!" Ujar shinara mengepalkan tangan nya.


“ Ais, jangan banyak gerak dulu shinara kepangan jadi kusut!!!_tegur dokter Li membuat Shinara menganguk.


" ............."


Kedua orang itu terdiam sejak kapan shinara seperti hantu yang datang dan pergi tanpa di undang, membuat mereka terkejut bukan hanya itu kedekatan antara dokter Li dan shinara yang lebih mengejutkan mereka lagi membuat kaname memegang dada nya.


 Akhirnya mereka sampai di negara nya


Dengan cepat Kaname mebangunkan shinara dan dokter Li yang tertidur, tanpa sadar shinara meminjam bahu dokter li


Kaname mencipratkan air ke arah mereka berdua, ia menggosok mata nya melihat sekeliling nya dengan cepat Kaname mengajak mereka untuk turun.


 Angin yang menyambut mereka 


Menerpa helaian rambut panjang nya


Cahaya senja menyinari 


Sekumpulan orang-orang berlalu-lalang berlawanan arah saling menarik koper


Sesekali mereka meminta maaf saat tak segaja bertabrakan.


 Shinara menarik koper warna hitam milik nya lalu menuju salah satu helikopter yang berada di sana, ia bersama Kaname masuk kedalam nya tak lupa memakai headphone dan mengecek semua mesin helikopter itu.


Shinara menarik nafas lalu berucap pelan“ Kau siap?" Tanya nya Kaname yang di tanya menganguk.


 Kini mereka tengah berada di langit menyusuri lautan luas dengan ketingian 5000 kaki di atas permukaan Air.


 Gunung yang berjajar menambah kesan damai 


Tiupan angin dari baling-baling menambah kesan yang indah mencuci mata


Hamparan hijau dan biru luas dan indah.


 Kaname memperhatikan keadaan sekitar saat helikopter itu mulai mendarat di sebuah pulau, dengan pagar yang kokoh tak lupa gedung yang sudah kusam dan tua hanya ada beberapa tangki air kosong disana.


 Shinara melompat turun mata nya membulat ketika sesuatu hampir mengenai nya.


CUB*