Shinara Nebula

Shinara Nebula
Alena



"***Nona shinara, apa anda ada di dalam


Tolong anda keluar sekarang tuan sedang menunggu mu! Nona jika anda tidak keluar mohon maaf saya akanbebuat kasar?!!" Ucap seorang wanita cantik yang memakai pakaian berwarna merah marun selutut dengan aksesoris pita pada kerah baju nya,


Tak lupa beberapa gelang di pergelangan tangan nya membuat pelayan itu jauhlebih mempesona dari padasosok pelayan biasa.


“ Ok !"


 Mata wanita itu terpelanjat kaget hampir saja ia menjatuhkan nampan yang berisikan pakaian untuk shinara,bWajita berambu kuning dengan aseksori bunga sapier di samping nya tak lupa hidung jya yang mancung membuat wanita itu di juluki sebagai pelayan paling hot yang berada di kastil bangsa vampire.


 Kaki jenjang nga melangkah maju dan menaruh namoan itu di depan pintu,


Sepergi nga prlayan itushinara menatap pakaian ala eropa dengan tampang dingin.ia tak berminat sama sekali untuk berada di kastil vampire yang kumuh tanoa cahaya sinar matahari setiap harinya hanya ada kegelapan yang menyelimuti.


 Shinara mengambil namoan itu dan berjalan masuk ke kamar nya Tanpa ia sadari sesosok kelelawar tengah mengawasi gerak-gerik nya.


“ Kenapa melihat ku seperti itu?


Aku bukan makanan mu jadi tolong lepaskan aku, karna dunia ku bukan di sini tapi sebuah kehidupan dimana semua nya tergantung pada uang dan kekuasaan...!" Shinara berbicara memotong tatapan Ruki yang melihat penampilan berbeda dari gadis itu, gaun biru yang tampak pas di badan nya hanya bagian dada nya yang kelihatan ketat membuat dada nya lebih menonjol rambut hitam nya di ikat dua dengan aseksori bunga mawar di setiap sisi nya.


  Mendudukkan diri dengan kasar kini shinara memainkan gelas berisi minuman yang ntah apa. Ia memicingkan mata nya ke arah Ruki lalu  terlintas sebuah pertanyaan yang selalu mengangu nya selama ini.


“ Ruki!


 Pemuda yang di pangil hanya mengakat alisnya, ia tak sabar menunggu kelanjutan dari gadis yang biasanya diam seketika mencairkan suasana dengan mengawali pembicaraan dengan nya.


 Shinara merasa tak enak ia meneguk Saliva nya, dada nya terasa sesak di tambah gaun yang ia pakai begitu sempit kini shinara mengebrak meja keras.


* BRAKH *


" .........?"


“ Kenapa?"


“ Kenapa apa maksudnya?" Ulang shinara merasa tak mengerti akan ucaoandari reiji.


“ Kau sudah berada di sini! Aku tak akan membiarkan mu lolos sekalipun hanya untuk beberapa detik!!" Reiji mendekat dan menempatkan bibirnya pada pipi shinara, gadis itu membelatkan mata nya ntah ia harus malu atau marah karna pemuda itu seperti nya telah teracuni oleh kata playboy dari dunia nga.


 Shinara membuang muka" Modus"..


“ Maaf tuan!


 . . . Putri Alena sudah berada di teras...!!"


“ Alena?" Ucap Ruki.


“ Apa tuan lupa? Alena bangsawan dari keluarga Etta yang merupy pendukung luar dari kekuasaan tuan sekarang, putri Alena kini tengah berada di taman seribu malam tolong tuan segera ke sana sebelum putri mengamuk...!!" Pelayan itu sedikit ragu, tubuh nya bergetar saat tanpa segaja memandang wajah Ruki yabgsedikit beresmoosi, shinara sendiri hanya bisa melihat ketakutan dari pelayan yang naas itu dan terlintas ide untuk menjahili Ruki.


 Shinara menarik perhatian dari pelayan itu dan membuat Ruki merasa teracuhkan.dan pergi dari sana dengan emosi yang meluap sekali lagi kencan yang ia siapkan hancur begitu saja benar-benar tak bisa di maafkan.


 “ Dia sudah pergi! Kau kembali kerja!!" Shinara mendorong pelan bahu pelayan tadi yang mengeyitkan dahi nya heran ada apa dengan nona muda nya kadang bersikap baik kadang bersikap dingin benar-benar perubahan yang sulit di tebak.


“ Di mengerti!!"


 Lorong kusam dan sepi di lewati Ruki dengan kesal, sesekali ia membakar apapun yang berada di depan nya ntah tanaman bahkan serangga dan nyamuk pun jadi pelampiasan amarah nya.


 Kini mata nya menatap sosok wanita berpenampilan merah dan elegan tengah bermain di ayunan yang di hiasi oleh bunga mawar membuat wajah Ruki semakin kesal.


“ Turun!" Triak Ruki dan menunjuk ke arah Alena yang terlonjak kaget. Hampur saja ia menjatuhkan gunting yang ia bawa .


“ APA MAKSUD MU?" Tanya Alena penuh penekanan, kini aura kedua orang itu mencuat kuat membuat suasana tegang di tambah burung gagak yang berterbangan membuat para pelayan yang tak jauh dari sana merinding ketakutan***.