
" Sa la la . . .sa la la "
Suara senandung keluar dari bibir merah muda nya, sesekali ia mengerakan lengan nya mengikuti alunan lagu yang membuat diri nya seakan terbayang masuk kedalam alam fantasi yang di buat nya.
Gadis itu memegang headphone milik nya dan berlarih pada seseorang yang tengah terdiam di taman belakang distrik A.
Naluri bertarung nya mulai merasakan ada sesuatu yang tak wajar, dengan langkah pelan ia mendekat ke arah taman.
Shinara menutup mulut nya melihat Hyona ye tengah memangsa seorang pemuda berumur 16 tahunan, seorang mahasiswa jurusan kedokteran terlihat dari lencana dan pakaian yang ia gunakan. Shinara menautkan kening nya bagaimana bisa seorang mahasiswa berada di distrik militer, shinara melemparkan beberapa jarum dari jam tangga nya, lalu melemparkan serpihan kaca yang berserakan lemparan nya berhasil mengenai hyona.
* Gubrak *
Mahasiswa itu terjatuh, hyona memandang gadis pengacau itu dengan nafsu tak ingin membuang waktu lagi ia langsung menyerang shinara membuat gadis itu terlempar kebelakang karna pukulan hyona.
Shinara mengusap darah di leher nya
Cakaran kuku hyona membuat tiga cakaran di leher nya, sedangkan hyona memandang shinara waspada ia menjilat kuku nya yang terdapat bercak darah milik shinara.
“ Apa kau bisa bertahan?” Tanya shinara pada mahasiswa yang terbaring lemah ia mengusap sudut bibirnya.
“ Darah
Darah mu sangat enak!” Hyona menerjang ke arahnya.
“ Dasar vampir rendahan !!!"
Shinara dan hyona saling menerjang, memukul, bahkan tendangan dapat mereka hindari satu sama lain.
Menyerang dengan membabi buta membuat pertarungan yang dasyat antara manusia dan vampire.
Shinara menerjang ke arah hyona ia melambung di udara lalu menedang tubuh hyona membuat hyona mundur beberapa langkah menghindar dari pukulan udara milik shinara.
Hyona terpeleset karna tak bisa menghindar serangan kaca shinara yang sudah ia lemparkan sebelum tendangan di layangkan pada nya, ia pun masuk kedalam sungai yang dingin.
* BYUURR *
* SPRASS *
Suara air terdengar.
Shinara merangkak ke arah mahasiswa yang tak jauh dari tempat ia berada.
" Apa kau baik-baik saja?" Tanya shinara membopong mahasiswa itu menjauh dari sana.
Hanya saja sebelum sempat ia melangkah hyona sudah berada di samping nya ia memukul tengkuk shinara membuat gadis itu oleng.
Mereka berdua pun terjatuh ke sungai arus sungai yang tak bersahabat membuat mereka berdua tersered air yang deras,
Shinara berusaha memberontak hanya saja ia terlalu takut jika akan ada bahaya yang mengancam mahasiswa itu, ia pun memutuskan untuk berenang ke arah pemuda yang tersered arus air dan merangkul nya membiarkan air sungai membawa tubuh mereka.
Mereka mencurigai negara B sebagai dalang dari hilangnya shinara sebagai tekanan antar diplomatik.
“ Sunguh maafkan nasibmu sendiri," Hyona meneguk tandas cairan berwarna pekat di gelang jangkung itu.
Tok. Tok ,tok
Suara ketukan pintu membuat ku tersadar, aku beranjak dari kasur dan menuju ke arah pintu membuka pintu berbalut cat putih dngan ornamen yang indah.
Aku terdiam menatap dua orang yang kini tengah memandang ku dengan Tatapan sulit diartikan.
“ Hyona mulai sekarang dia yang akan menjadi bodyguard mu!!"
“ hah?"
“ Tapi ayah! Bukan nya anda hanya akan mengurung ku saja di sini. . Ayah mungkin saja gadis itu sudah mati di bunuh kenapa aku di perlakukan seperti tahanan ayah!!"
“ Hyona! Kasus ini bukan menyangkut dirinya saja, tahukah kamu bahwa orang-orang yang kau bunuh karna kehabisan darah membuat guncangan politik," Jelas jendral khey pada Hyona yang terdiam.
“ Nama ku binato mohon kerja sama nya!!" Pemuda berbaju Militer itu menunduk membuat ku terdiam dan menepis uluran tangan nya.
“ Aku tak butuh bodyguard yang penting tolong bawa beberapa makeup saja jangan bahas yang lain nya!!" Ucap Hyona memerintah.
Hyona menutup pintu kasar ia merebahkan tubuh nya sudah lama sekali ia tak meluangkan waktu nya untuk berkunjung ke tempat itu membuat gadis itu termenung.
Ia membuka pintu itu kembali, terlihat seseorang tengah berdiri di depan pintu dengan posisi yang tegap aku menarik kerah baju nya untuk masuk ke kamar nya.
“ Nona bukan nya anda tak membutuhkan bodyguard!!" Ucap pemuda itu dengan nada mengejek.
Hyona berfikir dari atas kebawah melihat penampilan pemuda itu, lalu ia menganguk dan menyuruh pemuda itu duduk di sofa.
Ia menarik beberapa pakaian pria dan ia memberikan nya pada binato.
“ Pakai ini!!" Ucap nya dingin.
“ Apa maksud nya nona?" Ucap binato.
“ Ais, aku sudah lama tak keluar rasa nya pengap berada di sini terus siang dan malam harus di tekan karna kasus hilang nya beberapa prajurit!" Tanya hyona mendekatkan wajah nya membuat binato Tersenyum licik.
" Apa untung nya bagiku?" Ucap nya dingin.
Hyona memandang beberapa benda berharga yang berada di kamar nya ia memberikan pada binato, terlihat sebuah kalung dengan ukiran bunga sakura.
“ itu salah kalung pemberian pacar ku tapi karna dia meningalkan ku akau jadikan jaminan untuk saat ini ATM dan kartu lain nya sedang diawasi aku janji akan membayar mu!!" Ucap Hyona ragu-ragu memberikan kalung itu pada nha.
Binato menatap kalung itu kerutan terihat jelas pada kening nya, ia tak menyangka gadis itu bisa berkata sedemikian kian rupa lalu binato memasangkan sebuah cincin pada nya sebuah cincin dengan ukiran rambat.
“ Nona bukan nya anda ingin aku menemani hanya ingin memastikan dia tewas, menurutku anda yang membuat pergolakan Antar negara ini?!" Cibir binatao dengan tatapan sulit diartikan ia memegang dagu hyona kuat.
“ Teryata kau tak sebodoh yang ku kira!!"