Shinara Nebula

Shinara Nebula
Sikaaan



***AKU TERUS MENUNGGU MU SELAMA INI KENAPA PENOLAKAN YANG KU TERIMA UNTUK KESABARAN KU. 


KENAPA KAMU TAK BISA SEDIKIT PUN MENGHARGAI SEMUA ITU.


Semua hal yang berpaut pada kebencian dan dendam yang berlarut hanya akan melangsungkan konflik berujung rasa sakit yang tak terkira akhirnya  itu semua tak dapat di pisahkan bagaikan dua hal yang berdampingan.


Korupsi yang selalu mengirim pada akhir yang tragis ntah kenapa aku berharap bisa meningalkan tempat ini namun aku merasa akan jatuh semakin dalam lagi dan lagi. 


Derap langkah kaki mengiringi setia jalanan yang menghubungkan antara penjara bawah tanah dan ruang penyiksaan kini seorang jendral paruh baya berjalan beriringan bersama para prajurit  yang kini tengah mengikat seorang ras vampire yang di ketahui dalang dari penyerangan kemarin.


 Para jendral itu mengiring perempuan itu ke dalam sel penjara lalu mendorong nya kasar, shinara memperhatikan adegan penyiksaan yang tak manusiawi  dari balik gelap ia tak mengira bahwa zaman dulu untuk membuat seseorang membuka mulut di butuhkan darah yang banyak dan segar.


 Pertama mereka mencabut taring dari bangsa vampire itu seketika jeritan terdegar menyayat bukan hanya itu saja


Tubuh mereka di cambuk lalu di gulingkan pada batu bara yang membuat bangsa vampire itu menjerit kesakitan.


Perih dan juga sakit itu yang ia rasakan hanya bisa pasrah pada nasib  Dan juga takdir yang mereka terima.


Perempuan itu mendongkrak menatap raut wajah para jendral yang kini melihat nya dengan pandangan jijik dan mencibir.


“ Jendral Bagaimana ini? Dia tak mau buka mulut?" Tanya sook lain yang berada jauh dari area penyiksaan.


“ Kurung dia pada sel penjara bawah tanah...!"


“ Baik!!_


  Seketika ruangan itu mendadak sepi hanya suara rintihan memohon belas kasihan dari setiap jeruji besi.


 Seperginya para jendral dan prajurit shinara berjalan ke arah salah satu sel yang berada di ujung jalan, sel yang lebih kumuh dan lembab bahkan tak jarang ada ular berserta tikus masuk kedalam nya.


 Shinara memegang sel besi itu dan merusak nya, perempuan di dalam nya menatap ketakutan ke arah shinara yang berjongkok di depan nya.


“ Hei kau! Siapa nama mu?" Tanya shinara dengan nada pelan namun ada sarat kecemasan melihat keadaan nya.


“ Moli"


“ Moli! Cepat lah pergi dari sini, aku hanya bisa membantu mu sampai sini nanti di ujung jalan akan ada sebuah pintu kamu.bisa pergi melalui pintu itu... Berjalan ke arah timur di sana akan ada hutan lalu kau bisa bebas pergi lah sesuka mu...” Ucap Shinara menaruh kunci di hadapan Moli yang menatap nya heran penuh akan kewaspadaan.


“ Kenapa_----- nona menolong ku?" Ujar nya lemah.


“ Karna kau bukan dalang nya, aku tau orang lain dalang dari penyerangan itu jadi pergilah selagi bisa..." Shinara meningalkan tempat itu dan membukam mulut para penjaga yang tengah berwaspada kini semua penjaga terkapar tak berdaya dengan luka-luka lembam di tubuh mereka.


 Shinara menatap hamparan bunga yang indah. Ia mendudukkan dirinya kasar pada dahan pohon lalu menatap ke arah langit yang mulai di hiasi oleh Mega mendung tanda akan ada nya hujan.


“ Apa ini benar kah... Mengorbankan 10 nyawa hanya untuk menyelamatkan satu nyawa apa ini benar?" Guman shinara pelan.


🏰 Kastil...


 Gemericik air terdegar begitu kasar menghempas bebatuan yang besar


Hanya suara itu saja yang terdengy di malam yang begitu sunyi.


“ Lecht kenapa kau sudah kembali?" Tanya nya dengan pandangan mata yang tak teralihkan menatap hamparan bunga yang berada di kolam.


“ Ruki! Apa benar dia sudah datang?" Ujar nya pelan sambil menjilat sisi bibir nya.


“ Lecht . . Lepaskan dia untuk ku?" Ujar nya lembut membuat sosok yang lebih berwibawa menarik nafas nya kasar.


“ Sadarlah Ruki, dia adalah sosok yang tercipta dari antemetori nebula kekuatan maha dasyat yang bisa menambah kekuatan untuk garis keturunan bangsa vampire..." Lecth berkaca pingang memegang tongkat yang ia bawa pada ikat pinggang nya.


“ Ruki, apakah dia-----------


  Mirip dengan wanita manusia itu?” Tanya lecth tepat sasaran.


“ Aku tidak tahu...!"


“ Sadarlah Ruki, dia hanyalah Dewi, kekuatan yang dahsyat kalian beda dunia Ruki!!" Ujar Lech penuh penekanan pada kata Beda yang di beri garis bawah.


“ Aku tidak peduli..."


Perdebatan tadi kini memasuki finis


Pemuda yang di panggil Ruki itu meningalkan Lecht yang hanya berkaca pingang melihat kelakuan putra nya.


 Ada peraturan di dunia vampir


Juga peraturan akan mengijinkan kita tumbuh...  Bukan karna aku kejam. Dunia memang seperti itu.Tidak mungkin bagi nya untuk tinggal...


 Lecth tersadar dari lamunannya 


Ia menatap bunga lotus merah yang berada di permukaan kolam dengan pandangan sumbringah ia mengucapkan beberapa mantra membuat sekeliling tempat itu di penuhi oleh mawar biru yang begitu indah.


TOK TOK TOK


 Suara ketukan pintu mengema di sekitar kastil vampire bangsawan keluarga isdoville. Perempuan ras vampire tergesa-gesa masuk pada halaman kastil tubuh nya tak bisa menahan lagi luka-luka yang ia terima akibat siksaan tadi.


 Lecth yang berada tak jauh dari sana menghapiri perempuan yang tidak sadarkan diri, taring perempuan itu patah membuat perapatan segitiga di kening Lecht.


 “ REIJII"


Triak nya membuat segerombolan kelelawar menjadi sosok tubuh berparas tampan dan jangkung.


“ Lecht??"


 Kedua pasang mata itu teralihkan saat perempuan itu memberikan setangkai bunga uang ia dapatkan dari kerajaan Celarines.


“ Tuan aku berhasil!!" Ucap nya singkat.


“ Moli sadar lah...!" Ruki panik saat tubuh Moli menjadi pecahan kristal biru yang berterbangan di langit***.