
*Ruki melihat adegan tadi dan melepaskan wanita yang pingsan hingga tergeletak di lantai.
“ Apa yang kau lakukan? Apa kau tak ingin kerajaan mu lagi!!" Ujar ruki dengan aura membunuh sekeliling tubuh nya di pehuni aura hitam dengan kelelawar yang mengelilingi tubuh jangkung ruki.
Simon tersenyum kecut ia mengambil busur panah dari balik punggung nya, lalu mulai memfokuskan anak panah nya pada mangsa yang melayang-layang di depan udara.
Shinara yang melihat adegan itu tak tingal diam, Simon adalah tangan kanan dari ratu jika dia mati maka ratu sendiri akan turun tangan menghabisi nya ia tak bisa mengambil resiko dengan membunuh satu kerajaan.
Shinara menarik setangkai mawar dan mulai membacakan sebuah mantra, benar saja tanaman itu menjadi hidup dan merambat membungkus tubuh Simon,
Shinara melepar Simon hingga tak terlihat lagi batang hidung nya ia meregang kanbtangan nya seketika tanaman itu kembali ke semula.
Darah menetes dari tangan nya akibat duri sang mawar, ia mengambil sejumlah mawar dan mulai menyatu dengan sihir yang baru saja bangkit.
Ruki merasa ada yang tidak beres ia mengeyitkan kening nya heran, lalu memegang lengan shinara kuat dengan cakaran kuku nya Shinara hanya bisa pasrah saja karna untuk saat ini Ruki bukanlah lawan nya.
Vampire ratusan sampai ribuan tahun itu walaupun memiliki paras yang tampan sekitar umur 20 tahunan tetap saja dia adalah vampire. Sedangkan diri nya adalah mausia modern sunguh dunia mereka sangat berbeda satu sama lain nyshinara membuang muka nya menghindar dari tatapan Ruki yang seakan membuat seluruh tubuh nya melemah.
“ Kenapa kau menghindar?" Ujar Ruki memegang dagu shinara agar melihat wajah nya.
“ Pergi dari sini ..."
“ Kau yakin?" Ia merentangkan tri nya dan menarik belakang leher shinara agar mendekat, ia menusukan taring nya pada depan leher shinara menghisap darah nya dengan rakus.
Legukan pelan membuat tubuh ruki semakin menegang, posisi yang saling menindih membuat keadaan ruangan itu begitu cangung hanya rintihan oasrah dari shinara yang terdegar.
Para pelayan berdiam diri di tempat nya mereka terlalu takut untuk mengangu ancara tuan nya yang mungkin bisa membuat kepala mereka terpotong satu-satunya.
Dingin
Jika menaruh ruki di dunia modern maka perlalat sepergi ac dan kulkas tak berguna jika di bandingkan dengan nya.
Bagaimana ini jika berada di sisi orang ini Bagaimana aku bisa tidur? Apa jika dia kelaparan di tengah malam menjadi keuntungan nya untuk langsung meminum darah ku.
Pengolakan batin shinara menjadi- jadi tanpa sadar matanya tersa berat dan perlahan ia memejamkan matanya.
Ke esokan pagi nya.
Legukan perlahan gadis itu menandakan bahwa ia sudah terjaga dari tidurnya.
Dengan secepat kilat ia bernajak dari kasur dengan kewaspadaan.
“ Dia tidak disini!!" Ucap nya lega.
Shinara menuruni anak tangga pikiran nya masih belum tenang, Oh yah, bukan nya para vampire sangat takut cahaya matahari? Kalo begitu apa yang di lakukan ruki di siang hari?
“ Kastil ini begitu sepi?"
Tidak ada orang di sekitar sini teryata semua pelayan ruki juga adalah seorang vampire pasti mereka akan sembunyi di tempat aman kan?
Kalo begitu aku harus secepatnya membuka kekuatan antemetori nebula dan Kembali ke zaman ku.
“ Jalan yang ku lalui pun kini menghilang,
Kastil ini seperti berada di ouncak gunung.
Tampak tergantung di langit sebenarnya kenoa bisa seperti ini tuhan?" Ucap shinara ragu dengan pandangan kagum sekaligus heran.
Tangan nya terulur ke arah jendela kaca yang begitu besar“ Lester cepat kembali! Kita harus cepat pulang... Ini buoan zaman kita!!" Guman shinara pelan.
Ternyata Kastil tua ini begitu besar, kaki ku lelah bahkan ini belum setengah nya aku berkeliling memang buoan hal mudah untuk mencari informasi tentang perjalanan waktu.
Pandangan shinara menuju sebuah ruangan yang gelap gurita' Ruangan bawah tanah . . Oh yah, ruangan bawah tanah kebanyakan tak tersinari matahari dan tempat yang paling aman bagi bangsa vampire ...
Semakin dalam ia melangkah pasokan udara semakin besar ruangan bawah tanah ini bagaikan sebuah hutan semakin dalam maka semakin luas.
Tanpa segaja kaki nya tersandung sesuatu membuat shinara merintih, ia menatap heran banyak nya peti mati di sana terjajar dengan rapih bahkan tempat itu begitu bersih saking bersih nya tak ada debu sedikit pun*.