Shinara Nebula

Shinara Nebula
36



***Udara pagi menyerbu masuk ke dalam jendela membuat suasana tenang dan segar menyambut pagi yang indah.


Dedaunan kini tersapu oleh angin membuat hamparan kuning yang indah


Musim gugur kini telah datang sepanjang perjalanan berjatuhan dedaunan berwarna orange.


 Shinara menyilabkan selimut nya dengan cepat mengambil henfoun yang tersimpan di laci wajah nya yang masih linglung seketika tersadar ketika ada sosok lain yang berada di sana.


 Hari pertama di musim gugur begitu menyebalkan gadis itu berjalan di jalanan menikmati pagi dengan joging 


Tak berselang lama ia memutuskan untuk duduk di bangku kecil pinggiran jalan


Menatap kendaraan yang berjajar


Memang selalu seperti ini BERISIK dan MENYEBALKAN ujar batin nya sedu.


PLETAK


 Lemparan botol minuman mengenai seseorang gadis itu beranjak kaget saat diri nya tak segaja menyingung seorang wanita berbalut gaun biru yang indah, wanita itu memulung botol yang di lemparkan shinara dan berjalan ke arah nya dengan angun.


 Wanita itu memberi kan botol plastik itu pada nya dan tersenyum ramah pada shinara“ Nak, jangan ulangi hal ceroboh seperti itu . . Sangat membahayakan!!" Seru nya ceria sambil mengacak Surai hitam gadis di depan nya yang tegang mendapatkan perlakuan khusus.


“ Ma-maaf !!" Ucap nya gugup.


“ Tidak masalah kok.."


 Wanita itu memberikan sekotak coklat pada shinara yang begong menatap kepergian wanita anggun dan cantik itu Shinara memegang kotak coklat pemberian nya lalu berlarih bermaksud untuk mencari wnita tadi namun Naas sebuah mobil menyerepet nya membuat tubuh mungil itu terbanting beberapa meter


Seketika suasana menjadi panik saat shinara berlumuran darah, paha dan lengan nya mengeluarkan darah karna bersentuhan dengan aspal gadis itu merangkak berdiri dan menyelinap pergi dari sana.


 Seketika para warga terkaget melihat tak ada korban tadi hanya ada mobil yang sudah remuk dan boyok, para warga pun mencari keberadaan gadis yang tertabrak namun naas tak ada yang mengetahui keberadaan shinara.


 Shinara memasuki mini market ia berjalan dengan tersengal-sengal sesekali meringis sakit saat luka nya terbuka, pala pelayan diam membeku tak berani bertanya saat shinara mngambil banyak beberapa es cream berserta poky.


 Lalu pemuda bernama kino pun menghampiri shinara yang kesulitan mengambil deretan cemilan yang terpajang enak disana. Tatapan nya tertuju pada camilan yang berada paling atas disana Tubuh nya tak sampai untuk mengambil Camilan itu.


“ Om tolong ambilkan dong!!" Pinta shinara lembut pada kino yang diam mengekor di belakang nya.


" O-o-om?"


“ Tolong om..."


“ Ais, dek makan nya tubuh tuh ke atas bukan ke samping!!"


“ Serah lu om!!"


 Shinara mencibir nya tawa para pengunjung seketika mengema di sekitar sana gadis bernama shinara itu hanya bisa menahan malu lalu beranjak ke kasir mengasongkan kartu hitam membuat para pelayan begitu antusias menerima nya.


 


23.00


 Suara jangkrik dan serangga saling bersautan 


Jalanan sepi yang hnyya bermodal lampu remang-remang membuat suasana menjadi sedikit suram.


 Kini kedua orang itu tengah terdiam dalam kesunyian malam tak ada kata yang terucap


Tak ada epresi yang tercetak hanya sebuah tatapan Saling membunuh yang terlihat.


 Wajah nya berlumuran darah berserta tatapan tajam yang ingin mencabik-cabik Mangsa nya.


“ Nak! Pergilah susul dia untuk ku . . .” ujar wanita itu lembut sesekali mengusap pipi gadis cantik itu.


“ Maaf kan ibu nak, tapi ibu harus membunuh mu untuk mendapatkan kecepercayaan mereka . . . Nak! Sampai jumpa lagi . . ."


 Wanita itu berlalu dari sana meningalkan jenazah seorang anak gadis sekitar 19 tahunan yang kini tengah terbujur kaku dengan darah yang keluar dari mulut nya.


 Tanpa sosok wanita itu sadari seorang gadis tengah memperhatikan setiap gerak-gerik dari awal sampai akhir, dedaunan menyembunyikan dirinya yang duduk di dahan pohon tak jauh dari sana.


“ Sunguh pemandangan yang indah!!!"


Shinara memegang kedua pipi nya


Dengan wajah horor melihat pemandangan tadi.


“ Hei kau, sangat di sayangkan ibumu sendiri membunuh mu . . !!!"


“ Jangan hawatir ibumu juga akan menyusul mu nanti!!" Ia mengelus pipi mayat itu dengan senyuman tulus.


 Gadis itu pun berlalu dari sana Di telan keheningan malam Bahkan tak ada bayangan yang menemani hanya sebuah kegelapan sepanjang langkah kaki itu berjalan.


  Butuh waktu sekitar 20 menit hingga sampai lah ia di sebuah Mashion gadis itu membuka pintu dan masuk kedalam nya.


Sambutan pertama yang ia dapatkan adalah delikan tajam yang penuh tanda tanya dan pertanyaan yang bertubi-tubi untuk nya, gadis itu cengegesan lalu mendudukan dirinya di sofa dengan kasar mengakat kedua kaki nya hingga berfose sila di sofa membuat pemuda itu menautkan kening nya heran.


“ Ku dengar kau melihat seorang pembunuh wanita di jalanan block A? Apa itu benar..."


“ Ya, dia ibu kandung nya sendiri membunuh anak nya sangat menyebalkan,"


“ Shinara! Apa jika ibumu adalah pembunuh yang kejam yang membunuh ribuan orang apa kau masih akan mengangap nya ibu? Atau kau akan meningalkan nya . . . Apa kau akan menerima takdir berjiwa iblis?" Tanya Kaname dengan nada rendah ke arah shinara yang diam tanpa sepatah kata pun.


“ ..................."


 Shinara menunduk lalu menatap kaname dengan senyuman mengembang di bibir nya.


“ Kenapa tidak?


 Hidup dan mati di dunia ini ada di tangan yang kuat..."


“ Yang lemah akan terbunuh dan yang lemah juga harus di kasihani, logika ini benar-benar konyol.


Apa yang salah jika membunuh seseorang yang pantas di bunuh? Itu pasti ada alasan nya kan . . . Kenapa aku harus meragukan nya Walau ibuku pembunuh atau pembantaian pasti ada alasan nya


Mengapa aku harus meragukan nya untuk orang-orang bodoh kecuali jika aku melihat kebenaran dengan mata ku sendiri," Shinara memegang dagu nya memutar otak mencari kata-kata yang sesuai dengan sipat nya untuk di lontarkan pada Kaname yang terbisu.


“ Jadi kamu . . Sangat percaya pada nya?" Cibir Kaname dingin.


“ Ntahlah . . Sulit di jelaskan,


 Hanya saja menurut ku


Orang yang lemah cepat atau lambat akan terbunuh dan lagi orang yang berdosa juga cepat atau lambat akan mendapatkan balasan dengan begitu akan ada keadilan Dan dunia akan lebih berwarna!!" Ujar shinara dengan nada sedikit sedu membuat kaname mendengus kasar.


 Kaname menyeruput kopi nya dengan santai dan menatap shinara dari balik ekor mata nya, ia melemparkan selempang Poto pada nya membuat Shinara bengong Kaname menepuk pelan puncak kepala nya.


“ Tidur awalan***...!"