
Sedikit pengenalan
Nama : Moza
Hobby : Mendaki
Makanan kesukaan : Pizza
Minuman kesukaan : Jus tomat
...----------------...
" Yakin nggak mau jadi saudara ipar aku?" tanya Indi dengan menggoda Key, dan bukannya Key malah justru Rey yang tersipu malu.
" Apaan si kau Indi, aku tuh punya prinsip. Aku nggak akan pacaran sebelum lulus kuliah." ucapnya dengan tegas, dan raut wajah Rey pun langsung berubah.
" Yakin, nanti tiba-tiba kepincut sama cowok. Langsung prinsipnya hilang." ucap Indi.
" Aku akan tetap berusaha mempertahankan prinsip yang ku miliki." ucapnya dengan lantang.
" Yauda deh terserah, toh aku yakin kau akan menjadi saudara ipar ku. Lagian aku lebih suka sama mu, dari pada sama Mia." ucap Indi.
...----------------...
" Kakak tenang aja, aku akan membantu kakak." ketik Indi di ponselnya kemudian langsung ia kirimkan ke Rey.
" Kalau begitu jaga dia baik-baik ya." balas Rey.
...----------------...
" Yauda kalau begitu aku keluar dulu ya." ucap Rey dengan tersenyum.
" Hati-hati ya kak, nanti bisa ketemu sama Mia." ucap Indi dan membuat Rey ketakutan.
Key yang melihat tingkah Rey, ia pun tertawa. Sungguh tingkah Rey selalu saja bisa membuat Key tertawa, dan ia pun merasa heran dengan apa yang ia rasakan.
" Cie, happy banget ya." ucap Indi.
" Ntala, aku selalu happy belakangan ini. Banyak kabar bahagia yang datang kepada, dan hal itu membuat ku sangat bahagia." jelas Key.
" Karena itu, atau karena kak Rey." ucap Indi.
" Apaan sih kau, kau pasti seperti ini karena Rey adalah sepupumu kan." ucap Key.
" Nggak Key, aku sih jujur ya. Sebenarnya aku memang mau kau sama kak Rey, tapi sebenarnya aku takut kau akan di ganggu oleh Mia. Aku saja sudah kapok, untungnya kak Rey memperkenalkan aku sebagai sepupunya waktu itu. Kalau tidak aku nggak tau nasibku bagaimana, apalagi aku terus-menerus diganggu sama Mia." jelas Indi, dan Key pun menjadi membayangkan hal yang aneh-aneh hingga wajahnya memucat.
" Kau di ganggu terus sama Mia, aku jadi takut deh. Belum jadian aja sama Rey aku sudah di ganggu sama Mia, gimana nantinya kalau aku pacaran sama Rey. Aku sangat takut." ucap Key dengan wajah yang memucat.
" Kau tenang saja Key, aku dan kak Rey akan selalu menjaga mu. Jadi kau nggak usa takut di ganggu sama Mia, dan kau tenang saja Mia nggak akan berani ketika melihat wajahku." jelas Indi.
" Bagaimana bisa Mia takut dengan mu?" tanya Key yang penasaran.
" Ok aku akan ceritain…" jelasnya
...----------------...
" Rey, kau ini buat aku emosi." ucap Indi dengan melempar buah tomat.
" Ma-maaf Indi, aku nggak sengaja." ucap Rey dengan gugup.
" Nggak sengaja kau bilang, kau dengar sengaja menghancurkan gaun ku. Dan sekarang bilang tidak sengaja, ini itu gaun mahal tau. Dan gaun ini limited edition, aku sangat sulit untuk mendapatkannya. Dan kau dengan seenaknya menghancurkan gaun ku, aku nggak akan memaafkan mu." jelas Indi yang kini memukul tangan Rey dengan rotan.
" Wadu, ternyata cewek itu sangat mengerikan." batin Mia.
" Ada apa ini?" tanya nenek Nency yang baru datang.
" Ini nek, kak Rey merusak gaunku." ucap Indi dengan menunjukkan gaunnya.
" Iya bener nek, makannya aku sangat marah." jawab Indi.
" Yauda, kalau begitu lanjutkan saja." ucap nek Nency kemudian langsung masuk ke dalam rumah.
" Ya ampun, ternyata nek Nency justru mendukung cewek itu. Berapa tadi, ah iya 500 JT hanya untuk sebuah baju. Kalau itu aku, pastinya aku akan di hukum juga." batinnya, kemudian ia pun pergi karena merasa takut.
" Kak, ayo berdiri. Si Mia sudah pergi." ucap Indi.
" Ok, pukulanmu mantap juga ya." ucap Rey.
" Maafkan, habisnya biar lebih menyakinkan." ucapnya dengan rasa takut.
" Meyakinkan sih meyakinkan, tapi rasanya pun juga lumayan." ucap Rey.
" Maaf kak, lain kali nggak bakalan deh." ucap Indi.
" Lain kali, nggak deh. Rasanya sudah cukup, dan aku nggak berharap ada lain kali. Mudah-mudahan ia sudah menyerah." ucap Rey.
...----------------...
" Jadi begitu ceritanya, padahal saat itu aku dan kak Rey hanya akting saja. Hehehe." ucap Indi sambil tertawa.
" Wah-wah aku jadi tambah penasaran, kira-kira drama apa saja yang sudah kalian mainkan hanya demi membuat Mia pergi." jelas Key yang penasaran.
" Nanti deh, aku akan ceritakan semua. Tapi nggak disini, karena dinding di sini ada telinganya." ucap Indi.
" Yang kau bilang memang benar, dinding di sini ada telinganya. Moza masuk, jangan menguping." ucap Key dan membuat Indi kaget.
Moza pun segera masuk ke dalam ruangan, dan kini Moza dan Indi pun saling menatap. Sudah lama mereka berdua tidak bertemu, dan kini Indi langsung memeluknya.
" Kak Moza apa kabar?" tanya Indi.
" Aku baik, kalau kau bagaimana?" tanya Moza.
" Aku juga baik kak, jujur aku sangat merindukan kakak. Sudah lama kita tidak bertemu, kira-kira kapan ya terakhir kita bertemu?" ucap Indi yang memang sangat merindukan Indi.
" Aku pun juga lupa, yang jelas seingat ku sebelum kejadian kecelakaan yang membuat kakak mu meninggal." ucap Moza.
" Ya kakak bener, setelah itu kita tidak pernah bertemu lagi. Aku jadi kangen sama momen-momen kita bersama dengan kak Zaki." ucap Indi, dengan tanpa sadar air matanya pun menetes.
" Sudahlah Indi, kakakmu sudah tenang disana." ucapnya dengan tersenyum.
" Iya kak, yang kakak katakan benar. Lalu sekarang apakah kakak sudah menemukan cowok yang bisa menjadi pengganti kakakku?" tanya indah yang penasaran.
" Untuk saat ini tidak ada, dan aku tidak ingin pacaran dulu." jawab Moza.
" Kak, pasti kakak masih belum bisa melupakan kak Zaki ya. Tapi ingat kak, walaupun kakakku sudah pergi. Tetapi kakak harus tetap menjalankan hidup." ucap Indi.
" Iya aku tau, tapi untuk saat ini aku masih belum ingin pacaran. Aku ingin fokus sama kuliahku dulu." jawab Moza dengan tersenyum.
" Beneran hanya karena itu, bukan karena kakak belum bisa melupakan kak Zaki." ucap Indi.
" Iya Indi sayang, untuk apa kakak bohong." ucapnya.
" Sebenarnya aku masih belum bisa melupakan Zaki." batin Moza.
" Yauda kalau gitu, aku doain semoga kakak secepatnya menemukan pengganti kak Zaki." ucap indi.
" Amin." ucap mereka serentak.
" Oh iya kak, kakak ngapain ke sini?" tanya Indi.
" Aku ingin melihat Key." ucapnya.
" Kakak kenal dengan Key, kakak kenal Key dari mana?"
" Aku kebetulan semalam jumpa sama Key, dan bahkan aku tidak menyangka kalau kau juga mengenalnya." ucap Moza.