
" Iya benar nek." jawabnya.
" Kalau begitu, kau bisa bantu kakakmu dong." ucap Nency yang sangat antusias.
" Kalau untuk itu, aku masih belum yakin nek. Tapi aku akan berusaha, ya mudah-mudahan aja mereka bisa jadian." jelas Indi.
" Amin, yauda hati-hati ya. Oh iya, nanti kalau mau pulang telepon Rey aja ya. Biar sekalian bisa kenalan sama keluarganya Key." ucap Nency.
" Ok nek, nenek tenang aja." ucap Indi, kemudian sambungan telepon pun mati.
Kini Indi kembali ke tempat Kay, ia kembali berbincang dengan Aisyah dan juga Key. Mereka terus saja berbincang, hingga tidak terasa sudah hampir malam.
" Ma, uda mau malam. Indi izin pamit." ucapnya
" Eh, kau biar di antar aja." ucap Aisyah dengan tersenyum.
" Nggak usa ma, kebetulan aku uda telepon kakakku." ucapnya.
" Oh gitu ya, yauda kalau gitu kita tungguin kakakmu." ucap Aisyah, kemudian ia pun segera pergi.
Tidak terasa 30 menit pun berlalu, kini Rey sudah tiba di depan pintu rumah. Iya pun segera mengantuk pintu tersebut, dan keluarlah Dika. Dengan melihat wajah Dika, Iya semakin yakin dengan apa yang dibilang oleh Indi.
" Cari siapa ya?" tanya Dika yang penasaran.
" Saya mau jemput adik saya kak." jawabnya kemudian Dika pun mempersilahkan dia masuk.
" Aku panggilkan Indi dulu ya, kamu silakan duduk di situ." ucap Dika dengan menunjuk sebuah kursi.
Rey pun langsung duduk di kursi tersebut, kemudian Dika langsung naik ke kamar Key.
" Indi, kakak mu sedang menunggu." ucap Dika.
" Oh begitu, kalau begitu aku pulang dulu ya." ucapnya kemudian pergi meninggalkan tempat tersebut.
" Dia nunggu di ruang utama" ucap Dika.
Indi pun segera pergi menuju ruang utama, ketika ia melihat Rey. Ia pun langsung berlari dan memeluknya, dan hal tersebut membuat ketiganya bahagia karena mereka melihat Indi sedang tersenyum.
" Kakak." ucapnya.
" Ih mangkin manja aja ya." ucap Rey dengan mengelus kepala Indi.
" Biarin aja, yang penting aku happy." jawabnya.
" Kak, kami pulang dulu ya." ucap Rey, kemudian mereka pun segera pulang.
Kini mereka sudah sampai di depan rumah, Indi pun segera berlari untuk memeluk sang nenek. Neneknya yang sedang menonton TV menjadi kaget.
" Ya ampun Indi, kau buat nenek kaget aja." ucap Nency.
" Maaf nek, Indi nggak bermaksud." jawabnya.
" Yuada gpp, sini duduk di samping nenek." ucap Nency dengan menepuk-nepuk kursi di sebelahnya, dan Indi pun langsung duduk.
" Jangan cerita yang aneh-aneh ya Indi." ucap Rey, kemudian ia pun pergi menuju ke kamarnya.
" Memangnya apa yang dialami Rey, tampaknya ia bertingkah aneh?" ucap Nency yang penasaran dengan cucuk laki-lakinya itu.
" Biasalah nek, tentang sih Key tentunya." jawab Indi.
" Oh begitu ya, yauda kita biarin aja dia dulu. Sekarang nenek penasaran, apa sih yang membuat kau menjadi sangat happy?" tanya Nency yang penasaran.
" Jadi begini nek, kebetulan tadi aku di rumah Key. Dan terjadilah beberapa tragedi yang sangat membingungkan, tapi bukan itu yang membuat aku bahagia. Aku bahagia, karena mama Key mau menganggap aku sebagai anaknya." jelas Indi dan membuat Nency kaget.
" Sepertinya mamanya Key adalah orang yang sangat pengertian." jelas Nency.
" Oh iya bener, bahkan mamanya Key tadi awalnya sangat menghawatirkan Key. Itu semua karena tadi Key sempat pingsan, aku sih mengerti. Apalagi hanya tinggal Key putri di rumah itu." jelasnya dan membuat Nency menjadi bingung, karena menyebabkan kata tinggal.
" Memangnya kemana saudara perempuan Key yang lain?" tanya Nency.
" Nenek ingat dengan kasus kak Moza?" tanya Indi.
" Kecelakaan tragis itu ya, yang hanya Moza saja yang selamat." jelas Nency yang tanpa sadar berderai air mata.
" Iya benar nek, kasus kecelakaan itu. Dan ternyata salah satu korbannya adalah saudara kembar dari Key." jelasnya dan membuat Nency kaget.
" Yang benar, siapa memang kembarannya Key?" tanya Nency yang penasaran.
" Namanya adalah Kiara, atau biasa disapa Kia nek." jelasnya dan membuat nasi tambah kaget.
" Kiara, kalau begitu dia pacarnya si David dong. Yang kabarnya setelah kepergian Kia, David mengalami depresi yang cukup berat." jelas Nency.
" Iya nek, dan tadi terjadi tragedi. Dan aku sangat kasihan sama mamanya, mamanya tampak takut. Awalnya aku merasa itu hal yang wajar, Tetapi setelah aku mengetahui segalanya. Aku jadi ikut kasihan sama mamanya." jelas Indi dan membuat Nency tambah penasaran.
" Memang apa itu, apakah dia mengalami tragedi yang sangat mengerikan?" tanya Nency yang memang sangat penasaran.
" Ternyata sebelum kehilangan Kiara, mama dari Key itu sudah kehilangan putri bungsunya. Yang awalnya di rumah itu terisi dari 3 orang putri, kini hanya tertinggal Key saja. Setelah mengetahui itu, aku jadi mengetahui alasan kecemasan mama Key nek." jelas Indi.
" Sungguh kisah yang tragis, pasti saat ini hatinya sangat terpukul. Sudah kehilangan dua putri, dan tiba-tiba saja putri satu-satunya yang tersisa mengalami tragedi." jelas Nency dan Indy pun hanya mengangguk saja.
" Oh iya, memangnya ada tragedi apa?" tanya Nency yang baru teringat.
" Sebenarnya tadi kami mendatangi rumah kak Billy, dan di sana kami sempat berbincang dengan mama dari kak Billy. Setelah itu kami memutuskan untuk segera pergi ke lokasi kejadian, tetapi saat di lokasi kejadian tiba-tiba saja Key memucat dan pingsan Nek." jelas Indi.
" Apa yang membuat dia pingsan?" tanya Nency yang masih tidak mengerti.
" Mungkin ia melihat bayang-bayang kejadian." ucap Rey yang tiba-tiba saja muncul.
" Hahaha, nggak usah bercanda deh Rey. Tidak semua orang memiliki kelebihan seperti yang kau miliki, jadi kalau di luar jangan ngomong sembarangan." jelas Nency memperingatkan cucunya itu.
" Tetapi yang aku katakan benar nek, dan aku yakin dengan tebakanku. Karena ketika aku bersentuhan dengannya, aku sama sekali tidak bisa membaca pikirannya. Dan setelah aku membaca banyak buku, akhirnya aku dapat menyimpulkan kalau dia memiliki kelebihan yang sama denganku." jelas Rey dan membuat mereka kaget.
" Sungguh sangat sulit untuk dipercaya, tetapi jika yang kau katakan itu memang kebenarannya. Kalau begitu kita masih memiliki harapan, tadi Indi bilang dia sedang berusaha mencari kembarannya. Dan ini juga bisa menjadi ajang untuk kau dekat dengannya." jelas Nency dan membuat keduanya heran.
" Maksud nenek bagaimana?" tanya Rey yang kebingungan.
" Bila hanya satu orang saja yang mencari, maka hal itu akan sangat sulit. Tetapi bila dua orang yang mencari, maka itu akan sangat mempermudah." jelas Nency yang masih tidak dimengerti oleh kedua cucunya.