
" Kalau begitu Vina maunya disuapin sama mama." ucapnya dengan tersenyum.
" Ya sudah mama akan suapin kamu, ayah tolong ambilkan makanan Vina ya." ucap Runa.
Deden pun segera keluar dari ruangan tersebut, ia pun segera ke ruang rawat. Dan ia meminta makanan untuk Vina putrinya, dengan siga perawat itu pun memberikan makanan kepada Deden. Deden pun segera kembali ke ruang perawatan Vina, dan ia pun langsung menyerahkan baki makanan tersebut kepada Runa istrinya.
" Ini makanannya ma." ucap Deden.
Runa pun langsung mengambil baki makanan tersebut, dan ia pun langsung menyuapi putri kesayangannya itu. Ia sangat tidak ingin melihat putrinya kelaparan, ia menyuapi putrinya dengan tersenyum lebar. Hingga tanpa terasa makanannya pun telah habis, dan kini Runa pun mengelus kepala putrinya agar putrinya dapat terlelap.
...----------------...
" Bagaimana caranya aku harus mencari Kia, saat ini saja David selalu berada di sampingku." ucapkan dengan menggelengkan kepalanya.
" Kamu kenapa sayang?" tanya David yang melihat tingkah aneh Key.
" Aku tidak apa-apa, hanya saja kepalaku terasa pusing." jawabnya yang berbohong untuk mengalihkan perhatian David.
" Apa kamu tidur lagi aja ya." usul David.
" Aku kan baru bangun tidur, masa aku harus tidur lagi." jawabnya dengan tersenyum.
" Lalu harus bagaimana dong?" ucap David yang memang tidak mengetahuinya.
" Temani aku jalan-jalan ke taman yuk, aku bosan di rumah aja." ucapnya dengan nada manja.
" Ya udah boleh, tapi taman belakang rumah kamu aja ya." ucap David.
" Aku tuh pengennya di taman dekat lokasi kejadian, biar aku juga bisa menyelidiki tentang kecelakaan Kia." batin Key.
" Ya udah deh, daripada aku di dalam aja. Rasanya sangat membosankan, dan aku tidak terbiasa dengan hal ini semua." jelasnya ya memang tidak nyaman.
David pun segera memapah Key, jujur saja Key merasa tidak nyaman dengan posisinya saat ini. Tetapi ia tidak mungkin menolak perkataan David, karena bisa saja David mencurigai kalau dia bukan lah Kia. Dan hal tersebut bisa membawa petaka untuk keluarganya, karena itu ia tidak mau melakukan hal tersebut.
" Kalian mau ke mana?" tanya Aisyah yang penasaran.
" Adek mau ke taman belakang rumah ma, Adek bosan di kamar." jawabnya dengan tersenyum.
" Iya tante, tante nggak masalah kan?" tanya David dengan tersenyum.
" Saya tidak masalah dengan itu semua, yang terpenting kamu harus jaga diri kamu baik-baik. Walaupun kalian hanya pergi ke taman belakang rumah, tetapi mama sangat khawatir kepadamu." ucap Aisyah dengan mengelus kepala Key.
" Mama tenang aja ya, aku akan baik-baik saja." jawab Key dengan tersenyum.
Kini keduanya pun segera pergi menuju taman, David terus memperhatikan Key yang kini dalam tatapan sendu. Ia merasa kalau pacarnya kini sangat berbeda, dan sepertinya sedang memikirkan sesuatu hal yang membuat ia menjadi penasaran.
" Kamu sedang memikirkan apa sayang?" tanya David yang penasaran.
" Aku sedang memikirkan mama, aku tidak ingin menyakiti mama. Mama sudah sangat menyayangi diriku, seperti ia menyayangi anak kandungnya sendiri." jelasnya dan membuat David kaget.
" Mama memang bukan mama kan nunggu, kedua orang tuaku bercerai ketika aku masih sangat kecil." jelas Key.
" Aku tidak menyangka hal yang terjadi pada keluargamu, maafkan aku yang tidak mengetahuinya sayang. Maafkan aku juga yang telah menyinggung hal tersebut, hingga membuatmu bersedih." ucap David dengan langsung memeluk Key.
" Itu semua tidak menjadi masalah, lagian mama menyayangiku." jawabnya dengan tersenyum.
" Apakah saat ini kau merindukan Ibu kandungmu?" tanya David yang penasaran.
" Aku memang sangat merindukannya, tetapi aku sudah tidak mungkin bertemu dengannya lagi." jelasnya dan membuat David.
" Kenapa kau sudah tidak mungkin bertemu dengannya lagi, aku akan membantumu untuk mencarinya." ucapnya dengan antusias.
" Kau tidak perlu membantuku untuk mencari bunda, karena bunda saat ini sudah tenang di atas sana." jawabnya dengan berdarah air mata.
" Tenang di atas sana, maksudmu ibu kandungmu sudah meninggal?" tanya David dan Key pun mengangguk.
" Sudahlah jangan bersedih sayang, di sini kan masih ada aku. Aku janji tidak akan meninggalkanmu." ucapnya dengan mengelus kepala Key.
" David memang sangat menyayangi Kia, alangkah bahagianya Kia. Tetapi saat ini posisi Kia sedang tidak diketahui, aku juga tidak tahu harus berkata apa kepada David." batin Key.
" Kamu jangan memikirkannya lagi sayang, sekarang lebih baik kita sama-sama berdoa ya. Agar bundamu bisa tenang di sana, dan pastinya ia akan bahagia ketika melihatmu bahagia." jelas David.
" Saat ini aku sedang memikirkan satu hal, bila yang ada di depanmu saat ini bukanlah Kiara, apa yang akan kau lakukan?" tanya Key yang memang sudah sangat menanti jawaban.
" Pertanyaanmu cukup aneh sayang, jelas-jelas kau adalah Kiara pacarku." jawab David yang merasa heran.
" Jawab saja pertanyaanku David, tidak usah berkata hal-hal lain." ucapnya.
" Pertama-tama aku akan melihat dari sudut pandang, karena aku tidak bisa melihat hanya dengan satu sudut pandang saja. Bila memang kau bukanlah pacarku, aku harus mencari tahu apa alasan kau menyamar menjadi pacarku. Bila alasannya demi kebaikan, maka aku akan menerimamu apa adanya. Tetapi jika alasannya sangat tidak menyakitkan, mungkin aku akan mengusir mu untuk selamanya dari kehidupanku." jelas David.
" Tetapi hal itu tidak mungkin terjadi, karena kau adalah pacarku." ucap David dengan langsung memeluk Key.
" bila ternyata yang saat ini bersamamu bukanlah Kiara, tetapi orang lain apa yang akan kamu lakukan?" tanyanya kembali.
" Bisa tidak kita tidak membahas hal itu, hanya satu kata yang bisa aku katakan saat ini. Mungkin aku akan membuatnya pergi dari dunia ini untuk selama-lamanya, karena ia telah menghancurkan harapanku yang baru saja ku jumpai." jelas David dan kini Key menjadi ketakutan.
" Ternyata David sangat menakutkan juga, oleh karena itu aku tidak boleh membiarkan ia tahu siapa aku. Bisa-bisa ini adalah hari terakhirku di dunia ini, dan aku tidak ingin membuat Mama bersedih lagi." batin Key.
" Apa yang sedang kau pikirkan sayang, tolong jangan memikirkan hal lain pada saat bersama diriku." ucap David yang langsung memeluk Key.
" Dari tadi kamu terus saja berusaha membunuhku, walaupun ini taman belakang rumahku tetapi ada banyak mata yang memandang loh." jelas Key.
" Ada apa denganmu sayang, biasanya kita juga sering seperti ini. Kedua orang tuamu juga tidak masalah, yang terpenting kita berdua masih menjaga batas kewajaran." jelas David yang menatap Key.
" Aku hanya tidak enak badan saja, dan tidak ingin kamu tertular olehku." ucapnya memberi alasan.