Sepahit Sembilu

Sepahit Sembilu
Key 43



Kini mereka sudah selesai makan, mereka pun langsung pulang. Rey mengendarai motornya dengan kecepatan tinggi, dan akhirnya mau tidak mau Key harus memeluknya agar tidak jatuh. Setelah berlomba dengan angin malam, akhirnya mereka sudah tiba di depan rumah Key.


" Mau mampir nggak?" tanyanya utuk sekedar basa-basi.


" Nggak usa Key, kebetulan uda malam. Aku nggak enak sama orangtuamu." ucapnya.


" Alhamdulillah." batinnya dengan tersenyum.


" Yauda, kalau begitu hati-hati ya." ucapnya.


" Iya." jawabnya kemudian motornya pun segera pergi meninggalkan rumah Key.


Key pun langsung segera masuk kedalam, Dika mencari keberadaan Rey. Tetapi tidak menemukannya juga, dan akhirnya ia pun bertanya kepada Key.


" Dimana Rey Dek?" tanya Dika.


" Dia sudah pulang Kak." jawabnya.


" Loh kenapa cepat sekali?" tanyanya yang penasaran.


" Ini sudah malam Kak, kan nggak mungkin Rey menginap di sini." ucapnya.


" Ya nggak gitu juga Dek." jawabnya.


" Yauda kalau begitu Adek masuk ke kamar dulu Kak." ucapnya kemudian langsung pergi.


" Sepertinya ada yang aneh dengan Key, atau hanya perasaan ku aja ya." ucapnya dengan menatap kepergian Key.


" Nggak ada yang aneh Kak, Key hanya kecapean aja." ucap Eza yang baru saja muncul.


" Kau mengagetkan saja, untungnya aku nggak punya penyakit jantung." ucapnya dengan memegang dadanya yang kaget.


" Maaf Kak Dika, habisnya Kak aneh. Wajarlah kalau Key lelah, ia kan sudah seharian keluar. Waktu pagi ia kuliah, dan siangnya dia mencari Kia." jelasnya.


" Yang kau katakan memang benar, tapi nggak usa ngagetin juga kali. Dan membicarakan tentang kuliah, kau dan Bismar kapan mau balik kuliah?" ucap Dika dan membuat Eza kebingungan.


" Kampusku belum masuk Kak, tapi kalau Kak Bismar nggak tau." jawabnya.


" Ada apa ni nyebut-nyebut namaku." ucapnya yang baru saja muncul.


" Kak Dika nanya kapan Kak Bismar masuk kuliah." ucap Eza.


" Oh ternyata soal itu, rencana besok siang aku berangkat." jawabnya dan mengejutkan keduanya.


" Kenapa nggak ada bilang, Mama sama Ayah uda tau?" tanya Dika yang penasaran.


" Mama sama Ayah uda tau kok, jadi besok anterin aku ya!" ucapnya.


" Ya ampun, kau ini ya. Yauda nanti Kakak antar, tapi mungkin lebih baik kau bilang ke Key. Takutnya nanti dia nyariin, terus kalau sampai dia marah gimana?" ucap Dika.


" Tapi kayaknya nggak mungkin dia marah deh Kak." ucap Bismar.


" Kau yakini tidak akan marah, sedangkan kita saja belum mengenalnya lama. Dan aku rasa Karena dia kembar dengan Kia, pastinya walaupun mereka memiliki sifat dan karakter yang berbeda pastinya sikit banyaknya mereka memiliki sifat yang sama juga." jelas Dika.


" Yang tadi Kak Dika bilang ada bandaranya juga, kalau begitu nanti aku akan menuju ke kamarnya. Entah kenapa aku takut kalau dia marah, jangan-jangan sifatnya kalau marah sama lagi kayak Kia." ucap Bismar yang membayangkan kemarahan Kia.


" Kalau soal itu nggak ada yang tahu, tetapi mungkin saja bisa terjadi sama." ucap Dika dan keduanya pun mengangguk.


Bismar pun langsung menuju kamar Key, iya ingin mengatakan kepada adik kecilnya kalau esok hari ia akan pergi. Sebenarnya ia enggan untuk meninggalkan adik kesayangannya itu, tetapi ia harus segera pergi ke sana karena di sana tempat ia menempuh pendidikan.


Tok


Tok


Tok


" Ini Kak Bismar Dek." ucapnya dan Key pun langsung membukakan pintu.


" Masuk dulu Kak." ucapnya mempersilahkan dan Bismar langsung masuk ke kamar adiknya itu.


Bismar kini kebingungan harus berkata dari mana, iya tidak tahu harus mengatakan apa kepada Key.


" Sepertinya Kakak ingin mengatakan sesuatu ya?" tanya Key yang melihat tingkah aneh Bismar.


" Yang kau katakan memang benar, tetapi Kakak tidak tahu harus memulainya dari mana. Yang jelas intinya besok Kakak akan pergi De…" ucapnya yang terhenti.


" Kakak mau pergi ke mana?" tanyanya yang langsung memeluk Bismar.


" Kamu nggak usah panik Dek, Kakak nggak akan pergi ke mana-mana kok. Kakak cuma harus berangkat kuliah aja, dan semester depan Kakak akan balik untuk menemui dirimu." jelasnya dan Key pun sedikit tenang.


" Ya ampun habis hari ini, aku sampai takut loh. Aku kira Kakak mau ninggalin aku selamanya, nggak taunya cuma mau berangkat kuliah. Kakak ini nyebelin banget tahu, terus Kakak berangkatnya kapan?" ucap Key yang sedikit kesal.


" Besok siang Kakak berangkat." ucapnya dan mengagetkan Key.


" Cepet banget Kakak berangkatnya?" tanyanya yang kaget.


" Perkuliahan udah masuk Dek, jadi Kakak harus segera kembali ke sana. Kalau Kakak kelamaan di sini, bisa-bisa Kakak dibuat nggak lulus." ucap Bismar.


" Ya jangan sampai kayak gitu juga Kak, nanti Mama sama Ayah bisa marah Kak." ucapnya dengan ekspresi panik.


" Hahaha, iya loh Dek. Lagian Kakak pun nggak mau kayak gitu, bisa habis nanti Kakak sama Ayah dan Mama." ucap Bismar.


" Syukur alhamdulillah kalau Kakak mengerti, kalau begitu besok Adek ikut nganterin." ucapnya.


" Yauda besok Kakak tunggu ya." ucapnya dengan mengelus kepala Key.


" Oke, Kak." ucapnya dengan tersenyum.


" Yauda kalau gitu Kakak keluar dulu ya, Adek tidur dulu." ucapnya kemudian segera keluar dari kamar Key.


Setelah Bismar keluar dari kamarnya, Key pun segera membaringkan tubuhnya di atas tempat tidur. Jujur saja ia sangat merasa lelah, hari ini ia dan Rey sudah melakukan perjuangan yang cukup keras. Tetapi hal tersebut masih juga belum membuahkan hasil, dan rencananya mereka akan melanjutkan pencariannya esok hari.


...----------------...


Pagi yang salah, Key turun ke bawah untuk sarapan pagi bersama dengan keluarganya. Dan selesai sarapan seperti biasa ia akan berangkat ke kampus, namun hari ini sangat berbeda. Biasanya Key akan diantar oleh Dika, tetapi hari ini ia dijemput oleh Rey.


Awalnya Key sangat kaget dengan kehadiran Rey, tetapi ia tidak bisa berkata apa-apa. Dan jujur saja ia tidak berani untuk mengusir Rey, karena Rey sudah berjasa untuk mencari kembarannya. Walaupun hari ini jantungnya berdebar sangat kencang seperti kemarin, tetapi ia tetap berusaha agar bersikap normal.


" Mengapa kau ada di sini?" tanya Key yang kebingungan.


" Kakak yang mintanya untuk datang." gocap Dika yang tiba-tiba saja muncul.


" Mengapa Kakak memintanya untuk datang?" tanyanya yang penasaran.


" Pagi ini Kakak ada meeting, dan kedua kakakmu itu juga sering sibuk. Mereka sedang mempersiapkan untuk keberangkatan Bismar siang nanti, karena itu kakak menghubungi Rey untuk menjemputmu." jelas Dika.


" Ya ampun kakakku ini, kan aku masih bisa naik angkot. Mengapa sih mereka harus menghubungi Rey, padahal kan masih ada orang lain." batin Key yang kesal.


" Adek tidak masalah kan, lagian kalian juga satu kampus." ucap Dika yang merasa kalau ekspresi Key hari ini sangat aneh.


# Maaf ya teman-teman, nafras sedikit sibuk lagi penelitian soalnya, hehehe. Nafras akan usahakan up setiap hari. Ikuti terus kelanjutannya dan jangan lupa like, share, komen serta selalu dukung nafras ya teman-teman. Dan baca juga karya-karya nafas yang lain.


1. Naura Abyasya


2. Derai Yang Tak Terbendung


3. Reka Walau Sesak


4. Azilla Aksabil Husna