Sepahit Sembilu

Sepahit Sembilu
Key 7



Sedikit pengenalan



Nama : Reyzaldi


Karakter : Mandiri, tegas, dan suka menolong.


Hobby : Bermain gitar


Makanan kesukaan : Nasi goreng


Minuman kesukaan : Jus mangga


...----------------...


" Kak Mia awas, aku ada kelas." ucap Key.


" Aku nggak peduli, urusan kita belum selesai." ucap Mia dengan tatapan sinis.


" Kak Mia apa nggak ada kelas?" tanya Key.


" Ada sih, tapi aku bebas. Kau lupa ya, orang tuaku adalah anggota yayasan disini. Jadi ya suka-suka aku mau masuk apa nggak." ucapnya dengan tersenyum.


" Hadu, kalau begini susa ni, aha aku punya ide." baginya dengan tersenyum.


" Apa yang sedang kau pikirkan?" tanya Hana yang curiga.


" Nggak ada, wah kak Rey ganteng banget." ucap Key.


" Mana, dimana Rey?" tanya Mia, dan kemudian ia pun langsung mencari kesekitar.


Key pun memanfaatkan Mia yang sedang lemah, ia pun segera berlari menuju kelasnya.


" Eh dimana anak tadi." ucapnya yang bingung dan kemudian ia pun melihat Key yang berlari ke arah fakultas.


" Awas kau ya." Teriak Mia.


Key tidak memperdulikan Mia, ia pun terus berlari menuju kelasnya. Dan untungnya ia sampai di kelas sebelum dosennya tiba.


" Syukurlah dosennya belum datang." ucapnya kemudian langsung duduk di kursi kosong.


" Hai kenalin aku Indi." ucap seorang perempuan yang ada di samping Key.


" Hai juga, kenalin aku Key." ucapnya kemudian keduanya bersalaman.


" Semoga kita bisa berteman." ucap Indi dengan tersenyum, dan Key hanya tersenyum.


Tidak lama setelah itu hadirlah seorang dosen, dosen itu pun memperkenalkan dirinya. Dan juga mata kuliah yang diampu.


" Baik semuanya, perkenalkan nama saya alam. dan saya di sini mengampuni mata kuliah sejarah sastra." ucap dosen tersebut.


" Oh ternyata namanya Pak alam." ucap seorang mahasiswi.


" Pak alam ganteng ya." ucap mahasiswi satunya lagi.


" Iya yang kau katakan benar, pengen deh jadi pacarnya Pak alam." ucap mahasiswi satunya lagi.


" Baik sekarang saya ingin kalian memperkenalkan diri, dan juga alasan kalian memilih jurusan ini?" tanya pak Alam.


Semuanya pun mulai memperkenalkan diri dan alasan mereka masuk ke jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Dan kini sampai di giliran Indi.


" Perkenalkan nama saya Indi, saya ingin masuk jurusan ini karena saya suka membaca novel." ucapnya.


" Ok, kalau begitu yang sebelahnya silakan!" ucap pak Alam.


" Perkenalkan nama saya Keyza Aldrian, saya ingin masuk jurusan ini karena saya tertarik dengan puisi." ucapnya.


" Keyza Aldrian, kau anak biaya siswa ya?" tanya pak Alam, dan Key pun mengangguk.


" Wah, dia anak biaya siswa. Dia pasti sangat pintar, kalau tidak mana mungkin dia bisa masuk." ucap salah satu mahasiswa.


" Harus saya jawab pak?" tanya Key.


" Iya la, lihat tuh teman-temanmu sudah menantinya." ucap pak Alam.


" Kalau begitu, baik saya akan cerita. Tujuan awal saya ingin masuk kuliah di sini, agar saya bisa mencari ayah saya." jelasnya dan membuat semuanya bingung.


" Maksudmu apa?" tanya pak Alam.


" Saya anak broken home Pak, dan orang tua saya sudah berpisah sejak saya masih kecil. Bahkan saya baru mengetahui kalau ayah saya masih hidup beberapa bulan yang lalu sebelum bunda saya meninggal. Dan bahkan saya juga baru tau kalau saya juga memiliki saudara kembar." jelasnya dan membuat beberapa mahasiswa meneteskan air mata.


" Yang kau katakan itu semua kebenaran?" tanya pak Alam yang masih tidak percaya.


" Ya itulah kenyataan pak, dan mungkin sangat sulit untuk dipercayai." jawab Key.


" Lalu bagaimana, apakah kau sudah bertemu dengan ayahmu?" tanya pak Alam.


" Alhamdulillah saya sudah bertemu dengan ayah saya." ucapnya dengan tersenyum.


" Lalu bagaimana dengan kembaran mu?" tanya pak Alam lagi.


" Saudara kembar saya sudah meninggal, itulah kabar yang saya dengar pak." ucapnya dengan meneteskan air mata.


" Apa, jangan-jangan saudara kembar mu itu Kiara Aldrian." ucap pak Alam dan Key pun mengangguk.


" Eh tunggu, bagaimana bapak bisa tau tentang kembaran saya?" tanya Key.


" Kiara adalah anak yang lembut dan juga berprestasi, ia sama denganmu. Ia memiliki kekasih yang juga berkuliah di kampus ini, tetapi senja kepergian Kiara pemuda itu tidak pernah tampak lagi. Banyak yang mengira kalau pemuda itu sudah depresi, dan mungkin saat ini ia berada di RSJ." jelaskan alam dan membuat semua mahasiswa dan mahasiswi menjadi penasaran dengan sosok kekasih Kiara.


" Saya tidak salah dengarkan Pak, kau tidak salah dengar. Dan kalau kau penasaran dengan sosok pemuda itu, kau bisa menemui saya nanti seusai kelas. Dan saya akan memberikan kontak pemuda itu kepada dirimu." jelas Pak Alam.


Tiba-tiba saja ada seorang gadis yang mengetuk pintu, dan ia pun meminta paham untuk ke ruangan kaprodi. tetapi gadis itu tiba-tiba saja kaget, ketika ia melihat Key yang sangat mirip dengan Kiara.


" Permisi Pak Alam, bapak dipanggil ke ruangan Kaprodi." ucapnya.


" Baik Lita, saya akan segera ke sana." ucap pak Alam.


" Iya Pa-pak." ucapnya yang terhenti, dan ia pun tampak melamun.


" Kiara, kau masih hidup." ucapnya kemudian langsung memeluk Key.


" Maaf Kak, kalau lepaskan. aku nggak bisa nafas." ucapnya dan Nita pun segera melepaskan pelukannya.


" Maaf ya Kia, aku nggak bisa mengontrol emosiku. Aku sangat senang kau masih hidup, dan aku yakin ketika David melihatmu ya pasti akan pulih." ucap Lita dengan sangat gembira.


" David itu siapa Kak?" tanya Key yang penasaran.


" Kia, jangan bilang kau melupakannya. David itu pacarmu." ucap Lita dengan menatap Key.


" Oh jadi David itu pacarnya Kia." ucapnya dan membuat Lita kebingungan.


" Apa maksudmu Kia, Kau adalah Kia. loli Kenapa kamu menyebutkan seakan-akan kau itu bukan Kia." tanya kita yang penasaran.


" Ya karena aku memang bukan Kia, aku Key kembarannya Kia." jelas Key dan membuat Lita kaget.


" Aku ingat, dia pernah bilang kalau dia punya saudara kembar. Aku kira awalnya dia hanya menghalu, eh ternyata dia memang memiliki saudara kembar." ucap Lita dengan mengingat kejadian lalu.


...----------------...


" Iya kok pasti cantik memakai gaun ini, dan David pasti akan terpanah olehmu." ucap Lita.


" Kak Lita bisa aja." jawab Kia.


" Aku nggak pernah bohong Kia, dan apa yang aku bilang biasanya benar." ucap Lita dengan tersenyum.


...----------------...


Key pun langsung pingsan setelah melihat ingat Lita tentang Kia, semua mahasiswa dan mahasiswi di kelas itu menjadi kaget. akhirnya pak Alam meminta seorang mahasiswa untuk membawa Key ruang UKS.


" Hai kamu yang di ujung situ, tolong angkat Key dan bawa dia ke UKS. Dan untuk yang lainnya silakan pelajari materi yang sudah saya kirim di grup WA." ucapan pak Alam kemudian membawa Lita pergi dari ruangan itu.