Sepahit Sembilu

Sepahit Sembilu
Key 10



" Oh jadi begitu, Key ini teman sekelas aku. Dan mulai sekarang, ia akan menjadi sahabat aku." jelas Indi dengan tersenyum.


" Kalau begitu kakak senang, kebetulan Key juga orang yang baik." ucap Moza dengan tersenyum.


" Ya begitulah, aku pertama kali bertemu dengan Key saja sudah nyaman." ucapnya.


" Apaan si kalian berdua, dan oh iya siapa itu Zaki?" tanya Key yang penasaran.


" Zaki itu kakak aku, tapi sayang beberapa bulan yang lalu dia menghilang. Kami masih berusaha mencarinya sih, tapi kami tidak yakin dia masih hidup." ucap Indi.


" Kenapa kau bilang seperti itu, memangnya apa yang terjadi?" tanya Key yang penasaran.


" Beberapa bulan yang lalu kakakku ingin naik gunung, tapi mobil yang ia tumpangi mengalami kecelakaan. Dan dari kecelakaan itu hanya kak Moza saja yang selamat, bahkan mama ku dan mama sahabatnya kak Moza juga sangat terpukul. Dan keduanya membenci kak Moza, walaupun begitu aku masih berusaha menenangkan kak Moza. Karena menurut ku kak Moza nggak bersalah." jelas Indi.


" Kecelakaan, Moza. Atau jangan-jangan yang menghilang bersama dengan kembaran ku dan 3 orang lainnya itu kakakmu." ucap Key yang tidak percaya.


" Iya bener, saat itu kami pergi berenam." ucap Moza yang tanpa sadar meneteskan air mata.


" Apa jadi salah satu korban itu kembaranmu. Apa jangan-jangan kembaran mu itu sahabat kak Moza." tebak Indi.


" Iya bener, kembaran sih Key adalah sahabat ku. Dan mama dari mereka kini sangat membenci ku." ucap Moza.


" Kalau begitu, siapa saja korban dalam kecelakaan itu?" tanya Key yang penasaran.


" Ok, aku akan kasih tau. Kami saat itu 6 orang, dan disana ada aku, Zaki yang merupakan kakaknya Indi, lalu kembaran kamu sih Kiara, lalu ada Bili, Sara, dan Sinar. Dan Bili, Sara dan Sinar sudah ditemukan. Tetapi Zaki dan Kiara belum ditemukan sampai sekarang." jelas Moza.


" Jadi yang belum ketemu si Kia dan juga kak zaki?" tanya Key.


" Ya begitulah." ucap Indi.


" Berarti masih belum ada kepastian tentang kak Zaki, lalu kenapa kau menyuruh Moza untuk mencari pengganti kak Zaki." ucap Key yang masih bingung.


" Tetapi kemungkinan kak Zaki untuk hidup itu kecil, jadi aku tidak ingin kak Moza bersedih sendirian." ucap Indi.


" Oh jadi seperti itu, yauda la kalau begitu Moza. Kau mau di bantuin nggak untuk cari pasangan." ucap Key dengan mengedipkan matanya.


" Ya ampun Key, kenapa sekarang kau juga jadi ikut-ikutan sama Indi." ucap Moza yang juga menggelengkan kepalanya.


" Maaf, sengaja. Hehehe." ucapnya sambil tertawa.


...----------------...


" Woy, dari mana aja?" tanya Niko Sahab Rey.


" Nemuin Key." jawabnya.


" Key, anak baru yang dikejar-kejar sama Mia itu ya." ucap Niko.


" Ya begitulah." jawabnya.


" Apakah terjadi sesuatu dengannya?" tanya Niko yang penasaran.


" Iya, dia tadi pingsan di kelas. Dan sekarang dia ada di UKS." jelas Rey.


" Bagaimana bisa, apakah kau tau kronologinya?" tanya Niko yang penasaran.


" Kalau untuk itu aku juga nggak tau, nanti aku tanya sama Indi dulu. jawab Rey.


" Indi sepupumu itu, yang merupakan adik Zaki?" tanyanya yang penasaran.


" Iya, memang Indi mana lagi."ucap Rey.


" Ya mana ku tau, siapa tau kau kenal Indi yang lain." ucap Niko.


" Nggak ada, kalau bukan karena Indi itu sepupu aku. Aku juga nggak akan pernah kenal sama yang namanya Indi." ucap Rey.


" Yakin kau, nanti kalau kau tiba-tiba kenal sama Indi yang lain kaget." ucap Niko.


" Sudahlah, aku malah berdebat dengan mu." ucap Rey.


...----------------...


" Waalaikumsallam." ucap ibu Aisyah kemudian langsung lari menuju kedua putranya.


" Kalian pulang kenapa nggak bilang-bilang." tambah Bu Aisyah.


" Kan biar kejutan untuk mama." ucap Eza dengan tersenyum.


" Kalian ini." ucap Bu Aisyah dengan mencubit kedua putranya.


" Kembaran Kia mana ma?" tanya Bismar.


" Oh jadi kalian pulang karena mendengar kabar itu." ucap Bu Aisyah.


" Iya ma, dan kami sangat penasaran dengannya." ucap Eza.


" Kalian masuk kamar dulu dan bersih-bersih, Key nanti siang baru pulang." ucap ibu Aisyah.


" Oh jadi namanya Key." ucap Bismar.


" Jadi kalian nggak tau namanya?" tanya Bu Aisyah dan keduanya menggeleng.


" Ya ampun, pasti yang ngasih tau sih Dika." tambah Bu Aisyah, dan keduanya pun mengangguk.


" Kak Dika ngasih informasi ngga lengkap." ucap Eza.


" Udalah, kayak nggak tau kak Dika aja. Dia kan pelupa." ucap Bismar.


" Kalian ini ya, selalu aja ngomongin kakak kalian. Coba aja kakak kalian yang ngomongin kalian, pasti kalian marah besar." ucap Bu Aisyah.


" Iya, maaf ma." ucap keduanya.


" Oh iya ma, memang si Key kemana?" tanya Eza.


" Jam segini ya dia di kampus la." ucap Bu Aisyah dan membuat keduanya penasaran dengan kampus Key.


" Dia kuliah di mana ma?" tanya keduanya yang penasaran.


" Di universitas Pelita." jawab Bu Aisyah dan membuat keduanya kaget, karena mereka mengetahui seperti apa kampus pelita. Walaupun kampus pelita adalah kampus swasta, tetapi untuk masuk ke sana sangatlah sulit. Bahkan mereka berdua juga pernah di tolak oleh kampus itu, hanya Dika kakak pertama mereka yang berhasil masuk ke universitas itu.


" Mama lagi bercanda kan?" tanya mereka yang masih kaget.


" Ngapain juga, mama ngomong yang sebenarnya." jawab Bu Aisyah kemudian langsung pergi meninggalkan kedua putranya.


" Eza, aku nggak salah denger kan?" tanya Bismar.


" Nggak kak, aku juga mendengarnya. Kampus yang menolak kita, ternyata menerima key." jawab Eza.


" Wah sepertinya Key sangat pintar." ucap Bismar.


" Sepertinya begitu kak, kalau begitu aku masih kamar dulu ya kak." ucap Eza, kemudian ia langsung pergi menuju kamarnya.


Bismar yang melihat kepergian sang adik, ia pun akhirnya memutuskan untuk pergi ke kamarnya juga. Ia langsung meletakkan barang-barang, kemudian ia pun tertidur.


...----------------...


" Aku masih nggak terima dengan kejadian tadi pagi, dengan mudanya ia kabur dariku." ucap Mia yang kesal.


" Kau kenapa Mia?" tanya seorang gadis yang baru saja muncul.


" Aku sedang kesal." ucapnya.


" Apakah dengan garis yang ada di forum kampus itu?" tanya gadis itu.


" Iya bener, aku sangat benci dengannya." ucap Mia.


" Mau aku bantu." ucap gadis itu, kemudian mereka tersenyum.


" Ini yang aku suka darimu, kalau begitu ayo. Ucap Mia kemudian mengajak gadis itu untuk menemui Key.


Keduanya berkeliling untuk mencari Key, tetapi mereka tidak kunjung menemukan Key. Hingga akhirnya Key keluar bersama dengan Indi, alangkah terkejutnya Mia. Dan akhirnya ia pun membatalkan niatnya untuk menyakitiku, karena bila Indi tahu apa yang ia lakukan pastinya ini akan menentang hubungannya dengan Rey dan alhasil satu keluarga menentang hubungan mereka.