Sepahit Sembilu

Sepahit Sembilu
Key 14



" Ya kakak nggak enak." ucap Bismar.


" Biarin aja, yang penting aku happy." ucap Dika dengan tersenyum.


" Ya kakak, sekarang kakak uda ada adek kesayangannya. Jadi melupakan aku, hiks…hiks." ucap Bismar.


" Biarin aja." ucap Dika dengan memeluk Key dan mengeluarkan lidahnya.


" Kakak ini, dari pada selalu melukin Key. Lebih baik kakak cara pacar, kebetulan aku sama Eza uda punya pa…" ucapnya yang keceplosan, dan Eza pun menatap sinis ke arah Bismar.


Aisyah yang mendengar perkataan putranya, ia pun langsung menatap putranya itu.


" Oh jadi sekarang uda punya pacar ya, pantas aja ngomongin KUA." ucap Aisyah dengan tatapan sinis.


" Maaf ma." ucapnya memohon.


" Nggak ada kata maaf, mama sekolahin jauh-jauh itu biar kalian pintar. Eh ini malah pacaran, mama kecewa sama kalian." ucap Aisyah, kemudian langsung pergi meninggalkan meja makan.


" Kakak sih pakai keceplosan, kan aku juga jadi kenak." ucap Eza.


" Ya maaf, habisnya tingkah kak Dika buat aku kesal." jawabnya dengan menunjuk ke arah Dika.


" Enak aja, yang salah itu kalian. Malah bawak-bawak aku pula, ya kan dek." ucap Dika dengan menatap Key.


" Key ngga mau ikut campur, hal ini urusan kakak bertiga." ucap Key kemudian langsung pergi menyusul Aisyah.


Key pun menyusun dapur, bahkan hingga ke taman. Dan akhirnya Key menemukan Aisyah, kini Aisyah sedang duduk di bangku taman. Key pun memperhatikan dengan serius, dan ternyata Aisyah sedang menangis.


" Mama kenapa nangis?" tanya Key yang baru saja datang.


" Mama nggak apa-apa kok sayang." jawabnya dengan berusaha menghapus air matanya.


" Mama ngga usa bohong, mama cerita aja sama Key. Dari mami nangis sendirian." ucapnya, dan kemudian langsung memeluk Aisyah.


" Mama lagi sedih, mama sengaja sekolahin mereka di luar. Biar mereka tambah pinter, tapi mama nggak nyangka. Mereka justru pacaran bukannya belajar." jelas Aisyah.


" Ma, lebih baik mama tersenyum. Dan mama harus tau, kalau bagi beberapa orang pacaran itu bisa menambah motivasi belajar. Sekarang mending mama bilang kenalkan ke mama, aku yakin pasti mereka ketar-ketir." ucap Key.


" Masuk akal juga, jangan bilang kau juga uda punya pacar?" ucap Aisyah dengan menatap Key sinis.


" Ya nggaklah ma, lagian aku masih belum mau pacaran. Apalagi cowok zaman sekarang banyak yang aneh." ucapnya dan membuat Aisyah tertawa.


" Hahaha, memang aneh bagaimana?" tanya Aisyah yang penasaran.


" Ya pokoknya aneh deh ma, dan buat Key takut." jawabnya.


" Yauda, lagian mama nggak terlalu suka orang pacaran." ucap Aisyah dan langsung memeluk Key.


" Lihat tuh, belum lama datang ke sini. Key sudah berhasil menarik perhatian mama, sebentar lagi kita akan disingkirkan." ucap Bismar.


" Key berhasil dekat dengan mama, seharusnya kita sangat bahagia. Tetapi hal itu bisa berubah, karena mama sedang tidak suka dengan kita. Dan itu semua karena ulah kakak, seharusnya kakak berterima kasih sama Key. saat ini ia sedang membujuk mama, agar Mama tidak marah pada kita." ucap Eza.


" Lagian kak Bismar pakai keceplosan segala, hal yang sudah tersimpan rapat-rapat jadi terbongkar kan." ucap Sony.


" Nggak usah nambah bumbu permusuhan kenapa, kalau kau masih mau disini." ucap Dika yang baru saja tiba.


" Eh ada Kak Dika, iya kak aku minta maaf." ucap Sony yang sebenarnya tidak rela.


" Kak, kakak cari pacar dong." ucap Bismar dengan ekspresimu mohon.


" Kalau kayak gini, kami kan jadi bahagia. Secepatnya dong kak dibawa ke sini, dengan seperti itu. Mama pasti juga akan mengizinkan kami pacaran, kujur aku nggak tahan harus backstreet kalau lagi di rumah." jelas Bismar.


" Backstreet kalau lagi di rumah? jangan bilang rumahnya dekat sini?" tanya Dika untuk memastikan.


" Hehehe, iya kak." jawabnya.


" Ya ampun kalian, tiba-tiba dengar kabar kalian punya pacar. Dan sekarang pacar mu rumahnya dekat dari rumah kita, terus apa lagi? jangan ada yang disembunyikan." ucap Dika yang sangat penasaran.


" Pacarku masih anak SMA kak." ucap Eza dan membuat Dika terkejut.


" Kau pacaran sama anak SMA, kakak nggak salah dengarkan?" tanya Dika untuk memastikan apa yang dia dengar.


" Kakak nggak salah dengar kok, pacarku itu memang anak SMA." ulang Eza.


" Kalian ini, buat pusing aku aja. yang satu pacarnya dekat rumah, yang satu pacarnya anak SMA. Untung aku nggak punya satu lagi adik laki-laki, kalau misalnya aku punya dan dia bilang dia pacaran sama tante-tante. Bisa tamat dunia ini." ucap Dika yang kesal dan keduanya hanya tertawa saja.


...----------------...


" Kakak kenapa nangis?" tanya ini yang menemukan kakaknya sedang menangis.


" Indi kamu jujur sama aku, yang tadi jemput Key itu pacarnya kan?" tanya Rey dengan berderai air mata.


" Hahaha." tawa ini yang sangat kuat hingga terdengar ke telinga sang nenek.


" Indi kenapa tertawa dengan sangat kuat?" tanya Nency yang merupakan nenek keduanya.


" Coba nenek lihat aja sendiri." ucapin di dengan menunjuk Rey.


" Kau kenapa, apa terjadi sesuatu?" tanya Nency yang panik.


" Kakak lagi galau nek, soalnya cewek yang dia suka udah punya pacar." jelas Indi.


" Tuh kan dia udah punya pacar, hiks…hiks." ucapnya dengan air mata yang berderai kembali.


" Ya ampun, jadi ini semua cuma gara-gara cewek. Memang seperti apa sih rupa cewek itu, sampai-sampai kau menangis?" tanya Nency yang penasaran.


" Ini dia fotonya nek." ucap Indi dengan menyerahkan foto Key.


" Wah ternyata dia speak Dewi, kalau begitu sayang kali dirimu tidak bisa mendapatkannya." ucap Nency.


" Hahaha." tawa Indi.


" Kenapa kau semakin kuat tertawa sayang?" tanya Nency yang melihat tingkat cucu perempuannya sangat aneh.


" Ya lucu saja nek, kak Rey naksir sama orang. Terus dia lihat cewek itu berpelukan dengan seorang cowok, eh terus dia langsung nangis. Tapi dia nggak tanya sama aku, padahal saat itu aku lagi sama cewek itu. Kalau misalnya itu cowok bukan pacarnya gimana, main menyimpulkan sendiri." jelas Indi.


" Eh iya juga ya, kan kau ada di sana. Jadi otomatis kau lebih tau siapa cowok itu, kok aku nggak kepikiran nanya kau ya Indi." ucap Rey dengan memukul kepalanya.


" Ya ampun Rey, kenapa kau menjadi semangkin bodoh." ucap Nency dengan menggelengkan kepalanya.


" Aku nggak kepikiran nek." ucapnya dengan tersenyum.


" Jadi cowok itu siapa Indi?" tanya Nency pada cucuk perempuannya itu.


" Kakak dan nenek mau tau ya, sebenarnya cowok itu kakaknya Key. Makanya jangan menyimpulkan sendiri, apa-apa itu tanya dulu." ucap Indi.