Sepahit Sembilu

Sepahit Sembilu
Key 16



" Nanti kalau mau pulang kabarin ya, biar kakak jemput." teriak Eza dan membuat mahasiswa dan mahasiswi yang lewat menjadi penasaran.


Niko yang sangat penasaran, akhirnya ia menemui Eza. Dan menanyakan siapa sebenarnya Eza, karena dari cara bicaranya Eza sangat dekat dengan Key.


" Maaf kak, boleh saya bertanya." ucap Niko yang kini berada di hadapan Eza.


" Oh tentu silakan aja, mau bertanya apa?" tanya Eza.


" Sebenarnya, kakak siapanya Key sih. Tampaknya kakak sangat dekat dengannya." ucap Niko yang sebenarnya masih ragu-ragu.


" Oh soal itu, perkenalkan nama saya Eza Aldrian. saya kakak Key yang nomor tiga, sepertinya kau sangat penasaran ya." ucap Eza dengan mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan.


" Oh jadi kakak itu kakaknya Key, dan tadi kakak bilang kakak itu kakaknya Key yang nomor tiga. Berarti Key punya tiga orang kakak ya?" ucapnya yang masih bingung.


" Sebenarnya Key itu punya empat orang kakak, dan dia adalah anak bungsu saat ini." jelas Eza.


" Maksud kakak gimana?" tanya Niko.


" Mungkin lebih kau tanya sama Key aja ya, saya tidak enak berbicara mengenai ini disini dan tanpa seizin Key." ucap Eza dan kini Niko menjadi sangat penasaran.


" Ta-tapi kak, tunggu." ucap Niko.


" Maaf ya, saya harus segera pulang. Ada banyak kerjaan yang harus ku kerjakan, oh iya saya titip Key ya." ucapnya dengan tersenyum, kemudian langsung menaiki kendaraannya.


" Aku tidak menyangka, ternyata Key memiliki empat orang kakak. Kakaknya yang tadi saja sangat tampan, kira-kira bagaimana dengan kakaknya yang lainnya. Kira-kira dia punya kakak cewek nggak ya, mudah-mudahan ada deh biar bisa aku gebet. Tapi aku masih tidak menyangka, dengan gampangnya kak Eza mempercayakan Key kepadaku. Padahal kan aku nggak pernah deket sama Key, apa jangan-jangan karena cara bicara aku yang sok akrab tadi ya." ucapnya dengan memikirkan kemungkinan-kemungkinan yang terjadi.


" Dor." ucap Rey mengagetkan Niko.


" Ya ampun Rey, kau ini buat aku kaget aja." ucap Niko yang kini menjadi kesal.


" Ya maaf, sebenarnya kau sedang memikirkan apa sih?" tanya Rey.


" Oke aku akan bercerita, tadi aku sok asik sama orang. Dan dia justru menitipkan adiknya kepadaku, dan kini aku menjadi kebingungan sendiri." jelasnya.


" Hahaha, makanya jangan sok asik." ucap Rey dengan menggelengkan kepalanya.


" It's tunggu dulu, kau harus tahu dia siapa." ucapnya dengan menarik lengan grey yang ingin pergi.


" Memangnya penting untukku, kalau tadi yang mengatakan seperti itu adalah kakaknya key. Mungkin aku dengan setia akan mendengarkan, dan aku akan bersedia untuk menjaga kemanapun." ucapnya dengan tersenyum.


" Sebenarnya yang ngomong itu kakaknya Key." ucapnya dan membuat Rey menjadi kaget.


" Kau sedang bercanda kan?" tanya Rey untuk memastikan.


" Aku tidak sedang bercanda, bahkan tadi aku sempat mengobrol dengannya di sini." jelasnya dengan ekspresi serius.


" It's jangan sedih, lagian aku nggak mungkin jaga Key. Ya kaulah yang jaga, kalau aku sempat jaga Key bisa habis aku sama pacar aku." ucap Niko.


" Beneran ini, kau tidak akan menyesal kan?" tanya Rey untuk memastikan.


" Ngapain juga aku bohong, memang kau yang harus menjaganya. Kau itu sahabatku, dan kau juga yang mencintainya. Aku hanya mencarikan kunci untuk dirimu, tetapi kau yang harus pergi untuk memulainya." ucap Niko dengan tersenyum.


" Thank you Niko, kau memang sahabat terbaikku." jawab Rey dengan tersenyum kemudian mereka pun segera masuk ke ruangan kelasnya.


...----------------...


Kini Key sudah tiba di depan ruang kelasnya, Ia pun sudah mendengar desas-desus yang dibicarakan oleh teman-temannya. Teman-temannya melihatnya dengan tatapan tidak menyenangkan, dan jujur saja itu sebenarnya membuat ia merasa risih. Dan tatapan teman-temannya menjadi kan ia semakin kuat, dan membuat niatnya untuk mencari dalang di balik semuanya.


Key kini tidak memperdulikan teman-temannya, ia pun langsung duduk di kursi yang kosong. Tidak lama setelah itu dosen pun datang, dosen itu belum pernah bertemu dengan key. Dan kini ia menatap key dengan tatapan tidak suka, berita itu sudah menyebar hingga ke seluruh penjuru kampus. Dan banyak dosen yang juga sudah mendengar berita tersebut, salah satunya dosen yang masuk saat ini.


" Baik sekarang kita mulai pembelajaran." ucap dosen itu yang tidak mau melihat ke arah Key.


Dosen itu memulai pembelajaran dengan sangat baik, ia pun menanyakan kepada para mahasiswa. Dan para mahasiswa sangat antusias untuk menjawab semua pertanyaan yang diberikan oleh dosen tersebut, semuanya mendapat giliran untuk menjawab pertanyaan itu. Tetapi tidak dengan Key, karena sejak awal dosen itu sudah menatap ke arah kiri dengan sinis.


Akhirnya jam pembelajaran pun selesai, dosen itu pun segera keluar dari ruangan kelas. Kini Key merasa sangat kesal, karena dosen itu sama sekali tidak memandangnya. Selama ini ia tidak pernah merasa sekesal ini, baru kali ini ia merasakan hal yang sekesal ini. Dan bahkan itu semua disebabkan oleh rumor yang masih belum pasti kebenarannya, dan rumor itu sudah membuat namanya sangat jelek dan buruk di mata universitas.


" Yang sabar ya Key." ucap Indi.


" Kau tenang saja Indi, siang ini juga. Rumor itu akan terselesaikan, dan semuanya akan meminta maaf padaku." jelas Key.


" Indi jangan mau berteman dengannya, dia itu cewek ganjen. Nanti bisa-bisa kau juga kenak imbasnya." ucap seseorang.


" Kalian kalau ngomong jangan sembarangan, hanya karena rumor yang belum tentu kebenarannya saja kalian sudah begini." jawab Indi.


" Itu semua bukan rumor, tapi itu adalah kenyataannya. Kan sudah terdengar dan terlihat jelas, dia itu mendekati Rey. Senior kita yang sangat ganteng itu, dan kemudian semalam dia dijemput oleh senior kita juga. Senior kita yang kepintarannya sangat di atas rata-rata, aku yakin dia mendekatinya karena ingin mendapatkan sesuatu." ucap mahasiswa itu.


" Kau tidak tau siapa dia, jangan bicara sembarangan." ucap Indi yang kesal.


" Sudahlah Indi, percuma saja kau bertengkar dengan mereka. Mereka tidak akan percaya sebelum ada bukti yang jelas." jelas Key.


" Tapi mereka sudah sangat keterlaluan, dan kau kenapa diam saja sih." ucapnya.


" Siang ini kita lakukan rencana kita, aku yakin semuanya pasti akan kaget." jelasnya.


" Bagaimana caranya?" tanya Indi.


" Nanti aku akan keluar sendiri, tapi kau harus memvidio aku. Aku yakin pelakunya pasti akan menemuiku, untuk menunjukkan kesenangannya karena berhasil membuat aku di hujat." jelas Key, dan Indi pun mengangguk.