Sepahit Sembilu

Sepahit Sembilu
Key 26



" Rey, kamu sedang apa di sini?" tanya dosen tersebut.


" Saya mendengar sepupu saya ada di sini." ucapnya dan membuat dosen itu bingung.


" Siapa sepupu kamu?" tanya pak Fatir.


" Kak, syukurlah kakak ke sini. Aku sangat takut, tadi tiba-tiba aja Key pingsan." ucapnya dengan langsung memeluk Rey.


" Kau tenang saja ya dek, lagian Key juga sudah sadar kan." ucap Rey dengan melihat ke arah Key.


" Maaf ya Rey, aku uda buat Indi menangis." ucap Key yang merasa bersalah.


" Sudahlah, kau tidak usah pikirkan hal itu kembali. Sekarang bagaimana kondisi?" tanya Rey yang kini berada di sebelah Key.


" Kalau menurutku sih aku baik-baik saja, tapi nggak tahu kalau menurut dokter." ucapnya yang memang tidak mengetahui apa-apa.


" Kalian tenang saja, dia tidak apa-apa kok. Tapi saya masih heran, kenapa sepertinya dia sering pingsan?" tanya dokter itu yang merasa heran.


" Saya memang sudah terbiasa seperti ini dok." jawabnya dengan tersenyum.


" Lalu apakah kau sudah pernah memeriksakannya ke dokter?" tanya dokter itu yang penasaran.


" Saya tidak pernah memeriksanya ke dokter dok, karena di dalam keluarga saya hal seperti ini adalah hal yang lumrah." jawabnya yang tanpa sadar dan menceritakan tentang keluarganya.


" Maksud kamu bagaimana?" tanya dokter itu yang heran.


" Ini adalah penyakit bawaan dok, dan ini bukanlah penyakit yang serius. Hanya saja saya memang memiliki fisik yang lemah, jadinya menyebabkan saya bisa sering pingsan tiba-tiba." jelasnya dan dokter hanya mengangguk saja tetapi ia masih menyimpan banyak kecurigaan.


" Kau yakin hanya itu saja, karena kau kan belum pernah memeriksakannya ke dokter?" tanya dokter itu yang masih penasaran tetapi ia tidak ingin terlalu memaksa.


" Dokter tenang aja, Si Key nggak kenapa-kenapa kok. Mungkin ia hanya merasakan sesuatu tentang keberadaan kembarannya." jelas Rey dan membuat semuanya tersentak.


" Dia memiliki kembaran?" tanya dokter itu.


" Iya dong, jadi hal seperti ini adalah hal yang biasa. Biasalah ikatan batin anak kembar, bila satunya sakit yang satunya juga akan merasakannya." jelas Rey dan mereka pun mengangguk walaupun menurutnya itu masih belum pasti.


" Siapa kembarannya?" tanya Pak Fatir yang penasaran.


" Tentu saja Kia, atau yang kita kenal merupakan pacar dari David." jawab Rey.


" Pantas aja kau sangat mirip dengan Kia, tapi Kia kan sudah meninggal. Bagaimana kau bisa mengatakan kalau iya hanya merasakan keberadaan Kia?" Fatir mulai bertanya-tanya kembali.


" Bapak jangan asal ngomong ya, kak Kia itu masih hidup. Sampai sekarang saya masih bisa merasakan, kalau sebenarnya kakak kembar saya itu masih hidup." jawab ke yang sudah terlanjur emosi.


" Maaf kalau saya salah berbicara, mudah-mudahan saja apa yang kau katakan benar. dan mudah-mudahan saja kau segera bertemu dengannya ya, Maaf saya nggak bisa bantu banyak saya hanya bisa bantu doa saja." ucap Fatir kemudian segera pergi dari ruangan tersebut.


" Jau tenangkan dirimu terlebih dahulu ya, pak Fathir hanya tidak mengetahuinya saja. Ingat saat ini bukan waktunya untuk marah, saat ini kita harus menemukan bukti-bukti kalau kembaran kamu masih hidup." ucap Rey dan Key pun mengganggu.


" Semangatnya selalu membuat aku takjub, aku tidak menyangka bisa menemukan orang seperti dia. Aku berharap dia bisa berada di sebelahku, dan menemaniku hingga akhir hayatku." batin Rey dengan tersenyum dan memandang ke arah Key.


" Kak Rey, lagi mikirin apa sih kok pakai ngelamun segala." ucap Indi yang melihat kakaknya sedang melamun.


" Kakak nggak lagi mikirin apa-apa kok dek." jawabnya dengan tersenyum.


" Kakak yakin dengan apa yang kakak omongkan?" tanyanya dengan tatapan sinis.


" Kakak yakin dek, lagian kakak habis mikirin apa? saat ini nggak ada yang lebih penting dari kamu, dan apapun keinginan kamu adalah perintah untuk kakak." jawabnya dan Indi pun tersenyum.


" Nah itu yang aku mau, nanti siang pulang sekolah kakak harus membantu kami untuk mencari bukti-bukti tentang keberadaan kembarannya Key." ucap Indi dan Rey hanya mengamuk saja.


" Ya udah kakak akan bantu, lagian ini juga demi kepentingan bersama." jawab Rey dengan tersenyum.


" Makasih ya kak, kakak dan keluarga sudah sangat baik padaku." ucap Key dengan tersenyum.


" Kau jangan ngomong sembarangan, kau adalah teman Indi. Dan itu artinya kau sudah menjadi adikku juga, karena itu aku akan berusaha membantu dirimu." ucap Rey yang tidak tega melihat kondisi Key.


" Makasih ya kak." ucapnya kembali.


Rey ingin menjawab perkataan Key, tetapi tiba-tiba saja David pun datang. Dan ia pun merusak kebagian Rey, Rey pun merasa kesal dengan kehadiran David.


" Kia aku sudah cuci tangan, apakah sekarang aku boleh peluk?" tanya David dan mau tidak mau Key pun mengangguk.


David dengan sigap langsung memeluk Key, Rey yang melihat hal tersebut seperti kebakaran jenggot. Rey akhirnya memutuskan untuk keluar, karena ia tidak tahan melihat orang yang ia cintai di peluk oleh orang lain.


Indi yang mengetahui kalau saat ini perasaan Rey sedang tidak enak, ia pun segera menyusul Rey di luar. Ia menatap sang kakak dengan tatapan sendu, ia tidak tega melihat sang kakak yang bersedih. Kini ia semangkin bertekad agar dapat menemukan Kia, agar sang kakak bisa hidup bersama dengan Key dengan damai.


" Kakak pasti cemburu ya?" tanya Indi.


" Aku nggak hak untuk cemburu Indi, tapi jujur hatiku sakit melihat keduanya." ucap Rey dengan memegang dadanya yang terasa sakit.


" Kakak tenang aja ya, kita harus berusaha untuk menemukan Kia. Dengan begitu David tidak akan mengganggu kakak dan Key." ucap Indi.


" Yang bilang memang benar, tapi kakak nggak yakin kalau Kia masih hidup. Dan pastinya akan sangat sulit juga untuk membuat David menjauh dari Key." jawabnya yang sudah putus asa.


" Kakak jangan ngomong gitu dong, masa kakak kalah sebelum berperang." ucap Indi untuk menyemangati sang kakak.


" Yang kau bilang memang benar, kakak harus berjuang. Semuanya dengan cinta, kakak nggak boleh menyerah. Makasih ya dek." ucapnya dengan tersenyum dan mengelus kepala Indi.


" Nah ini baru kakakku, semangat kak." jawabnya dengan tersenyum.


" Kalau begitu sekarang kita masuk, kakak takut David ngelakuin sesuatu sama Key." ucap Rey yang khawatir.


" Iya juga ya kak, oh iya sebaiknya kakak hubungi orang tua David. Aku yakin mereka pasti nggak tau kalau David ada di sini, dan saat ini mereka pasti sedang cemas." jelas Indi dan Rey pun segera menelpon orang tua David.