Sepahit Sembilu

Sepahit Sembilu
Key 35



" Aku tidak merasa keberatan sayang, jadi kamu tidak perlu sampai segitunya." ucap David yang membuat Key kebingungan.


" Oh jadi gitu ya." jawabnya dengan tersenyum.


" Ada apa ini?" tanya Dika yang baru saja datang.


" Nggak ada apa-apa kok kak." jawab David.


" Aku kurang percaya dengan mu, saat ini adek masih kurang sehat. Jangan berbuat yang aneh-aneh kau, kalau nggak mau ku pukul." ucap Dika dan Key pun tersenyum.


" Nggak kok kak." jawab David.


" Yauda sana masuk, di sini udaranya dingin." perintah Dika dan mereka pun segera masuk.


" Makasih ya kak." ucap Key dengan berbisik.


" Sudahlah sana masuk, nanti David bisa curiga." ucap Dika.


Kini mereka semua sudah sampai di dalam, mereka semua sedang duduk di sofa ruang utama. Dika pun akhirnya memulai percakapan, agar suasana tidak menjadi canggung.


" Maaf sebelumnya David, sebenarnya kami sedang dalam misi saat ini." ucap Dika dan David pun menjadi penasaran.


" Misi apa ya kak?" tanya David.


" Kami sedang mencari keberadaan kembarannya Kia." jelasnya dan David pun tersentak.


" Kamu punya kembaran beb?" tanya David dengan melihat ke arah Key.


" Iya aku punya kembaran." jawabnya dengan mengangguk.


" Lalu kembaran mu dimana sekarang?" tanyanya.


" Kembarannya menghilang dalam sebuah kecelakaan." jelas Dika.


" Apa, ini beneran?" tanyanya yang kaget.


" Iya David, karena itu kondisi Kia menjadi seperti ini." jelasnya.


" Bagaimana bisa dikaitkan dengan kondisi Kia?" tanya David yang penasaran.


" Mereka berdua kan kembar, jadi mereka memiliki ikatan batin. Jadi saat ini Kia sedang merasakan kesakitan yang dirasakan oleh kembarannya." jelas Dika.


" Yang di bilang sama kak Dika benar, karena itu aku sedang berusaha mencari dia. Karena aku yakin kalau dia masih hidup." ucap Key.


" Kalau begitu aku juga ikut membantu ya." ucapnya dengan tersenyum.


" Kau yakin?" tanya Key.


" Tentu saja, asalkan itu demi kesehatanmu. Aku akan berusaha untuk membantu mu sayang." ucapnya dengan tersenyum.


" Ya sudah, kalau begitu besok kami akan melakukan pencarian. Dan bila kau memang ikut, besok sepuluh kampus kita ketemu di gerbang." jelas Dika.


" Oke, tidak masalah kak." jawabnya.


Mereka pun terus berbincang, hingga tanpa mereka sadari waktu sudah petang. David pun izin untuk pulang, dan kini semuanya sudah berkumpul di meja makan. Semuanya tampak sedang bingung, karena David tiba-tiba saja datang ke rumah mereka.


" Karena David sudah datang ke sini, kalau begitu kau harus belajar menjadi Kia. Jangan sampai dia curiga, karena itu akan sangat berbahaya. Ayah tidak ingin kehilangan lagi, sekarang yang ayah punya hanya dirimu Key." ucap Aldrian.


" Key akan berusaha melakukan yang terbaik, agar ayah dan semua menjadi tenang." jawabnya.


" Ayah tenang saja, Dika akan selalu memantau keadaan mereka." jawab Dika.


" Kau tidak bisa selalu berada di dekat Key, apalagi sekarang perusahaan sedang membutuhkan mu." ucap Aldrian.


" Yang dikatakan oleh ayah benar kak, jadi kakak tidak bisa selalu ada di dekat ku. Bila kakak terlalu sering di dekat ku, hal itu juga akan membuat David curiga." ucap Key.


" Terimakasih ma, Key akan baca-baca buku ini." jawabnya dengan tersenyum.


" Kau jangan terbiasa menyebut nama mu sayang, sekarang gunakan kata aku atau adek. Agar kau tidak kelepasan saat berbicara dengan David, mama tidak ingin terjadi sesuatu kepadamu sayang." ucap Aisyah dengan mengelus kepala Key.


" Aku akan berusaha untuk merubahnya ma." jawabnya.


Kini makanan sudah tersaji semua, dan mereka pun langsung menyantap makanan tersebut. Semua makan dengan tenang, walaupun sebenarnya suasana hati mereka sedang tidak tenang. Itu semua di karenakan keluarga Yusuf sudah mengetahui keberadaan Key, dan mereka sangat takut kalau Key akan bernasib sama seperti Kia kembarannya.


...----------------...


David sudah sampai di rumahnya, kini ia langsung masuk ke dalam kamarnya. Ia pun memikirkan apa yang dikatakan oleh Dika, ia masih tidak percaya kalau yang ia temui tadi bukanlah Key.


" Aku tidak menyangka kalau kau bukanlah Kia, kalau saja aku tidak mendengarkan percakapan mu di ruang dosen tadi. Aku juga tidak akan mengetahui hal ini, mengapa hal ini harus terjadi. Rasanya aku ingin menyembunyikan mu dari lembah hitam ini, tetapi hal itu sangat sulit karena mama dan papa ku sudah mengetahui keberadaan mu." ucap David dengan mengacak-acak rambutnya.


Tiba-tiba terdengar suara ketukan pintu, David pun langsung kaget. Ia takut perkataannya di dengar, kini wajahnya memucat saat membuka pintu.


" Eh rupanya mama." ucap David ketika membuka pintu.


" Kau kenapa tampak tegang?" tanya Nayla.


" Nggak kok ma, aku nggak apa-apa." jawabnya dengan tersenyum.


" Kau yakin?" tanya Nayla.


" Yakin ma." jawabnya.


" Yasudah, ngomong-ngomong kau dari mana?" tanya Nayla.


" Aku dari rumah Kia ma." jawabnya.


" Kalian nggak ada pergi kemana-mana?" tanya Nayla yang penasaran.


" Nggak ada ma." jawabnya.


" Kenapa nggak pergi?" tanya Nayla yang penasaran, karena nggak biasanya anaknya betah di rumah.


" Iya ma, tadi pas aku datang Kia pingsan. Jadi tadi aku nemani Kia di kamarnya, dan nggak kemana-mana deh." jawabnya.


" Oh jadi begitu, lalu sekarang bagaimana kondisi Kia?" tanyanya.


" Kia uda sadar ma, cuma tingkahnya agak beda aja." ucapnya.


" Beda gimana?"


" Ya dia tiba-tiba nggak mau di peluk, padahal biasanya dia yang meluk aku duluan." jawabnya.


" Apa, itu mah kau yang kurang kerjaan. Kalian itu masih anak kuliahan, memangnya kalian uda mau nikah. Pakai peluk-peluk segala." ucap Nayla.


" Mama kayak nggak pernah muda aja." ucapnya.


" Kalau soal itu…" ucapnya yang terhenti kemudian langsung meninggalkan David.


" Ya mama nggak enak." teriak David.


" Sepertinya mama nggak dengar omongan ku tadi." batinnya dengan mengelus dadanya.


David pun kini kembali ke kamarnya, ia pun masih memikirkan tentang Key sambil memegang foto Kia. David mulai merasakan rasa nyaman saat bersama dengan Key, terutama saat ia menggoda Key. Menurutnya wajah Key sangat lucu, dan ia sangat ingin tertawa. David terus saja memikirkannya, hingga tanpa sadar ia pun tertidur.


...----------------...


Kini Rey sangat galau, karena ia sudah tidak bisa berduaan dengan Key lagi. Karena kini ada David di antara mereka berdua, apalagi David sudah menjadi pacarnya. Walaupun sebenarnya yang pacar David itu adalah Kia yang merupakan saudara kembar Key, tetapi karena suatu kondisi Key harus menyamar menjadi Kia. Dan hal itu membuat Key kehilangan masa indahnya, terutama mengenai cinta.