Sepahit Sembilu

Sepahit Sembilu
Key 46



" Dia sangat jauh berbeda dengan dirimu, bahkan ia memiliki banyak kelebihan yang tidak engkau miliki." ucap Rey yang membela Key.


" Tidak mungkin, aku lebih segala-galanya daripada dia. Dia hanyalah anak orang susah yang tiba-tiba saja masuk ke sini, sedangkan aku merupakan anak memegang saham di yayasan ini. Dari status sosial saja dia sudah kalah jauh dari aku, jadi tidak mungkin kalau dia jauh di atasku." ucapnya yang tidak terima.


" Apakah kau yakin dia adalah anak orang susah, bagaimana kalau ternyata dia bukan anak orang susah." ucap Rey dan Mia pun kebingungan.


" Yang aku katakan adalah kebenarannya, dan aku juga sudah menyelidiki latar belakangnya. Dia hanyalah anak yang tinggal sebatang kara, ibunya sudah meninggal. Dan ayahnya tidak diketahui keberadaannya, semenjak perpisahan kedua orang tuanya." jelasnya dan membuat Key terkejut.


" Kau telanjang mencari informasi pribadiku, aku tidak menyangka kau memiliki sikap dan karakter yang sangat buruk." ucapnya yang emosi.


" Suka-suka aku dong, selagi aku memiliki uang. Semuanya bisa berjalan dengan lancar, dan untuk mencari latar belakang adalah hal yang sangat mudah." jelas Mia.


" Kau memang bisa mencari tentang latar belakang pribadinya, tetapi kau hanya bisa mencari sampai di sana saja. Karena ia tidak hidup sebatang kara di dunia ini, kini ia sudah bertemu dengan Ayahnya." jelas Rey.


" Apa maksudmu, Itu semua tidak mungkin. Orang yang aku kalahkan adalah orang yang cukup ahli, dan selama ini informasi yang mereka berikan adalah informasi yang akurat." ucapnya.


" Ternyata benar apa yang dikatakan oleh orang, kau sangat sering menyelidiki tentang orang-orang di sekitarku. Untungnya aku memiliki orang yang aku bisa percaya, dan ia bisa menghentikan sebagian dari tugas yang kamu berikan kepada orang itu." ucap Rey dan Mia pun menjadi kebingungan, karena selama ini Rey sudah mengetahui apa yang ia lakukan.


" Maafkan aku Rey, aku tidak ada maksud seperti itu. Aku hanya ingin kau menjadi pendampingku, karena itu aku melakukan hal ini." ucapnya dengan ekspresi memohon.


" Aku tidak bisa memaafkan mu, sekarang segera pergi dari hadapanku. Dan jangan pernah ganggu kehidupan pribadiku lagi, atau jangan salahkan aku jika semua aibmu akan tersebar." ancam Rey demi dia pun menjadi ketakutan.


" Jangan sebarkan Rey, nanti Ayahku akan marah. Aku mohon Rey, aku janji nggak akan menggantikan kau lagi." ucapnya dengan memohon.


" Aku masih tidak yakin dengan ucapan mu, apakah ada jaminan?" ucapnya yang memang tidak percaya.


" Aku beneran Rey, tapi tolong jangan sebarkan." ucapnya.


" Sudahlah Kak, kalau dia berbuat seperti ini lagi ya tinggal kita sebarkan. Untuk kali ini kita berikan kesempatan kepadanya, tapi jika terulang maka nama baiknya akan hancur." ucap Indi dengan tatapan sinis, Mia menjadi semangkin ketakutan.


" Yang kau katakan memang benar Dek, kalau begitu kita tinggal tunggu tanggal mainnya aja." ucap Rey dengan tersenyum.


" Ternyata mereka berdua sangat menyeramkan." batik Key.


" Ampun Rey, aku janji akan menepati janjiku." ucapnya.


" Aku pegang perkataanmu, namun jika terulang. Maka kau tau konsekuensinya buka, yauda sana pergi." bentak Rey dan Mia pun langsung pergi dari hadapan mereka.


Rey dan Indi tertawa melihat tingkah Mia, seorang Mia yang selalu ditakuti. Tetapi hari ini, ia justru takut pada mereka. Dan hal itu membuat mereka sangat bahagia, tetapi tidak dengan Key yang merasa kalau keduanya sangat menyeramkan.


" Kenapa kau diam saja Key?" tanya Indi yang mengagetkan Key.


" Aku tidak apa-apa kok." jawabnya.


" Jadi itu semuanya akting, tetapi yakin kalian sangat menyeramkan. Aku kira itu tadi asli loh, dan aku mulai berpikir kalau aku selalu menilai orang." jelasnya dan keduanya pun tertawa dengan sangat kuat.


" Penilaianmu akan seseorang tidak pernah salah, karena orang yang memiliki kemampuan seperti kita tidak akan pernah salah untuk memilih seseorang. Jadi jangan pada beranggapan kalau kau salah menilai orang, karena semua itu hanya pikiran belakangmu saja. Apa yang kau lihat dan kau dengar adalah kenyataannya, dan apa yang kalian dan kau dengar saat ini itu bukanlah nyata karena ini adalah rencana kami. Kau adalah orang yang bisa melihat masa lalu seseorang, jadi apa yang kamu miliki jauh lebih lengkap dari apa yang ku miliki." jelasnya untuk meyakinkan Key.


" Yang dikatakan oleh Kak Rey benar, jadi kamu jangan pernah menyalahkan apa yang telah kamu simpulkan. Tetapi kamu harus menyimpulkannya setelah kamu menyentuh dirinya atau mengetahui kehidupan masa lalunya, kau jangan pernah menyimpulkan hanya dengan cara melihatnya saja. Karena dengan cara melihat belum tentu adalah kebenarannya, contohnya seperti apa yang kamu lakukan hari ini. Semuanya ini adalah settingan kami, agar Mia cepat jerah." jelas Indi.


" Yang kau katakan ada benarnya juga, kalau begitu aku tidak akan mengubah anggapanku. Tetapi ketika aku mendapatkan hal seperti ini, aku akan mencari tahu kebenarannya lagi." jawabnya.


" Iya benar, karena sekarang si Mia uda pergi. Maka kalian lanjutkan urusan kalian, aku mau masuk dulu." ucap Indi yang langsung pergi meninggalkan keduanya.


" In-Indi tunggu…" panggil Key yang tidak direspon.


" Sekarang kita bahas yang tadi, jadi gimana ini?" tanya Rey dengan menggenggam tangan Key.


" Rey, bolehkah aku menjawabnya nanti. Aku malu di lihatin orang-orang." ucapnya dengan melihat ke sekeliling.


Rey pun mengikuti arah pandangan Key, alangkah kagetnya ia. Ketika ia melihat, sudah banyak mahasiswa dan mahasiswi yang memperhatikan mereka.


" Eh ternyata benar, kalau begitu yauda kau masuk kelas sana." ucapnya dan Key pun segera pergi dari tempat itu.


Key pun berlari dengan kencang, ia sangat malu saat ini. Rasanya ia ingin menutup wajahnya saja, dan Rey terus memperhatikan kepergian Key.


" Apa kalian lihat-lihat." ucap Rey dan semaunya pun langsung mengalihkannya pandangannya.


Rey pun kini pergi menuju kelasnya, ia sebenarnya juga merasa malu. Tetapi ia berusaha untuk biasa saja, karena ia tidak ingin Key mengetahuinya. Kabar tentang kejadian itu sudah menyebar ke segala penjuru, dan David pun juga sudah mendengar kabar itu.


...----------------...


" Kenapa kau lari-lari, bukannya kau mau melanjutkan urusan dengan Kak Rey ya?" tanya Indi yang heran.


# Ikuti terus kelanjutannya dan jangan lupa like, share, komen serta selalu dukung nafras ya teman-teman. Dan baca juga karya-karya nafas yang lain.


1. Naura Abyasya


2. Rela Walau Sesak


3. Derai Yang Tak Terbendung


4. Azilla Aksabil Husna