
" Apa maksudmu, kan sudah aku katakan sejak awal tadi. Kak Rey itu memang menyukai dirimu, jadi aku hanya akan memintanya untuk bertindak sendirian. Agar kau yakin kalau dia memang menyukai dirimu, bukan seperti saat ini ya aku yang harus berdebat dengan dirimu." jelasnya.
" Tetapi aku masih tidak yakin dengan apa yang kau katakan." jelasnya.
" Ya karena kamu tidak yakin dengan apa yang aku katakan, makanya aku akan meminta kari untuk langsung mengutarakan isi hatinya. Capek tahu berdebat sama kamu, udah gitu perdebatan kita nggak ada gunanya sama sekali." jelasnya dengan menggelengkan kepalanya.
Tiba-tiba saja Rey muncul, ia mengantarkan dompet Ini yang tertinggal di rumah.
" Kalian sedang berdebat karena apa?" tanya Rey yang mengagetkan keduanya.
" Kami tidak sedang mendebatkan apa-apa kok." ucap Key yang maju paling depan karena ia takut kalau ini akan menceritakan semuanya.
" Oh ternyata begitu, ya udah deh aku nggak akan ikut campur. Kakak cuma mau nganter ini dek." ucapnya dengan menyerahkan dompet Indi.
" Ternyata dompet aku tertinggal di rumah, pantes aja aku tidak menemukannya tadi." jelasnya.
" Makanya kalau mau pergi itu dicek dulu, untung aja kamu nggak pergi ke tempat yang aneh-aneh." jelasnya dan membuat Key kebingungan.
" Tempat yang aneh-aneh, memangnya kamu sering pergi ke mana?" tanya Key yang langsung menatap Indi.
" Otakmu jangan travelling ke mana-mana, maksud kakakku itu aku pergi ke mall atau ke salon atau mungkin ke tempat yang memang sering aku kunjungi yang membutuhkan uang sangat banyak. Kalau nggak bawa duit kan bingung, aku tiba-tiba teringat waktu aku ketinggalan dompet sewaktu aku pergi ke mall. Dan jujur waktu itu aku terpaksa menghubungi Kak Rey, dan jujur waktu itu tuh dia lagi jalan sama pacarnya dan dia terpaksa harus datangi aku." jelasnya yang mengingat momen kejadian di masa lalu.
" Jadi Rey udah punya pacar?" tanyanya dengan tatapan sendu.
" Jangan ngomong sembarangan ya Dek, kakak tuh nggak punya pacar." ucapnya dengan tatapan sinis.
" Untuk saat ini Kakak si jomblo, tetapi kan aku menceritakan kejadian di masa lalu. Di saat Kakak masih pacaran sama Kak Oyen, dan aku masih ingat pada saat itu Kakak bucin banget sama Kak Oyen." ucapnya yang tanpa sadar membuat Key cemburu.
" Nggak usah dideketin lagi, itu semua udah masa lalu. Dan saat ini, yang aku cintai adalah kamu." ucap Rey dengan menggenggam tangan Key.
" Kakak nggak usah bercanda deh." ucapnya dengan menghempas genggaman tangan Rey.
" Aku nggak bohong, sebenarnya aku sudah suka sama kamu sejak awal kita bertemu. Pertemuan yang sangat aneh, tetapi pertemuan itu membuat aku berkesan. Di mana-mana semua cewek selalu mengejar-ngejar aku, tetapi kamu tampak cuek dan tidak memperdulikan aku. Sikap cuek mu itulah yang membuat aku jatuh hati kepadamu, dan aku sangat dingin kamu selalu ada di sampingku." ucapnya dengan meraih tangan Key kembali.
" Aku tidak sedang salah dengarkan, ini beneran kamu sedang nembak aku?" tanya Key yang tidak percaya.
" Nih cubit tangan aku, buat membuktikan kalau ini adalah nyata." ucapnya dengan mengulurkan tangannya.
Key pun langsung mencubit lengan tersebut, dan kini terdapat memar di lengan itu. Sontak saja key kaget, ia masih tidak percaya dengan apa yang ia lihat. Ia tidak percaya kalau semua ini adalah nyata, dan ia menjadi dia membisu.
" Sudah terbukti bukan." ucapnya dengan tersenyum, dan Key hanya mengangguk saja.
Key pun kini tampak bingung harus menjawab apa, tiba-tiba saja ada seorang wanita yang hadir. Ia pun mengacaukan acara tersebut, dan kini Rei pun menjadi kesal dengan tingkah wanita itu.
" Tidak…Rey hanya milikku seorang." ucapnya dan membuat Rey menjadi kesal.
" Dengan alasan apa kau mengatakan seperti itu, kamu bukan siapa-siapa aku Mia." ucapnya dengan tatapan sinis.
" Untuk saat ini aku memang bukan siapa-siapa mu, tetapi aku yakin kamu pasti menyukaiku juga." ucapnya yang percaya diri.
" Sudah berapa kali harus aku bilang Mia, aku tidak pernah mencintai dirimu. Mau engkau melakukan 1000 cara pun, aku tidak akan pernah menyukai dirimu." bentaknya.
" Aku tidak percaya dengan hal itu, aku yakin pasti kamu menyukai diriku." ucapnya yang masih kekeh dengan pendiriannya.
" Jangan pernah menyia-nyiakan waktumu, sampai kapanpun aku tidak akan pernah menyukai dirimu. Lebih baik manfaatkan waktumu dengan sebaik-baiknya, dan carilah orang yang memang benar-benar menyukai dirimu. Jangan buat dirimu lelah, semua yang kamu lakukan akan sia-sia saja." ucapnya dengan suara baritonnya.
" Ini semua pasti karena dia bukan." ucapnya kemudian menjambak rambut Key.
" Kamu sangat menyebalkan, kamu sudah merebut Rey dari aku." ucapnya dengan masih menjambak rambut Key.
" Sudah hentikan, Ini semua tidak ada hubungannya dengan Key. Sejak sebelum kedatangan key, aku juga sudah pernah mengatakan hal ini kepada dirimu. Dan hal ini tidak ada sangkut pautnya dengan dirinya, Apa salahnya jika aku menyukai dirinya. Lagian aku tidak memiliki siapa-siapa, aku tidak ada hati yang harus ku jaga. Jadi tidak masalah kalau aku menyukai dirinya, dan saat ini lebih baik kau pergi dari hadapanku." ucapnya yang mengusir Mia dengan tegas.
" Kenapa kau begini kepada diriku, kita sudah lama mengenal. Dan bahkan aku sudah mengenal dirimu saat kau masih bersama dengan Oyen, dan bahkan Oyen juga sudah mengetahui kalau aku menyukai dirimu. Kenapa kau tega menyingkirkan aku dari hidupmu, dulu karena wanita cupu seperti Oyen. Dan sekarang karena wanita tidak jelas seperti dia, apa sih yang kau lihat dari mereka." ucapnya dan membuat Rey menjadi emosi.
" Jangan-jangan oyen pergi meninggalkan karena dirimu." ucapnya.
" Kalau iya memangnya kenapa, dia itu hanya wanita cukup. Dia itu tidak pantas bersanding dengan dirimu, hanya aku seorang yang pantas untuk bersanding dengan dirimu." ucapnya dengan percaya diri.
" Kau sungguh sangat memalukan, masih lebih baik kan Oyen daripada dirimu. Walaupun Oyen berpenampilan cupu, tetapi sebenarnya ia memiliki hati yang sangat baik dan juga lembut. Kau dan Oyen bagaikan langit dan bumi, Oyen adalah orang yang sangat baik sedangkan kau sangat jauh dari kata baik." ucap Rey yang sudah emosi.
" Lalu apa bedanya aku dengan dia, dia hanyalah orang asing yang tiba-tiba saja muncul. Bahkan ia tidak memiliki kelebihan, Oyen dulu masih terbilang anak yang pintar. Tetapi dia sangat tidak bisa membanggakan." ucap Mia dengan menunjuk Key.
# Ikuti terus kelanjutannya dan jangan lupa like, share, komen serta selalu dukung nafras ya teman-teman. Dan baca juga karya-karya nafas yang lain.
1. Naura Abyasya
2. Derai Yang Tak Terbendung
3. Rela Walau Sesak
4. Azilla Aksabil Husna