
" Bagaimana kalau ia tidak muncul?" tanya Indi.
" Kau tenang saja, aku sangat yakin dia akan muncul." ucap Key dengan percaya diri dengan apa yang dikatakannya.
Mereka pun segera keluar dari kelas, kini mereka langsung menjalankan rencana mereka. Dan benar saja kini Mia dan Yeni menghampiri Key, dan Indi sangat kaget karena tebakan Key benar.
" Hai cewek centil, gimana enak di hujat semua mahasiswa dan mahasiswi?" tanya Mia.
" Ini semua pasti ulah kalian kan?" tanya Key.
" Kalau iya kenapa, kalau tidak kenapa?" tanya Yeni dengan melingkarkan jarinya di wajah Key.
" Tampaknya ia tidak bodoh, ini memang rencana kami. Karena kau sudah berusaha merebut Rey dari ku, dan juga kak Dika dari Yeni." ucap Mia.
" Oh, jadi ini semua karena itu. Kalau aku bilang, aku nggak ada hubungan sama Rey gimana. Apakah kalian akan terus seperti pada ku?" tanya Key.
" Ya mungkin kau akan menjauhi Rey, tapi aku juga ingin kau menjauhi gebetan ku yaitu kak Dika." ucap Yeni.
" Ok, tapi apa yang kalian lakukan itu sudah sangat keterlaluan. Kalian menyebabkan rumor yang menghancurkan nama ku, sejak pagi semuanya menatap ku dengan tatapan yang hina. Dan itu semua karena kalian, kalian kemanakan hari nurani kalian?" tanya Key.
" Hati nurani kami sudah mati untuk mu, karena kau sudah mengambil apa yang seharusnya menjadi milik kami." ucap Mia dengan mendorong Key hingga terjatuh.
" Kalian sangat tegah, padahal aku nggak pernah cari masalah dengan kalian. Hiks…hiks." ucapnya dengan meneteskan air mata.
" Kau bilang tidak cari masalah, lalu apa?" tanya Yeni.
" Aku itu sudah bertahun-tahun naksir dengan Rey, tetapi ia tidak pernah memandangku. Tetapi sejak kedatangan mu, sikap Rey semangkin dingin dengan ku." ucap Mia.
" Aku nggak nyangka, ternyata mereka setengah ini." batin Indi yang sedang merekam Vidio, bahkan ia juga menayangkan siaran langsung.
" Aku minta maaf, aku nggak ada maksud. Dan untuk kak Dika, dia itu kakakku. Apa salah jika seorang kakak menjemput adiknya." ucapnya.
Tiba-tiba saja datang sebuah mobil, dan ternyata itu adalah Dika.
" Kalian apakan adikku, bungsu kau tidak apa-apa?" tanya Dika dengan membantu adiknya.
" Di-dia adik kak Dika, nggak mungkin. Kak Dika kan nggak punya adik cewek." ucap Yeni.
" Darimana kau tau kalau aku nggak punya adik cewek?" tanya Dika yang penasaran.
" Karena aku satu SD dengan kakak, dan mama kakak pernah bilang kalau kakak itu tiga bersaudara dan laki-laki semua." jelas Yeni.
" Oh jadi begitu, sebenarnya aku malas bercerita dengan orang jahat seperti kalian. Tetapi aku harus menceritakannya, Key memang bukan adik kandungku. Tetapi setelah ayahnya menikah dengan mamaku, otomatis ia menjadi adik ku. Sekarang kau puas, sekarang pergi dari hadapan ku." bentak Dika.
" Maaf kak, aku nggak tau. Aku itu sangat mencintai kakak, aku mohon beri aku kesempatan lagi kak, hiks…hiks." ucapnya dengan berderai air mata.
" Menjauh dari ku, tidak ada kata maaf untuk orang yang sudah menyakiti adikku." ucap Dika dengan tatapan sinis.
Yeni pun berlari pergi Dengan berderai air mata, gini Mia pun ikut pergi. Ia pun menjadi takut dengan semua ini, yang paling ia takutkan adalah berita ini akan tersebar. Dan pastinya nama baiknya akan hancur, dan semua orang tidak akan mempercayainya kembali.
" Aku harus segera menemui Rey, jangan sampai cewek sialan itu berkata yang tidak-tidak. Dan akhirnya nasibku akan sama seperti Yeni, yang kehilangan cintanya untuk selamanya." batiniah kemudian pergi mencari Rey.
Indi pun segera keluar dari tempat persembunyiannya, dan ia pun mengacungkan jempol kepada Key. Ia tidak menyangka kalau rencana Key akan berjalan dengan mulus, dan bahkan semuanya sudah terbongkar. Dengan senang hati ini menyiarkan siaran langsung tersebut, dan kemudian mengirim videonya ke forum sekolah.
Mia masih terus berusaha mencari Rey, karena ia takut kalau key menceritakan hal yang tidak-tidak tentang dirinya. Tetapi ia sudah terlambat, karena berita itu sudah tersebar hingga ke sekolah luar. Dan kini Rey sedang melihat video tersebut, Rey tampak kecewa dengan Mia.
" Aku nggak nyangka loh, rencanamu bisa berjalan dengan lancar. Seperti kau sudah mengetahui alur cerita, padahal itu semua belum terjadi." ucapnya dan Key hanya tersenyum saja.
Dika yang mendengar itu juga ikut tersenyum, ia tau kalau Key memiliki indra keenam. Tetapi ia tidak menyangka kalau Key bisa memprediksi kejadian yang terjadi, dan ia pun terkejut.
" Mungkinkah, tapi yauda la. Oh iya, aku sudah kirimkan Vidio tadi ke forum sekolah. Dan aku yakin pandangan mahasiswa dan mahasiswi akan berubah, dan mereka berdua pasti akan di serbu oleh semua." ucapnya.
" Ya tentu, itu sudah pasti. Sekarang kita pergi ke tempatnya yang sudah kita sepakati semalam ya." ucap Key dengan tersenyum.
" Oke, ayo kita berangkat." jawabnya.
" Kalian mau kemana?" tanya Dika.
" Kami mau ke tempat korban kecelakaan yang bersama dengan Kiara." ucapnya.
" Apa, kakak nggak salah denger ini?" tanyanya yang kaget.
" Nggak kak, Key sudah sangat penasaran. Dan mudah-mudahan Key bisa dapat petunjuk, Key juga sangat ingin bertemu dengan Kia bila memang dia masih hidup." jelas Key dan Dika pun mengangguk.
" Ya sudah, kalau begitu kakak antar ya." ucapnya.
" Beneran kak, kakak yakin?" tanya Key.
" Iya kakak yakin, lagian ini semua juga demi kebaikan adik-adik kakak." jelasnya.
" Oke, kalau begitu ayo. Kita mau kemana dulu ini Indi?" tanya Key.
" Kita kerumah Bili dulu." jawab Indi.
" Oke, kalau begitu ayo kita meluncur. Kebetulan mobil kakak ada di sana." ucapnya dengan menujuk ke arah mobil.
Mereka pun segera pergi ke mobil, dan mereka segera pergi ke rumah Bili. Salah satu korban kecelakaan bersama dengan Kiara, dan tidak membutuhkan waktu yang lama. Akhirnya mereka pun sampai, dan mereka pun langsung mengetuk pintu rumah Bili.
Tok
Tok
Tok
" Assalamualaikum, assalamualaikum." ucap Dika.
Akhirnya keluar seorang perempuan, dan perempuan itu pun mengenali Dika.
" Eh ada nak Dika, silakan masuk dulu." ucap ibu itu.
" Iya bu." jawabnya kemudian masuk kedalam.
Ibu itu pun pergi ke dapur untuk mengambilkan minuman, tiba-tiba saja ibu itu baru tersadar ketika melihat Key. Ia pun meletakkan minuman itu di meja, kemudian ia langsung memeluk Key.
" Nak Kia, Alhamdulillah kau masih hidup. Harapan ibu untuk Bili pun menjadi kuat." ucapnya dengan berderai air mata.
Kini wajah Key memucat, dan keduanya pun menjadi kebingungan.
...----------------...
" Kau ini ya Bili, selalu saja buat ibu marah." ucapnya.
" Maaf bu, tapi aku sangat ingin pergi." jawabnya.
" Kalau kau pergi, berarti kau bukan anak ibu lagi." ucapnya yang emosi.