
" Yang terjadi merupakan suratan takdir ayah, lagian bila semua ini tidak terjadi kita tidak akan berkumpul seperti saat ini. Ayah juga tidak akan mengenal mama beserta dengan kak Dika, kak Bismar, dan juga kak Eza." jelas Key.
" Yang kau katakan memang benar, tetapi ayah minta maaf padamu. Karena ayah harus melibatkan mu dengan urusan ini, seharusnya sudah cukup Kiara saja yang terlibat. Karena pastinya ini akan menyakitkan semuanya, dan ayah tidak ingin kehilangan untuk yang kesekian kalinya." jelas Adrian yang ketakutan.
" Memangnya keluarga Yusuf semengerikan itu ya ayah, sampai-sampai ayah tidak ingin terlibat kembali dengan keluarga mereka?" tanya Key yang penasaran.
" Sangat banyak misteri di dalam keluarga itu, karena itu ayah tidak ingin kau terlibat di dalam keluarga itu. Tetapi maaf sayang, kau jadi harus ikut terlibat. Sebenarnya saat ini ayah ingin menentang keputusanmu, tetapi ketika ayah mendapat telepon dari pak Yusuf tadi ayah tidak bisa berbuat apa-apa." jelasnya dan membuat Key menjadi tambah penasaran.
" Apa sih yang dibahas oleh ayah dan pak Yusuf, sampai-sampai ayah ketakutan." batin Key dengan memandang wajah ayahnya.
" Memangnya pak Yusuf ngomong apa ya?" tanyanya yang penasaran.
" Maafkan ayah sayang, ayah tidak bisa menceritakannya kepadamu. Karena ini akan sangat berbahaya bagi dirimu, dan ayah tidak ingin kau merasakannya." ucapnya yang membuat Key tidak mengerti.
" Banyak makna tersirat dalam kata-kata ayah, sepertinya aku harus mencari tahunya sendiri." batinnya yang sudah penasaran.
" Kalau begitu bisakah aku mundur?" tanya Key yang tiba-tiba saja.
" Maaf saya, kau tidak bisa mundur. Ayah yakin pasti pak Yusuf juga sudah berbuat dengan mu, walaupun tidak sepenuhnya." jelas Aldrian.
" Ya dikatakan ayah ada benarnya juga, pak Yusuf memang sempat berbicara dengan ku. Tapi aku tidak tau apa yang dikatakan oleh pak Yusuf, hingga ia membuat ayah menjadi seperti ini." batinnya.
" Kalau begitu, tidak ada cara lain. Tapi aku sedikit takut ayah." ucapnya kemudian Aisyah dan Aldrian pun langsung memeluk putri kecilnya itu.
" Kamu tenang aja ya sayang, mama sama ayah akan selalu melindungi mu." ucap keduanya.
" Sekarang tidak ada waktu untuk berpelukan, sekarang Key harus belajar menjadi Kia. Jangan sampai David mengetahui kalau kau bukan la Kia, karena pastinya itu akan berbahaya bagi dirimu dan juga keluarga ki…" ucapnya yang keceplosan kemudian menutup mulutnya. Aisyah dan Adrian pun melotot menatap putra sulungnya itu.
" Sudah kuduga, paman itu pasti mengancam. Kalau tidak mana mungkin ayah dan mama serta kak Dika merasa takut." batin Key.
" Ayah dan mama tidak usah marah pada kak Dika, Key juga sudah mengetahui kalau pasti di sini ada yang berbahaya. Izinkan Key untuk mengetahuinya ayah, Key tidak ingin bila suatu saat Key berbuat kesalahan akan berdampak kepada keluarga kita." ucapnya dengan ekspresi memohon.
" Kau yakin ingin mendengarnya?" ucap Aldrian dan Key pun mengangguk.
Adrian lahirnya menceritakan semuanya, sontak saja key tidak percaya dengan hal tersebut. Iya tidak percaya kalau orang yang terlihat baik itu ternyata memiliki sisi yang sangat gelap, dan bahkan bisa membahayakan nyawa orang. Bulu kuduknya pun berdiri, Ia pun kini menjadi takut akan sosok Yusuf. Sosok yang dilihatnya sangat baik dan ramah tersebut, tetapi ternyata itu semua hanyalah topeng semata.
Seketika wajahnya pun memucat, dan tiba-tiba saja ia pun sudah terkapar di lantai. Sontak saja semuanya kaget, mereka pun segera membawa Key menuju kamarnya. Mereka sudah menduga, kalau akan terjadi hal seperti ini.
Kini mereka sudah berada di kamar Key, Aisyah pun langsung mengoleskan minyak kayu putih di atas hidung putrinya. Cukup lama mereka mengoleskannya, tetapi kita kunjung sadar. Mereka pun menjadi takut, mereka takut kehilangan.
Dika yang sedang panik, Ia pun berusaha menghubungi dokter pribadi keluarganya. Tetapi karena tidak tersambung sejak tadi, Dika pun berinisiatif untuk menjemput dokter tersebut. Alangkah terkejutnya iya, ketika membuka pintu ternyata sudah ada David di sana.
" David, kamu ngapain di sini?" tanya Dika yang heran.
" Aku ingin menemui dia jak, oh iya kenapa kakak sepertinya sedang panik?" ucapnya dan kini Dika pun sadar.
" Kakak mau ke mana?" tanya David dengan sopan.
" Aku mau ke rumah dokter keluargaku, karena sejak tadi ia tidak bisa dihubungi." jelasnya dan membuat David bertanya-tanya.
" Siapa yang sedang sakit kak?" tanyanya yang memang tidak tahu apa-apa.
" Yang sakit itu si Key…eh maksudnya Kia." ucapnya dan David pun segera berlari ke dalam.
" Di mana dia jak?" tanyanya yang panik.
" Dia ada di kamarnya." ucap Dika dan David pun segera pergi menuju kamar Kia.
" Bukan di sebelah sana, tapi di sebelah sini." bocah Dika dengan menunjukkan arah.
" Apa yang terjadi om, tante?" tanya David yang penasaran.
" Kami tidak tahu, tadi tiba-tiba saja dia pingsan." jelas Aisyah yang berbohong.
" Om dan tante sudah menghubungi dokter?" tanya David yang khawatir dan kini duduk di samping Key.
" Dokter keluarga kami tidak bisa dihubungin, karena itu tadi aku ingin keluar untuk mencari dokter." ucap Dika yang jujur.
" Halo dokter, segera ke rumah keluarga Adrian." ucapnya kemudian langsung mematikan sambungan telepon.
Tidak membutuhkan waktu lama, dokter Aslan pun segera tiba. Dia pun segera memeriksa keadaan Key, awalnya dia sangat terkejut ketika melihat kehadiran Key. Dia tidak menyangka kalau Kia masih hidup, karena ia telah mengira kalau dia sudah meninggal.
" Bagaimana keadaan Key…maksud saya Kia." tanya Aisyah yang khawatir.
" Semuanya tenang saja, dia hanya kelelahan saja. Mungkin sebentar lagi dia juga akan sadar, tapi tolong jangan buat jiwanya terguncang dulu ya. Sepertinya ia sedang banyak pikiran, itulah yang memicu ia menjadi pingsan." jelas dokter Aslan.
" Baik dokter." ucap Adrian.
" Kalau begitu saya izin terlebih dahulu, obatnya diminum ya. Tuan David saya izin untuk pulang." ucap dokter Aslan yang merupakan dokter keluarga David.
" Sebenarnya apa yang terjadi?" tanya David yang penasaran.
" Tidak terjadi apa-apa David, dia hanya kelelahan saja. Apalagi dia kan baru saja masuk kuliah, pastinya Ia memiliki banyak kesibukan yang pastinya sangat melelahkan." jelas Dika dan David pun mengangguk.
Tidak berapa lama setelah itu, akhirnya key pun sadar. Ia pun langsung mengedarkan pandangannya ke sekitar, alangkah kagetnya iya ketika melihat David ada di kamarnya.
" David, kamu ngapain di sini?" tanya Key yang kaget.
" Awalnya sih aku mau ngajak kamu jalan, tapi nggak taunya aku malah menemukan kau sedang pingsan." jelasnya dan Key pun mengangguk.