Sepahit Sembilu

Sepahit Sembilu
Key 38



" Hai David." ucap seorang wanita yang mencoba merayu David.


David tidak ada menjawab wanita itu, ia langsung mencari tempat duduk yang kosong. Wanita itu berusaha duduk di dekat David, tetapi untungnya Akbar dan Beno langsung menghalangi. Keduanya langsung duduk di kursi kosong yang berada di dekat David, hal tersebut membuat wanita itu menjadi kesal.


" Kalian apa-apaan si." ucap wanita itu yang kesal.


" Ya kami duduklah, menurutmu apa?" jawab Beno dan wanita itu menjadi sangat kesal.


" Kan masih ada kursi yang lain, kenapa harus mengambil tempat duduk di depan David sih." ucap wanita itu.


" Kau memangnya siapa, lagian kami duduk di dekat sahabat kami. Apa masalahnya buat mu." bentak Beno


" Ruka sini." ucap seorang wanita yang tiba-tiba saja muncul.


" Kalian berdua siapa, seperti kami tidak pernah melihat kalian." ucap Akbar yang baru menyadarinya.


" Kami mahasiswa pindahan, perkenalkan nama saya Siva dan dia Ruka sepupu saya." jelas Siva dengan sopan.


" Oh ternyata mahasiswa pindahan, pantas saja kami tidak pernah lihat. Tapi tolong yang sopan ya, disini kalian bukan siapa-siapa." ucap Beno dengan tatapan sinis.


" Kami ngerti kok, kami minta maaf ya." ucap Siva dengan lembut.


" Sudahlah Beno, Akbar. Nggak ada gunanya ngurusin mereka." ucap David yang tiba-tiba angkat suara.


Kini semaunya pun kembali ke tempat duduk masing-masing, dan dosen mata kuliah telah masuk. Semuanya melakukan pembelajaran dengan tenaga, dosen yang melihat kehadiran keduanya merasa penasaran.


" Kalian berdua, sepertinya saya tidak pernah lihat?" tanya dosen itu.


" Kami mahasiswa baru pak." jawab Siva dengan sopan.


" Oh ternyata begitu, kalau begitu silakan perkenalkan diri kalian." ucap dosen itu dan keduanya pun langsung maju ke depan kelas.


" Hai semua, perkenalkan saya Siva dan di sebelah saya sepupu saya namanya Ruka." ucap Siva.


" Kenapa kau yang harus memperkenalkan dia?" tanya dosen itu yang tidak suka dengan sikap Ruka.


" Ya karena saya tidak suka basa-basi." jawab Ruka kemudian langsung duduk, semuanya menjadi tidak suka dengan Ruka.


" Anak baru aja sombong." ucap mahasiswi yang di belakang.


" Iya benar, dia sangat menyebalkan." jawab mahasiswi yang lainnya.


Suasana kelas menjadi ricuh dengan sikap Ruka, banyak mahasiswi yang tidak menyukai sikap Ruka. Dan mereka juga membandingkan sikap Ruka dengan Siva, yang memang sangat berbeda jauh.


Brak


" Semaunya diam." bentaknya.


Semuanya pun langsung diam, dan mereka pun langsung melanjutkan perkuliahan. Kini Siva pun langsung kembali ke tempat duduknya, Siva pun merasa malu dengan sikap Ruka.


...----------------...


" Gimana kau dan David?" tanya Indi.


" Nggak usa di bahas." ucap Key yang sudah malas.


" Kau kenapa?" tanya Indi yang penasaran.


Key tidak menjawab pertanyaan Indi, ia langsung memeluk sahabatnya itu. Dan ia pun menangis, sontak saja hal tersebut membuat Indi kaget. Ia menjadi khawatir, dan langsung mengangkat wajah Key.


" Apa ya terjadi?" tanyanya yang khawatir.


" Aku belum bisa cerita, nanti aku ceritakan waktu pulang kuliah ya. Hiks…hiks." jelasnya dengan masih terisak.


" Yauda kalau gitu, aku nggak masalah. Sekarang kita duduk dulu ya, aku nggak tega lihat kau seperti ini." jawabnya dengan melihat wajah Key yang sebab setelah menangis.


...----------------...


" Apa yang sedang mama pikirkan?" tanya Dika yang penasaran dengan sikap mamanya.


" Mama sedang memikirkan tentang adikmu, mama takut terjadi sesuatu padanya." jelasnya yang khawatir.


" Mama tenang aja, kami akan berusaha yang terbaik agar Key baik-baik saja." ucapnya untuk menenangkan.


" Tetapi tetap saja, pikiran mama tidak tenang." jelasnya.


" Mama jangan gitu dong, kita harus sama-sama yakin ma. Insyaallah Key akan baik-baik saja, dan kita akan selalu bersama." ucapnya dengan memeluk Aisyah.


...----------------...


Tak terasa jangan pulang kampus telah tiba, kini Dika pun langsung menjemput adik kesayangan itu. Sesuai dengan tebakannya, saat ini David sedang bersama dengan adiknya. Ia lun mau tidak mau harus tersenyum, walaupun sebenarnya suasana hatinya sedang kacau.


" Kakak…" panggilnya dengan berlari memeluk Dika.


" Apa yang kamu lakukan, kau seperti sudah lama tidak bertemu dengan kakak?" tanyanya yang merasa heran.


" Aku juga tidak tahu kak, entah kenapa aku merasa rindu dengan kakak." jelasnya dengan tersenyum.


" Ya sudah kalau begitu, sekarang nggak usah dibahas lagi. Lebih baik sekarang kita pergi menuju lokasi kejadian, agar secepatnya kita dapat menemukannya." ucap Dika.


" Yang kakak katakan memang benar, kalau begitu ayo kita pergi." ucapnya dengan tersenyum, dan sudah sangat menanti-nanti kehadiran kembaran yang tersebut.


" Sepertinya kalian melupakan seseorang." ucap David dan membuat keduanya tersadar.


" Hehehe, maaf aku lupa." ucap Key dengan menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


" Sakitnya hatiku, teganya kau melupakanku. Untungnya yang kau gandeng adalah kak Dika, kalau saja tadi orang lain pasti suruh ku hajar." ucap David dengan menggelengkan kepalanya.


" Sudah dong jangan marah, aku kan hanya lupa saja." ucapnya yang kini menghampiri David.


" Ya udah deh aku nggak akan marah, tetapi jangan ulangi hal seperti ini lagi ya. Aku sakit hati loh kamu melupakan aku, padahal kita kan pasangan kekasih yang sangat dekat." jelasnya dengan ekspresi sedih.


" Maafkan aku ya, aku janji deh nggak akan buat seperti itu lagi." ucapnya dengan mengeluarkan dua jarinya pertanda janji.


" Mudah-mudahan saja yang kau katakan adalah kebenaran, karena bila hal itu tidak terjadi pastinya aku akan sakit hati. Karena pacarku yang terkasih kini sudah mulai berbohong, dan jujur saja hal itu sangat menyakiti hatiku." jelasnya dengan mengacak rambut Key.


" Jangan diacak-acak dong, nanti rambut aku jadi kusut." ucapnya yang kesal dengan tingkah laku David.


" Jangan marah dong sayang, nanti cantiknya hilang loh." rayu David.


" Untung saja yang mendengar hal ini adalah aku, jika ingin mendengar hal ini adalah orang lain pastinya ia akan baper." batin Key.


" Kau pasti sedang ke bawa perasaan kan sayang?" tanya David dengan tersenyum.


Sebenarnya key tidak baper dengan hal tersebut, tetapi ia tetap mengangguk agar David mempercayainya. Karena ia takut kalau David mengetahui siapa sebenarnya dia, dan hal tersebut pastinya sangat berbahaya.


" Ya ampun bapernya nanti aja deh, sekarang jadi nggak pergi ke lokasi kejadian?" tanya Dika yang tiba-tiba saja merasa kesal.


" Iya kak, kita pergi." ucapki kemudian langsung pergi menuju lokasi kejadian bersama dengan beberapa polisi.


Ikuti terus kelanjutannya dan jangan lupa like, share, komen serta selalu dukung nafras ya teman-teman. Dan baca juga karya-karya nafas yang lain.


1. Naura Abyasya


2. Rela Walau Sesak


3. Derai Yang Tak Terbendung


4. Azilla Aksabil Husna