
Pagi yang cerah, kini Key bersiap-siap untuk beranjak kuliah. Key pun sudah berbusana rapi, dan ia pun segera turun ke meja makan untuk sarapan.
" Selamat pagi semuanya." ucapnya dengan tersenyum.
" Pagi." jawab semuanya serentak.
" Tampaknya adik kesayangan kakak lagi bahagia ya." tebak Dika.
" Nggak juga kak, biasa aja." jawabnya yang langsung merubah ekspresi wajahnya.
" Kenapa ekspresi wajahnya langsung berubah?" tanya Eza.
" Tiba-tiba aja aku kehilangan sama David, kak." jawabnya jujur.
" Kalau karena itu kami nggak bisa ngomong." ucap Bismar dan semuanya pun mengangguk.
" Ya udah nggak usah dipikirin dek, sekarang kita sarapan dulu." ucap Aisyah dengan tersenyum dan Key pun mengangguk.
" Iya ma." ucapnya kemudian langsung duduk untuk sarapan.
Semuanya pun sarapan dengan sangat bahagia, tampak terdengar canda dan juga tawa di meja makan itu. Semuanya tampak sangat bahagia, tiba-tiba saja terdengar suara ketukan pintu. Mereka pun menjadi penasaran siapakah gerangan yang datang pagi-pagi, dengan sigap Aisyah pun langsung membukakan pintu tersebut.
Aisyah pun terkejut ketika melihat wajah yang tertampan di depan pintu, pemuda itu kan langsung dicium tangan Aisyah. Kemudian Ia pun langsung masuk ke dalam dan mencari keberadaan key.
" Selamat pagi." ucapnya yang mengagetkan seluruh anggota keluarga.
" David." ucap Key yang kaget.
" Iya ini aku." jawabnya dengan menghampiri ke meja makan.
" Kamu ngapain ke sini?" tanya Key yang penasaran.
" Tentunya mau jemput kamu dong, hari ini kamu juga ada mata kuliah kan beb?" tanyanya dengan tersenyum, key tidak bisa berkata apa-apa ia hanya mengangguk saja.
" Kalau begitu, ayo kita berangkat." ucapnya dengan tersenyum.
" Mau berangkat sih boleh, tapi sarapan dulu ya." ucap Aisyah dengan menunjuk sarapan Key.
" Sarapan aku belum habis." jawabnya dengan tersenyum palsu.
David pun segera melihat ke arah sarapan Key, kemudian Ia pun langsung mengambil sendok tersebut dan menyuapkannya ke dalam mulut Key. sadar saja Key pun merasa kaget, Ia pun tidak bisa berkata apa-apa dan hanya menerima suapan itu. Suasana yang harusnya terlihat romantis itu, menjadi sangat tidak menyenangkan bagi Key.
" Malu dilihat sama semuanya." ucapnya kemudian mengambil sendok dari tangan David.
" Ya udah deh kalau gitu, aku tungguin kamu sampai siap makan." ucapnya dengan menatap Key dengan meletakkan tangannya di bawah dagu.
" Jangan lihatin aku kayak gitu dong, aku kan nggak nyaman buat makan." ucapnya dengan tersenyum kikuk.
" Nak David udah sarapan belum?" tanya Aisyah untuk memecah suasana.
" Kebetulan saya sudah sarapan tante, jadi saya nungguin Kia aja." jawabnya dengan tersenyum.
" Gimana kalau minum teh, dia itu baru turun jadi sarapannya masih banyak." ucap Aisyah menawari David.
" Boleh tante." jawabnya dengan tersenyum kemudian ingin pergi ke dapur.
" Mama mau ke mana?" tanya Key untuk menghentikan langkah Aisyah.
" Mama mau buat teh untuk David." jawabnya.
" Udah mama lanjutin sarapannya aja, biar aku aja yang buat teh untuk David." ucapnya kemudian segera berdiri.
" Kamu yakin sayang, sarapan kamu masih banyak loh. Nanti bisa nggak habis sarapannya." ucap Aisyah dengan melihat piring Key.
" Ya udah kalau itu kemauan kamu." jawabnya kemudian ia pun langsung duduk kembali, dan Key pun segera pergi menuju dapur.
Sesuai dengan dugaan, game membuatkan teh itu dengan sangat cepat. Kemudian Ia pun segera menyerahkan gelas teh tersebut kepada David, dan ia pun melanjutkan sarapannya kembali.
" Buatan jalan istri aku memang enak ya." ucap David dan membuat semuanya tersentak.
" Enak aja calon istri, kalian itu masih kuliah. Jangan mikirin ke sana dulu." bentak Dika.
" Kak Dika tenang aja ya, lagian kami bakal melanjutnya setelah wisuda." ucap David.
" Sudahlah kak, jangan marah-marah. Nanti gantengnya hilang, terus di bilang tua." ucap Key yang justru membuat seisi ruangan tertawa.
" Diam kalian berdua." ucap Dika dengan melihat Eza dan Bismar.
" Maaf kak." jawab keduanya serentak kemudian sarapan.
Kini suasana menjadi hening kembali, semuanya kini sarapan kembali. Setelah selesai sarapan, akhirnya David dan Key pun segera pergi. Sebelum pergi keduanya menyalami Aisyah dan Aldrian.
Kini mereka sudah sampai di kampus, kini banyak mahasiswa yang melihat kedatangan mereka. Mereka semua sangat senang melihat senyuman di wajah David, senyuman yang sudah lama sirna. Kini mengembang kembali, orang yang tidak tau mengira Key adalah pacar dari David padahal yang sebenarnya bukanlah dia.
" Tampaknya mereka sangat bahagia." ucap salah satu mahasiswa.
" Ya mudah-mudahan, tapi menurutku yang bahagia itu David. Sedangkan gadis itu tidak, bahkan dia hanya di anggap sebagai kembarannya." jelas mahasiswi itu yang merupakan teman satu kelas David.
" Yang kau katakan memang benar, kasihan sekali dia." ucapnya dengan menatap kasihan ke arah keduanya.
" Aku masuk kelas dulu ya." ucap Key.
" Mau aku antar?" tanya David.
" Nggak usa, aku sendiri aja ke kelas." jawabnya dengan tersenyum kemudian langsung pergi.
" Aku tau, kau pasti sakit hati mendengar perkataan mereka. Maafkan aku, aku juga tidak bisa membantu mu." batin David dengan melihat Key yang perlahan menghilang dari pandangannya.
" Woy." ucap Akbar dengan menepuk pundak David.
" Eh rupanya kamu Akbar, aku kira tadi siapa." ucap David.
" Kau sedang melamunkan apa?" tanya Akbar yang penasaran.
" Sebenarnya aku ingin cerita, tetapi aku rasa waktunya belum tepat." ucap David dan Akbar pun mengangguk.
" Ya sudah kalau tidak mau cerita, aku mengerti kok dengan apa yang sedang kamu pikirkan. Saat ini kau tidak usah memikirkan hal tersebut, lebih baik kamu memikirkan agar cepat pulih." ucap Akbar dengan tersenyum.
" Makasih Akbar." ucapnya.
" Untuk apa kau bilang makasih, kita ini teman. dan sesama teman harus saling mengerti, jadi bila kau ingin cerita aku siap mendengarkan. Dan untuk saat ini, jangan pikirkan hal lain." jelas Akbar.
" Kalian lagi ngomongin apa sih?" tanya Beno yang baru saja tiba.
" Nggak ada kok." ucap David dan Akbar pun mengangguk.
" Maaf Beno dan Akbar, aku belum bisa cerita ke kalian. Tapi ketika aku sudah siap cerita, kalianlah orang pertama yang akan mengetahuinya." batin David.
" Yauda deh, kalau begitu ayo kita masuk kelas." ajak Beno.
Ketiganya pun segera pergi ke fakultasnya, yaitu fakultas hukum. Tampak ketiganya sedang bercanda dan tertawa dalam perjalanan, hingga tanpa terasa kini mereka sudah tiba di fakultas mereka. Ketiganya langsung masuk ke dalam kelas, dan semuanya merasa senang dengan kondisi David yang sekarang.
#Ikuti terus kelanjutannya dan jangan lupa like, share, komen serta selalu dukung nafras ya teman-teman. Dan baca juga karya-karya nafas yang lain.