Sepahit Sembilu

Sepahit Sembilu
Key 47



" Jangan bahas hal itu terlebih dahulu." ucapnya yang langsung meninggalkan Indi.


Kini jiwa penasaran ini meronta-ronta, ia pun akhirnya menghubungi Kakak sepupunya itu. Tidak membutuhkan waktu lama teleponnya pun tersambung, dan ia pun segera merundungi Kakaknya dengan begitu banyak pertanyaan.


" Ada apa kamu nelpon?" kita nyari untuk memulai percakapan.


" Apa yang terjadi Kak, mengapa Key sampai menangis. Atau jangan-jangan Kakak berbuat macam-macam ya, kan sudah pernah aku bilang sama Kakak. Kakak jangan pernah menyakiti sahabatku, atau aku akan membuat Kakak bagaikan rempeyek." ucapnya yang tanpa berhenti.


" Ya ampun, kalau ngomong itu bisa pelan atau tidak. Kamu ini aku baru ngomong A kamu udah ngomong sama Z, kalau ingin bertanya itu satu-satu." ucap Rey yang kesal.


" Ya maaf Kak, jujur saja aku sangat panik. Baru saja aku meninggalkan dia bersamamu, tetapi tiba-tiba saja dia hadir di hadapanku dengan menangis." ucapnya dan membuat Rey terkejut.


" Apa, dia sampai menangis. Atau jangan-jangan dia bertemu dengan dunia atau siapa di perjalanan, jujur saja tadi dia tidak menangis." jelasnya.


" Kalau untuk masalah itu aku tidak tahu, tetapi bisakah Kakak akan menceritakan kejadian yang sebenarnya. Siapa tahu bukan karena hal itu dia menangis, kalau memang bukan Kakak yang membuatnya menangis seharusnya Kakak tidak akan takut." ucapnya dengan mengancam.


Dia pun menceritakan kronologi kejadian ya, ini pun tertawa mendengarnya. Ia tidak menyangka kalau kejadiannya akan seperti itu, kejadian itu sangatlah lucu. Tetapi kejadian itu pastinya membuatnya merasa malu, dan bisa saja itulah penyebab dari Key menangis.


" Jujur saja aku tidak menyangka kalau kejadiannya akan seperti itu, kalau begitu Kakak tenangkan diri di fakultas kakak. Biar aku yang mengurus di sini, aku akan mencoba untuk menenangkannya." ucapnya.


" Kalau begitu Kakak minta tolong padamu, tolong jaga dia. Saat ini kondisi fisiknya pasti sedang rapuh, satu masalah belum selesai tetapi dia justru mendapatkan masalah baru." ucap Rey.


" Kakak tenang saja ya, aku akan berusaha untuk menenangkan dia. Walaupun hal itu sangatlah sulit, aku akan tetap berusaha agar suatu saat Kakak dapat bersama dengannya." jawabnya.


" Makasih Indi, kau adalah adikku yang terbaik." ucapnya kemudian langsung mematikan sambungan telepon.


" Ye dasar Kak Rey ini, selalu saja dimatikan duluan." ucap Indi yang kesal kemudian ia langsung masuk ke dalam kelasnya.


...----------------...


" Aku jadi penasaran, apakah Key sudah menerima Rey atau belum ya. Sebenarnya aku merasa sangat nyaman bersama dengannya, tetapi aku tidak boleh egois. Dia itu Key bukan Kia, dan itu tandanya aku nggak punya hak atas dia." batin David yang sedang melamun.


" Kau sedang memikirkan apa?" tanya Akbar yang melihat David sedang melamun.


" Aku tidak sedang memikirkan sesuatu kok." jawabnya.


" Nggak usa bohong David, sudah tampak terlihat jelas. Kau sedang melamun, jadi jangan bohongi kami." ucap Akbar dan Beno pun mengangguk.


" Biar aku tebak, pasti kau sedang memikirkan kabar yang beredar bukan." ucap Lena yang baru saja tiba.


" Kabar apa?" tanya Akbar dan Beno secara bersamaan.


" Kabar kalau Rey menembak Key." ucapnya.


" Oh tentang kabar itu, kau tidak sedang memikirkannya kan David?" tanya Beno.


" David, ingatanmu sudah pulih. Dan kau juga sudah tau kalau dia bukan Kia, jadi jangan kau pikirkan tentang dia. Ingat dia bukan pacarmu, jadi jangan ganggu hubungan dia." ucap Lena.


" Yang kalian katakan memang benar, tetapi nta kenapa aku merasa nyaman dengannya. Tetapi aku masih sadar kok, aku dan dia itu nggak mungkin. Karena dia tidak pernah menaruh hati padaku, bahkan aku masih ingat disaat dia ketakutan denganku." jelas David.


" Nah, itu kau mengetahuinya. Jadi jangan pikirkan tentang dia lagi, cobalah lupakan tentang dia dan juga Kia. Ingat masa banyak wanita di dunia ini, aku yakin kau pasti bisa menemukan wanita yang baik. Dan ia juga mencintaimu dengan tulus, bukan dalam keterpaksaan." jelas Lena.


" Kali ini aku setuju dengan apa yang dikatakan oleh Lena, karena memaksakan kehendak itu tidak baik. Apalagi mengenal cinta, pastinya hal itu akan menyakiti dirimu sendiri." ucap Akbar.


" Yang kalian katakan memang benar, kalau begitu kalian bantu aku untuk melupakannya. Aku juga tidak mau hidup seperti ini, aku ingin mencari seseorang yang mau menerimaku apa adanya sama seperti Kia dulu." jelas David.


" Kalau mengingat tentang Kia, aku jadi ingat awal pertama kalian pacaran. dan pada saat itu kau menyamar menjadi tukang parkir, sungguh kejadian itu sangatlah langka." ucap Akbar.


" Ya memang sangat langka, anak konglomerat berubah menjadi tukang parkir. Dan itu semua ia lakukan agar bisa bertemu dengan Kia, karena sebenarnya Kia itu nggak suka sama orang kaya. Hal itu memang aneh sih, tapi semua itu karena orang kaya yang di kenal sama kita adalah orang yang selalu mengandalkan harta kekayaan orang tuanya." jelas Beno.


" Jujur saja aku menjadi penasaran dengan karakter Kia, jujur saja aku masih belum mengenal sifat dan karakternya. Tetapi saat ini ai…" ucap Lena yang terhenti.


" Sudahlah, jangan kalian bahas lagi tentangnya. Cukup sudah semua, aku tidak ingin mengingat momen yang menyediakan itu." ucapnya.


" Ya iyalah menyedihkan, orang awalnya dulu kau di tolak. Hahaha…kalau momen itu sungguh menggelikan, tapi pastinya sangatlah memalukan untuk David." ucap Beno yang tanpa filter.


" Kalian ini, kan sudah aku bilang jangan di bahas." ucap David yang kesal.


" Maaf Vid, kisah itu sangat menggemaskan. Apalagi kejadian itu terjadi lebih dari sekali, sungguh perjuangan yang sangat keras." ucap Beno.


" Ternyata perjuangannya untuk mendapatkan Kia cukup susah, karena itu dia sangat sulit untuk melupakannya. Dan pastinya akan sangat sulit bagiku untuk masuk ke dalam kehidupannya." batin Lena.


" Mengenai cewek, bagaimana pendapatmu tentang kedua mahasiswi baru itu?" tanya Beno.


" Mahasiswi baru, yang mana?" tanyanya yang memang tidak pernah memperdulikan tentang anak baru.


" Ya ampun David, kau ini dari dulu selalu seperti itu. Ituloh mahasiswi baru yang namanya Ruka dan Sifa, yang awal masuk saja sudah mulai mengganggumu." ucap Akbar.


" Oh mereka berdua, aku sangat tidak suka dengan mereka. Apalagi Sifa, dia sangat menggangguku." ucapnya yang kesal.


" Ya sudah kalau begitu, kami akan membantumu untuk mencari pendamping yang cocok. Ya walaupun membutuhkan waktu yang lama, tetapi nggak apa-apa deh. Yang terpenting kau bahagia, karena kau sudah lebih dari sahabat untuk kami." ucap Akbar dan ketiganya pun langsung berpelukan.


# Ikuti terus kelanjutannya dan jangan lupa like, share, komen serta selalu dukung nafras ya teman-teman. Dan baca juga karya-karya nafas yang lain.


1. Naura Abyasya


2. Rela Walau Sesak


3. Derai Yang Tak Terbendung


4. Azilla Aksabil Husna