
Hay sedikit pengenalan
Sebagai Key dan juga Kia
karakter
Key
a. Nama : Keyza Aldrian
b. Hobby : Bernyanyi
c. Karakter : Mandiri, tegas dan penyayang.
d. Kelebihan: Memiliki indra keenam
e. Makanan kesukaan : Soto
f. Minuman kesukaan : Cendol
Kia
a. Nama : Kiara Aldrian
b. Hobby : Bernyanyi
c. Karakter : Manja dan cengeng
d. Kelebihan : Dapat membaca situasi
e. Makanan kesukaan : Spaghetti
f. Minuman kesukaan : Hot coklat
...----------------...
" Kalau begitu kita harus menjaga Key, besok aku akan pulang kerumah." ucap Eza.
" Iya, aku juga akan pulang." ucap Bismar.
" Kalau begitu, aku tunggu kalian di rumah." ucap Dika, sambungan telepon kemudian pun langsung mati
...----------------...
Pagi hari yang cerah, kini Dika turun ke meja makan. Ia sudah melihat key yang sudah rapi.
" Key, kau sudah rapi. Kau mau kemana?" tanya Dika.
" Key mau kuliah kak." jawabnya.
" Kau kuliah dimana?" tanya dika kembali.
" Aku kuliah di kampus Pelita kak." jawabnya.
" Oh di kampus itu, kalau gitu kakak antar ya." ucap Dika.
" Nggak usa kak, key biar naik angkutan umum aja." jawabnya dan membuat Dika kaget.
" Kau yakin dek, kakak bisa antar naik mobil loh." ucap Dika.
" Iya kak, lagian kalau Key datang naik mobil. Nanti biaya siswa Key bisa di cabut." ucapnya dan membuat Dika tambah kaget.
" Key masuk kuliah di sana karena biaya siswa, kakak nggak salah denger kan?" tanyanya kembali untuk memastikan.
" Nggak kak, aku masuk memang karena biaya siswa." jawabnya.
" Kalau begitu kau memang hebat dek, untuk mendapatkan biaya siswa di kampus itu adalah hal yang sangat sulit. Dan pastinya harus melewati berarus bahkan beribu orang." ucap Dika, dan Key hanya mengangguk saja.
" Ya begitulah kak, makannya aku nggak mau perjuangan ku menjadi sia-sia. Dan Alhamdulillah tujuan awal ku mengikuti biaya siswa di kampus Pelita sudah tercapai." ucapnya.
" Memang tujuan awalnya apa Key?" tanya Dika.
" Untuk mencari ayah." jawabnya.
" Oh kalau itu, kau pasti sekarang sangat bahagia." ucap Dika.
" Iya kak, aku sangat bahagia." ucapnya dengan tersenyum.
...----------------...
"Eza" Panggil Bismar yang tiba-tiba saja muncul.
" Kak Bismar, Kakak juga udah sampai." ucapnya yang tidak percaya.
" Ya seperti yang kau lihat." jawabnya.
" Kakak berangkat jam berapa?" tanya Eza.
" Aku berangkat setelah mematikan telepon." jawab Bismar.
" Kalau begitu kita sama dong Kak, karena kita udah sama-sama di sini. Bagaimana kalau kita langsung aja ke rumah mama sama ayah." ucap Eza.
" Iya kita langsung ke sana, tapi kau sudah menghubungi Kak Dika belum?" tanya Bismar.
" Aku belum menghubungi Kak Dika, baru aja aku ingin menghubunginya. Eh rupanya Kakak mau manggil." jelas Eza.
" Kalau begitu kita jalan keluar yuk cari taksi." ucap Bismar.
" Ayo Kak, kebetulan aku juga sudah tidak sabar untuk melihat saudara kembar Kia." ucap Eza yang memang sudah sangat penasaran.
" Ngomong-ngomong tentang saudara kembar Kia, namanya siapa?" tanya Bismar yang baru teringat.
" Eh iya, namanya siapa ya Kak. Kayaknya Kak Dika semalam lupa nyebutin namanya deh." ucap Eza.
" Iya Kakak kamu yang satu itu lupa spil namanya, dan akhirnya kita sama-sama penasaran." ucap Bismar dengan menggelengkan kepalanya.
Keduanya kemudian tertawa dengan sangat lepas, tiba-tiba saja ada seorang gadis yang melewati mereka. Gadis itu merasa kalau keduanya tidak asing, tetapi ia enggan untuk menyapanya. Apalagi kini iya bersama dengan kedua orang tuanya tengah bersiap untuk pergi ke luar negeri, dan ia takut ketinggalan pesawat.
" Davina, ayo sayang. Nanti kita ketinggalan pesawat." ucap ibu Davina.
" Iya mi." jawabnya dengan berlari menuju ibunya.
" Sebenarnya aku masih penasaran dengan kedua pemuda tadi, tapi aku nggak ada waktu." batinnya.
" Kau sedang apa sayang?" tanya ibu Davina.
" Vina sedang melihat sekitar mi." jawabnya.
" Vina, Mami nggak ngelarang kamu melihat sekitar. Tapi sekarang kita harus pergi, nanti kalau kita kembali ke Indonesia lagi baru kita jalan-jalan ya sayang." ucapnya ibunya.
" Yang bener ya mi, janji?" ucapnya dengan mengulurkan jari kelingkingnya.
" Iya sayang, kau apa tidak ingin jadi cantik seperti dulu lagi?" tanya ibunya.
" Tentu Vina ingin mi." jawabnya dengan tersenyum.
" Kalau begitu sekarang Vina duduk dulu, kita tunggu jam penerbangan ya. Sebentar lagi kita akan pergi, dan Vina akan kembali seperti semula." ucapkan papi Vina.
Tidak lama setelah itu, ada pemberitahuan dari pihak bandara. Yang menyatakan pesawat yang ditumpangi oleh Davina dan keluarga akan segera terbang, Mereka pun segera pergi ke arah pesawat mereka.
...----------------...
" Akhirnya aku menemukanmu juga, dari kemarin dicari nggak jumpa-jumpa." ucap Mia.
" Kak Mia, maaf Kak. Kakak ada apa ya cari aku?" tanyanya dengan setenang mungkin dan seperti tidak mengetahui apa-apa.
" Pakai nanya lagi, kah udah buat aku malu di depan Rey." ucapnya dengan sinis.
" Maksud kakak gimana ya, perasaan aku nggak ada buat apa-apa." ucap Key yang berani.
" Ini anak sepertinya nggak ada rasa takutnya." batin Mia.
" Kau tidak ingat kejadian semalam pagi?" tanya Mia dengan menatap Key dengan sinis.
" Oh kejadian semalam pagi, yang aku ingat sih aku hampir ditabrak. Dan hanya itu saja yang aku ingat, dan sepertinya aku tidak ada menyinggung kakak." ucapnya dengan percaya diri.
" Kau bilang kau tidak menyinggung diriku, kau sudah membuat diriku malu di depan Rey. dan lagi, kau sudah menggoda Rey di depanku." bentak Mia.
" Maaf ya Kak, aku tidak pernah berniat menggoda kak Rey. Tapi kalau Kak Rey suka denganku, itu semua bukan salahku." ucapnya dengan tegas kemudian pergi meninggalkan Mia.
" Hei kau berani sekali denganku, kau tidak tahu siapa aku." teriak Mia.
" Aku memang tidak tahu siapa Kakak, dan aku juga tidak ingin mengetahuinya." ucap key dengan lantang, dan semua mahasiswa yang berlalu lalang takjub melihat Key.
" Wow anak itu berani sekali, kira-kira dia punya baking kan apa nggak ya?" ucap mahasiswi yang lewat.
" Kalau dari cara bicaranya sih sepertinya ada, tapi kalau dari cara berpakaiannya sepertinya dia tidak ada." jawab mahasiswi yang satunya lagi.
" Setelah aku perhatikan cara berpakaiannya, sepertinya yang kau katakan benar. Karena kalau dia memang anak orang berada, penampilan dia memang tidak mungkin seperti itu." ucap mahasiswi itu.
" Sudahlah ayo kita masuk kelas, kalau sampai kita terlambat bisa bahaya." jawab temannya kemudian kedua mahasiswa itu pun berlari menuju kelasnya.
" Astaga kelas." ucapkan yang kaget, dan kemudian ingin pergi menuju kelasnya.
" Mau ke mana kamu, kamu nggak bisa ke mana-mana." ucap Mia yang menghalangi kepergian Key.