Sepahit Sembilu

Sepahit Sembilu
key 11



" Nah itu Key." ucap gadis itu, dengan menunjuk ke arah Key.


Mia yang mendengar itu, ia pun langsung melihat ke arah yang ditunjuk oleh gadis itu. Tetapi Mia langsung terkejut.


" Kayaknya kita batalin aja ya." ucap Mia dan gadis itu pun heran.


" Kenapa, kan dia sudah di depan mata." ucap gadis itu.


" Sudahlah, kalau aku bilang nggak jadi ya nggak jadi." ucap Mia kemudian langsung meninggalkan gadis itu sendirian.


" Sebenarnya apa sih yang terjadi?" tanya gadis itu, kemudian ia pun mengejar Mia.


Key dan Indi terus saja berjalan, dan tiba-tiba ada seorang pemuda yang datang. Key langsung memeluk pemuda itu, dan Rey tanpa sengaja melihat itu. Ia pun merasakan sakit hati, dan kemungkinan pergi meninggalkan tempat itu.


Indi masih diam mematung, ia sangat penasaran dengan sosok pemuda yang memeluk Key. Untuk menghilangkan rasa penasaran, akhirnya ia pun mendekat ke pemuda itu.


" Key, ini siapa?" tanya Indi yang penasaran.


" Oh ini kakak aku, namanya kak Dika." jawab Key.


" Oh, kau pasti temannya Key ya." ucap Dika dengan tersenyum pada Indi.


" Iya kak, perkenalkan nama saya Indi." ucapnya dengan menjulurkan tangannya untuk bersalaman.


" Halo Indi, salam kenal ya. Kalau begitu saya titip Key ya, karena saya cemas dengan Key." ucap Dika.


" Kak Dika tenang saja, Key akan aman sama saya." ucapnya dengan tersenyum dan membuat tanda "Oke" dengan tangannya.


" Ya amanlah, orang aku sama preman kampus." ucap Key.


" Key…" teriak Indi yang kesal, dan kemudian ia pun mengejar Key.


" Ku kira Key orang yang sulit berteman, apalagi dengan kelebihan yang ia miliki. Pastinya ia tidak merasa nyaman ketika berada di tempat yang ramai, ternyata aku salah sangka. Mudah-mudahan Key akan terus berteman dengan gadis ini, dan aku harap gadis ini bisa menerima kelebihan Key." batin Dika dengan tersenyum dan melihat ke arah adiknya dan juga Key yang sedang kejar-kejaran.


Tiba-tiba Mia dan gadis itu pun lewat lagi, dan pandangan gadis itu terus tertuju kepada Dika. Apalagi ia mengenal Dika sebagai seniornya di jurusannya, dan bahkan Dika adalah lulusan terbaik di masanya.


" Kakak, kak Dika kan?" tanya gadis itu yang langsung menghampiri Dika.


" Iya bener saya Dika, kau kenal dengan saya?" tanya Dika.


" Tentu saja saya kenal dengan kakak, kakak adalah senior di jurusan saya. Dan kakak adalah lulusan terbaik." ucap gadis itu dengan antusias.


" Oh jadi kau junior saya, senang bisa bertemu dengan mu." ucap Dika dengan mengulurkan tangannya, dan gadis itu pun langsung menyambutnya.


" Perkenalkan nama saya Yeni kak, saya berharap bisa jadi seperti kakak." ucapnya dengan tersenyum, dan tidak kunjung melepaskan tangan Dika.


" Wah, kak Dika ganteng banget. Kira-kira kak Dika uda punya pasangan belum ya." batin Yeni.


" Ini anak kenapa nggak mau melepaskan tanganku ya." batin Dika dengan berusaha melepaskan tangannya dari genggaman tangan Yeni.


" Eh maaf kak, aku kelupaan." ucap Yeni yang baru tersadar, dan langsung melepaskan pegangan tangannya.


" Woy Yeni, kau kenapa lari dan meninggalkan ku." ucap Mia yang menghampirinya.


" Eh maaf Mia, kenalin ini kak Dika senior kita yang sering di cerita sama Bu Adel." ucap Yeni.


" Oh jadi kak Dika yang selalu di ceritakan sama Bu Yeni, ganteng sih tapi cerita kehidupannya buat muak." ucap Mia yang membuat Dika kesal.


" Oh ya, memangnya kisah kehidupan mu gimana. Apakah menyenangkan?" tanya Dika dengan nada tinggi.


" Oh tentu menyenangkan dong, aku itu anak yayasan. Dan semua orang disini takut sama aku, karena bila aku mengadu ke kantor yayasan tamat sudah wirayat mereka." ucapnya dengan sombong.


" Sombong sangat, ingat ya di atas lagi masih ada lagi. Sekarang kau boleh sombong, tapi suatu hari nanti kesombongan mu yang akan menjatuhkan mu." ucap Dika yang kesal.


" Ternyata Yeni manis juga." batin Dika.


" Nggak usa sok-sokan membela deh, lagian apa dia bisa ngebuat kau hidup tenang disini." ucap Mia masih dengan kesombongannya.


Tiba-tiba saja Key dan Indi pun datang, dan mereka sangat penasaran dengan kejadian yang terjadi.


" Ada apa ini?" tanya Indi yang baru saja tiba, dan Mia pun langsung menarik tangan Yeni untuk pergi meninggalkan mereka.


" Loh mereka kenapa pergi?" tanya Dika yang heran.


" Ntala aku nggak tau." jawab Indi.


" Nggak tau, ini semua ini karena Indi kak." jawabnya dan Dika pun tampak bingung.


" Memangnya Indi kenapa?" tanya Dika yang masih bingung.


" Kan uda aku bilang kak, Indi itu preman." ucap Key dengan tersenyum.


" Kau ya Key, buat aku emosi aja." ucap Indi dengan tatapan sinis.


" Seru tau jahili kamu, hehehe." ucapnya dengan tersenyum.


" Yauda lah suka mu." ucapnya kemudian tersenyum melihat Key.


" Yauda deh, itu urusan kalian. Sekarang kita pulang dek, uda ada yang nunggu di rumah." ucap Dika dan membuat Indi kaget.


" Nunggu, siapa kak?" tanya Key yang penasaran.


" Nanti kau juga tau." ucap Dika.


" Jangan-jangan kau mau di jodohkan, hayo kapok." ucap Indi dengan menyenggol bahu Key dan tersenyum.


" Ih, jangan nakut-nakutin. Aku lagi panik ni." ucap Key.


" Sepertinya mereka akan menjadi teman yang akrab, dan aku berharap mereka akan terus seperti ini." batin Dika.


" Nggak kok, kamu nggak di jodohkan dek. Cuma memang ada orang penting di rumah, dan kau harus bertemu dengannya." jelas Dika.


" Ih, Key jadi curiga. Kakak nggak bohong kan? Nanti tiba-tiba rupanya Key dijodohkan, Hiks…Hiks. Key ngga mau kak." ucapnya dengan meneteskan air mata.


" Nggak Key, ini nggak seperti yang kau bayangkan. Kakak yakin kau pasti akan senang ketika bertemu dengan mereka." ucap Dika berusaha menenangkan adik sambungnya itu.


" Beneran ya." ucapnya dengan mengulurkan jari kelingkingnya.


" Iya." jawab Dika dengan langsung mengaitkan jari kelingkingnya dengan jari kelingking Key.


" Kalau gitu, Dah Indi." ucapnya dengan tersenyum, kemudian langsung pulang.


" Dah, hati-hati ya." ucapnya dengan tersenyum.


...----------------...


" Ada apa sebenarnya sih?" tanya Yeni pada Mia.


" Gadis yang ada di samping Key tadi, itu namanya Indi." jelas Mia.


" Lalu, Indi itu siapa memang?" tanya Yeni yang penasaran.


" Indi itu adik sepupunya Rey, dan keluarga besar Rey sangat mempercayai Indi. Jadi aku tidak berani berbuat apa-apa pada saat ada Indi, karena bila sampai Indi melapor ke keluarganya. Hubunganku dengan Rey hanya akan menjadi mimpi semata, karena tidak direstui oleh keluarga besar Rey." jelas Mia dan membuat Yeni kaget.