
Kini mereka sudah sampai di tempat tujuan, alangkah kagetnya David. Tiba-tiba saja kejadian kecelakaan Kia melintas dalam pikirannya, kepalanya pun menjadi pusing. Dan tiba-tiba saja ia meneriaki nama Kia, sontak saja semuanya menjadi kaget.
" Kiaaaa" teriak David.
" Sayang, aku nggak mau di sini." tambahnya dengan menarik tangan Key.
" Kita tidak bisa meninggalkan tempat ini David, karena tujuan ke sini adalah menyelidiki tentang kecelakaan Kia." jelas Key dengan tersenyum.
" Tidak usah berpura-pura David, dari awal kau sudah mengetahui kalau aku bukanlah pacarmu. Tetapi kau terus saja berpura-pura aku adalah pacarmu, itu semua kalau aku kan karena kau khawatir kepadaku dan keluargaku." jelasnya.
" Apa maksudmu sayang, aku tidak mengerti maksud dari pembicaraan ini." ucapnya dengan ekspresi takut.
" Kamu tidak perlu berpura-pura lagi, waktu itu aku melihatmu saat aku berbicara dengan dosen. Aku yakin kau sudah mendengar semua pembicaraan kami, tetapi kau tetap saja berpura-pura karena ada hal di balik semua ini. Hanya satu yang aku inginkan darimu David, jika kau memang mencintai kembaranku. Kau boleh saja tetap berarti aku adalah dia, tetapi kau harus membantu kami untuk mencari tahu letak keberadaannya." jelas Key.
" Dia sudah pergi meninggalkan dunia ini Key, aku sebenarnya tidak mau hal ini semua terjadi. Tetapi aku tidak bisa menjaganya dengan baik, kali ini izinkan aku untuk menjagamu. Aku janji tidak akan membuatmu terluka, dan kau akan baik-baik saja bersama denganku." ucapnya dengan duduk bersimpuh, Dika yang mendengar hal tersebut merasa kaget.
" Jadi kau sudah mengetahuinya, kenapa kau harus menipu kami semua. Biarkan kami semua hidup damai, sudah cukup kami kehilangan Kiara. Jangan kau buat kami juga kehilangan Keyza, hanya dialah yang kami miliki saat ini." ucap Dika dengan mencengkeram kerah baju David.
" Maafkan aku kak Dika, kini semuanya tidak bisa dihentikan kembali. Mama dan papa sudah mengetahui keberadaan key, dan untuk saat ini untuk melindungi key adalah ini jalan satu-satunya. Andai saja Kiara masih ada, semuanya tidak akan mungkin terjadi seperti ini. Maafkan aku juga Key, karena diriku kau jadi terlibat dengan masalah ini." ucap David dengan menatap ke arah Key.
" Kamu tidak usah menangis David, key masih belum meninggal. Sampai detik ini aku masih bisa merasakan kehadirannya, tetapi aku tidak mengetahui keberadaannya di mana." jelas Key dan membuat David sangat bahagia.
" Benarkah yang kau katakan?" tanyanya yang tidak percaya.
" Kami berdua ini anak kembar David, jadi kami masih memiliki ikatan batin yang sangat kuat. Karena itu aku masih bisa merasakan kalau dia masih hidup, hanya saja letak keberadaannya tidak ada yang mengetahuinya. Untuk saat ini biarkan ini menjadi rahasia kita, jangan beritahu kepada siapapun David. Karena perasaanku mengatakan, kalau kecelakaan ini bukanlah kecelakaan biasa. Dan aku yakin kau juga mengerti dari maksud pembicaraanku, jadi tolong simpan rahasia ini rapat-rapat." jelas Key dan David pun mengangguk.
" Yang kau katakan memang benar, aku juga mencurigai kecelakaan ini bukanlah kecelakaan biasa. Tetapi hingga kini aku masih belum menemukan bukti, dan aku juga masih belum terima atas kepergian Kiara. Aku mengucapkan banyak terima kasih kepadamu, akhirnya aku memiliki harapan kalau Kiara masih hidup." ucapnya kemudian beranjak ingin memeluk Key.
" Mau apa kau?" tanya Dika yang menghalanginya.
" A-aku." ucapnya yang gugup.
" Nggak ada lagi peluk, karena dia bukanlah pacarku. Kalau berantem di depan kedua orang tuamu aku tidak masalah, tetapi ketika di luar seperti saat ini jangan coba-coba berakting." ucap Dika dengan menatap tajam ke arah David.
" Baik kak." jawabnya dengan menggaruk kepalanya yang tidak terasa gatal.
" Boleh aku ikut ke bawah?" tanyanya.
" Sebenarnya aku tidak masalah kau ikutin ke bawah, tetapi apakah kau sudah sanggup untuk melihat tempat kejadian itu lagi. Karena aku tidak ingin membawa masalah, melihat adik kecilku harus menderita saja aku sudah tersakiti. Apalagi juga harus membawa dirimu yang kena pingsan, sungguh hal tersebut sangat merepotkan." ucap Dika dengan menatap ke arah David.
" Aku janji hal tersebut tidak akan terjadi, aku akan merepotkan kak Dika." ucapnya dengan ekspresi memohon.
" Biarkan saja dia ikut ke bawah, aku yang akan menjaganya bila hal itu terjadi." ucap sebuah suara yang tiba-tiba saja mengagetkan mereka.
" Kau ada di sini Rey?" tanya Key yang kaget.
" Tentu saja aku berada di sini, aku sudah janji kepadamu untuk membantumu mencari kembaran. Dan aku tidak akan pernah mengingkari janjiku kepadamu." ucap Rey dengan tersenyum.
" Baguslah kau sudah diberi, Key sudah menceritakan semuanya kepadaku. Aku berharap kita dapat segera menemukan Kia, kini kami memasrahkan semuanya kepada kalian berdua." jelas Dika.
" Terima kasih karena telah percaya kepadaku kak Dika, tetapi hingga kini kita masih belum bisa memastikan akan menemukannya. Kejadian itu sudah terjadi berbulan-bulan yang lalu, meskipun Kiara masih hidup. Pastinya ia sudah tidak berada di sekitar sini, pastinya sudah ada orang yang telah menyelamatkannya dari sini. Dan mungkin saja ia mengalami situasi yang sangat berbahaya, karena itu ia tidak pulang ke rumah hingga saat ini." jelas Rey dengan menceritakan kemungkinan yang terjadi.
" Yang kau katakan memang sangat benar, tetapi setidaknya kita masih memiliki harapan. Walaupun kita tidak mengetahui posisinya, aku berharap kita dapat menemukannya dalam waktu dekat. Setidaknya kita dapat melihat wajahnya kembali, walaupun semisalnya nanti ia hanya tinggal harganya saja." jelas Dika yang tanpa sadar meneteskan air mata.
" Kak Dika jangan bersedih, kita sama-sama berdoa dan berusaha. Agar kita dapat secepatnya menemukan Kiara, dan perjuangan kita ini dapat membuahkan hasil yang sangat indah." ucap key dengan menepuk pundak sang kakak untuk menenangkannya.
" yang kau katakan memang benar, semoga semuanya berjalan dengan lancar." ucap Dika dengan tersenyum dan mencoba menghilangkan rasa pedih di dalam hatinya.
Kini mereka semua pun beranjak turun ke bawah, mereka mendatangi tempat ledakan mobil milik Kia. Kini kepala David tiba-tiba saja menjadi pusing, mau tidak mau Dika pun memegang lengan David agar ia tidak terjatuh. Rey dan juga Key sudah duluan ke bawah, mereka langsung mencari titik-titik untuk mendapat penglihatan. Dan sesuai dengan perkataan Rey, ternyata Kiara memang dibawa pergi oleh seseorang. Tetapi wajah orang tersebut masih belum terlihat hingga sekarang, dan mereka kini masih berusaha untuk mencari bukti-bukti yang lain.
# Penasaran, ikuti terus kelanjutannya dan jangan lupa like, share, komen serta selalu dukung nafras ya teman-teman. Dan baca juga karya-karya nafas yang lain.
1. Naura Abyasya
2. Rela Walau Sesak
3. Derai Yang Tak Terbendung
4. Azilla Aksabil Husna