Sepahit Sembilu

Sepahit Sembilu
Key 48



" Aku pegang ya omongan kalian, kalian tahu karakter aku kan. Dan kriteria cewek yang aku sukain itu sulit untuk dicari, dan kalian pastinya akan kerja mati-matian untuk mencarinya." ucap David dengan tersenyum.


" Itu semua tidak masalah, yang penting sahabat kami bahagia." ucap Beno.


" Ngomong-ngomong tentang pacar dan juga kebahagiaan, kalian bareng untuk mencarikan aku pacar. Tetapi kalian melupakan satu hal, ia itu kalian berdua saja masih jomblo." ucap David dan keduanya pun tercengang mendengar hal itu.


" Kamu jangan membalas hal itu David, saat ini aku masih berusaha menghilangkan traumaku. Kau kan sudah mengetahui kisah kehidupanku, jadi jangan pernah ungkit-ungkit soal itu denganku." ucap Akbar yang kesal.


" Kalau untuk dirimu aku mengerti Akbar, tetapi kalau beda aku tidak mengerti. Aku masih ingat, dia sering bilang kalau dia sering jatuh cinta. Eh tapi dan tapi, dia tak kunjung jadian dengan orang yang ia cintai itu." ucap David dan membuat bina menjadi kesal.


" Namanya juga orang jelek, yang bisa dilakukan hanya suka pada orang. Tetapi sayangnya tidak pernah disukai balik, aduh sakit banget tuh." ucap Lena yang membuat amara Beno semakin mengguncang.


" Enak aja kalau ngomong, aku akan buktikan sama kalian. Kalau aku itu nggak jelek, mereka saja yang memandang unta dari mana. Padahal aku udah ganteng gini, eh masih aja ada yang nolak." ucap Beno dan ketiganya pun tertawa.


" Yang sabar ya Beno, mudah-mudahan saja kau segera menemukan jodohmu. Walaupun prosesnya akan sangat lama, setidaknya sang pencipta pasti menciptakan jodoh untukmu." ucap David.


" Kalian berdua ini ya, selalu saja meledak diriku. Awas aja kalian, aku akan buat perhitungan sama kalian." ucap Beno yang kesal.


Mereka pun melakukan kejar-kejaran, hingga tanpa sengaja David menabrak seorang wanita. Tiba-tiba jantung David pun berdetak dengan sangat kencang, ia merasakan hal yang sama seperti saat ia bersama dengan Kia.


" Maaf ya, aku tidak sengaja." ucap David dengan tersenyum.


" Iya tidak masalah." jawab wanita itu dengan tersenyum.


" Da-Davina." ucap Akbar dan mengagetkan David.


" Kamu mengenal aku?" tanya Davina.


" Akhirnya aku bisa bertemu dengan kamu lagi Davina, bagaimana dengan kondisimu. Apakah kesehatan jantung sudah pulih?" tanya Akbar dan membuat Davina menjadi kebingungan.


" Sepertinya kamu sangat mengenal diriku ya, ngomong-ngomong kamu siapa ya?" tanyanya dan Akbar pun merasa heran.


" Sayangku Davina, ini aku Akbar." ucapnya yang ingin memeluk Davina.


" Akbar pacar aku?" tanyanya dan Akbar pun mengangguk.


" Apa yang terjadi kepadamu sayang?" tanya Akbar yang merasa kalau Davina sangat aneh.


" Ya sudah tidak masalah, kalau begitu aku akan selalu ada di sampingmu. Dan aku akan membantumu untuk mengingat segalanya, walaupun itu akan sangat melelahkan." ucapnya yang kemudian langsung mengacak-acak rambut Davina.


" Pantas aja kamu menghilang begitu lama, aku sampai sudah berburuk sangka loh. Karena kedua orang tuamu tidak kunjung mengabari tentang keadaanmu, bahkan aku sampai diejek sama mereka karena tak kunjung memiliki pacar." ucap Akbar dengan menunjuk Beno dan juga David.


" Kalu kamu sanggup beraneka dari mereka, kenapa kamu nggak cari pacar baru aja?" tanya Davina.


" Aku kan sudah berjanji sama kamu sayang, aku akan selalu menunggu kamu pulang ke Indonesia. Walaupun hal itu harus menunggu sampai bertahun-tahun, yang terpenting di hatiku hanya ada dirimu seorang." jelasnya dan Davina kan tersenyum.


" Ternyata yang dikatakan sama Mama dan Papa itu benar, kau adalah pria yang baik. Dan sebenarnya hari ini aku ke sini karena mau kuliah di sini, agar aku bisa pulang tiap hari sama kamu." ucapnya dengan tersenyum.


" Oh tentu tidak masalah, tetapi kenapa kamu tidak menghubungi aku dulu. Kan aku bisa menjemput kamu di rumah, dan nggak akan terjadi drama." ucap Akbar yang mencubit pipi Davina.


" Niatnya aku mau kasih kejutan sama kamu, eh nggak tahunya malah ke aku yang dapat kejutan. Untungnya apa yang dikatakan Mama sama Papa adalah kebenaran, jadi ketika aku di sini aku tidak melihat kau bersama dengan wanita lain." ucap Davina.


" Tentu dong, aku kan setia sama kamu sayang. Jadi hal seperti itu tidak akan mungkin terjadi, dan aku akan selalu mendampingimu. jadi sekarang kamu mau masuk fakultas mana?" ucap Akbar.


" Awalnya aku berniat mengambil fakultas hukum, tetapi Mama dan Papa melarangku. Jadi aku berniat mengambil fakultas ekonomi, sesuai dengan apa yang dikatakan oleh Mama dan Papa." jelasnya dengan tersenyum.


" Ya sudah tidak masalah, jadi sayang udah daftar belum?" tanya Akbar dan Davina pun menggeleng.


" Ya udah kalau gitu aku temenin ke tempat pendaftaran, aku pergi ngantar pacar aku dulu ya." ucap Akbar dan pergi meninggalkan tempat itu.


" Ternyata dia pacarnya Akbar, sudah sekian lama dia menghilang dan akhirnya kini ia kembali." ucap Beno.


" Kenapa aku nggak pernah tahu, ternyata si Akbar bukan jomblo. Tetapi dia adalah cowok yang setia, setia menunggu pacarnya kembali setelah menjalani pengobatan." ucap Lena yang tiba-tiba saja muncul.


" Akbar adalah tipikal orang yang sedikit tertutup, karena itu banyak yang tidak mengetahui kisah kehidupannya. Dia selama ini memang tidak mau dekat dengan wanita, itu semua karena dia sangat mencintai pacarnya. dan hari ini pacarnya telah kembali, dan aku yakin setelah ini kita akan melihat sikapnya yang teramat bucin." ucap Beno yang memang sudah mengenal Akbar sejak masih duduk di bangku SMA.


" Seorang Akbar jadi bucin, aku nggak salah dengar kan?" tanya Lena yang tidak percaya.


" Terserah saja kepadamu jika ingin percaya atau tidak, tetapi Akbar adalah orang yang sangat bucin ketika bersama dengan Davina. Mereka sudah pacaran sejak masih duduk di kelas 1 SMA, selisih usia mereka 1 tahun sama seperti David dan juga Kia. Aku masih sangat ingat, ketika aku harus menjadi obat nyamuk mereka. Dan jujur saja, hal itu sangat membuatku kesal." jelasnya dengan mengingat masa-masa di waktu lalu.


" Lalu apa yang terjadi dengannya?" tanya David yang memang sejak tadi juga mendengarkan.


" Kurang lebih 2 tahun lalu, saat kita juga masih duduk di bangku SMA kelas 3. Davina terkena penyakit jantung, karena itu orang tuanya selalu saja berusaha mencari pengobatan yang terbaik untuk dirinya. Awalnya Akbar juga ikut menemaninya, tetapi orang tua Davina melarangnya untuk ikut. Karena hal tersebut akan mempengaruhi sekolah Akbar, dan orang tua Davina berjanji akan mempertemukan Akbar dan Davina kembali ketika Davina telah pulih." jelas Beno.