Sepahit Sembilu

Sepahit Sembilu
Key 30



" Yang kau katakan memang benar, kejadiannya begitu cepat terjadi. Semoga saja kau bisa bertahan, dan aku harap orang tuamu juga tidak keberatan dengan semua ini." jelas dosen tersebut.


" Mudah-mudahan saja begitu pak, saya berharap juga kakak saya bisa membantu saya." jelasnya.


" Yang kau katakan memang benar, sekarang kamu tenangkan dirimu. Karena kau harus menghadapi kedua orang tuamu, kau tenang saja saya akan membantumu. Sekarang silakan kembali ke kelas, dan buatlah seperti tidak terjadi apa-apa." jelas dosen itu dan Key pun segera keluar dari ruangan tersebut.


Key sini kembali ke ruangannya, tampak Indi langsung mendekatinya. Karena Indi sudah sangat penasaran dengan apa yang diceritakan oleh dosen tersebut, hingga sampai membawa ke dalam ruangannya.


" Apa yang diceritakan dosen itu?" tanya Indi yang penasaran.


" Kita bahas tentang hal itu nanti ya, aku masih selalu mencerna apa yang dibicarakan oleh dosen itu. Tetapi yang dibahas olehnya mengenai David." jawabnya dan Indi pun mengangguk.


" Baiklah, aku mengerti hal itu." jawabnya dengan tersenyum.


Kini mereka tidak melanjutkan pembicaraan lagi, keduanya pun langsung mengerjakan tugas yang diberikan oleh dosen tersebut. Tanpa terasa bel pun berbunyi, kini sudah waktunya mereka untuk pulang. Key pun langsung segera pulang ke rumahnya, Indi awalnya ingin ikut ke rumah key. Tetapi tiba-tiba saja eyangnya menelpon, dan terpaksa ia harus segera pulang ke rumahnya.


Tak terasa kini Key sudah tiba di rumahnya, kini tampak Dika dan mamanya sudah menunggu di meja makan. Keduanya menatap Key dengan pandangan yang sinis, jujur saja Key merasa takut melihat pandangan tersebut.


" Duduk Key, mama mau bicara padamu." ucap Aisyah dan Key pun langsung duduk di kursi yang berada di hadapan Aisyah.


" Mama sudah dengar semuanya, kau yakin dengan keputusanmu itu?" tambah Aisyah saat Key sudah duduk.


" Sebenarnya Key masih ragu ma, tetapi kyai tidak memiliki pilihan lain. Karena David sudah bertemu dengan Key, dan ia mengira Key adalah Kia. Saat ini jalan satu-satunya agar David segera pulih, hanyalah Key mengaku menjadi Kia ma." jelasnya.


" Bagaimana bisa kau bertemu dengannya nak, kampus itu wilayahnya sangat besar. Dan bahkan sebenarnya Kia pun tidak berkuliah di sana, bagaimana bisa bertemu denganmu." ucap Aisyah yang tidak menyenangkan hal itu.


" Aku juga tidak tahu ma, kejadiannya begitu cepat. Tiba-tiba saja ada seorang pemuda yang memeluk, dan setelah itu aku berbaring di UKS. Aku baru mengetahui kalau dia adalah David, setelah aku sadar. Aku juga tidak tahu bagaimana aku bisa bertemu dengannya, hanya itu saja yang dapat aku ingat ma." jelas Key dengan berderai air mata.


" Sepertinya takdir memang ingin kalian bertemu, kalau sudah begini jadinya. Mama tidak bisa berkata apa-apa, mama akan membantumu untuk memberitahu sifat dan karakter Kiara. Tapi mama takut, bila suatu hari nanti David mengetahui kalau kau bukanlah Kiara. David adalah orang yang cukup berbahaya, mama takut akan terjadi sesuatu kepadamu." jelas Aisyah yang sangat khawatir kepada putrinya untuk.


" Sebenarnya itu juga yang aku takutkan ma, tetapi om Yusuf sudah berjanji. Kalau dia akan melindungi ku ketika David mengetahuinya, bahkan dia juga yang meminta aku untuk menyamar menjadi Kiara." jelas Key.


" Kalau memang kejadiannya seperti itu, mama bisa sedikit tenang. Tapi kau harus tetap berhati-hati, tujuan awal mu memang baik. Tetapi pastinya ada orang-orang yang tidak suka dengan hal itu, dan mama takut hal itu akan membahayakan dirimu." ucap Aisyah dengan mengelus kepala Key.


" Mama tenang saja ya, aku akan tetap berhati-hati. Ini semua aku lakukan juga demi kebaikan David, dan agar semuanya membaik. Bila David sudah pulih, aku akan kembali menjadi jati diriku yang sebenarnya." ucapnya dengan berderai air mata.


" Kau memang sangat baik nak, mama senang bisa memilikimu. Mama sangat bahagia kau ada di sisi mama." ucap Aisyah dengan tersenyum.


" Walau bagaimanapun, saat ini kau sudah menjadi anak mama. Dan apapun keputusanmu, mama pasti akan mendukungmu. Semoga saja rencana kita berjalan dengan lancar, dan mama harap David segera pulih. Agar kau bisa menjadi dirimu kembali, dan bisa mencari seseorang yang bisa menjaga hatimu." ucap Aisyah.


" Amin." jawab mereka serentak.


Tiba-tiba saja terdengar suara pintu terbuka, sontak saja ketiganya kaget mendengar hal tersebut. Jika langsung mengambil ancang-ancang untuk memukul orang tersebut, tetapi syukur alhamdulillahnya ternyata yang datang adalah Aldrian. Ia langsung duduk di hadapan ketiganya, ia masih tidak menyangka dengan apa yang ia dengar.


" Ayah." teriak ketinggiannya serentak.


" Iya ini ayah." ucapnya kemudian langsung duduk.


" Ayah kenapa seperti terburu-buru?" tanya Aisyah.


" Ayah memang sedang terburu-buru, ayah baru membaca pesan dari kakakmu Dika. Apakah benar itu Key?" tanyanya langsung kepada putri kecilnya itu.


" Memangnya apa yang dikirim tadi kak Dika?" tanyanya dengan menatap kearah Dika.


" Ya tentang kau yang ingin menjadi Kiara agar David cepat pulih." jawab Dika dengan santai.


" Oh tentang itu ternyata, iya ayah Key memang ingin melakukannya. Ya walaupun sebenarnya ingin melakukannya atas paksaan." ucapnya yang keceplosan, dan menutup tangannya di mulut.


" Siapa yang memaksamu?" tanya Aisyah yang memang sudah menduganya tetapi ia tetap tenang ketika berbicara dengan putrinya tadi.


" Jawab ayah, siapa yang memaksamu?" tanya Adrian dengan menggebrak meja.


" Om Yusuf ayah." jawabnya dengan menunduk karena takut dengan Adrian.


" Oh ternyata dia, jadi sekarang gimana keputusanmu?" tanya Adrian yang sudah mulai lembut.


" Aku akan tetap menjalankannya, setelah dipikir-pikir ini juga demi kebaikan bersama. Agar dari cepat pulih, dan setelah itu keluarga kita tidak akan di teror lagi oleh om Yusuf." ucapnya.


" Jadi kau tahu kalau keluarga kita diteror oleh Yusuf?" tanya Adrian yang kaget.


" Tentu saja aku tahu ayah, dan bahkan om Yusuf juga pernah mengirimkan sebuah surat yang tanpa sengaja terbaca olehku." jawabnya jujur.


" Maafkan ayah ya, seandainya kejadian seperti ini tidak terjadi. Kiara pasti akan tetap berada di sini, kau pasti akan hidup bahagia dengannya. Dan kita tidak akan pernah menemui keluarga Yusuf, dan hidup kita semua pasti akan damai." jelas Adrian yang merasa bersalah.