Sepahit Sembilu

Sepahit Sembilu
Key 22



" Kakak tenang aja ya, kami akan menjaga Key." jawab kedua mahasiswa itu, dan kemudian Bismar segera pergi meninggalkan sekolah tersebut.


" Maaf ya, jadi ngerepotin kalian. Kakak aku terlalu berlebihan, padahal aku cuma demam dikit." jelas Key.


" Nggak apa-apa Key, aku justru iri. Kakakku saja tidak pernah memperlakukanku seperti kakakmu itu." ucap pemuda itu.


" Iya benar, hidupmu pasti bahagia memiliki tiga orang kakak yang sangat menyayangimu." ucap temannya yang satunya.


" Yang kalian bilang benar sih, tapi terkadang aku justru merasa risih dengan tingkah mereka." jawab Key yang memang merasa tidak nyaman.


" Ya memang iya sih, tapi kau tidak bisa melarang mereka. Karena mereka melakukan ini semua juga demi kebaikanmu." jelas mahasiswa itu, dan Key pun mengangguk.


" Woy." ucap Indi yang mengagetkan Key.


" Ya ampun indi, kau buat aku kaget saja." ucapkan yang memegang jantungnya.


" Tenang aja Key, jantungmu nggak akan copot kok. Paling cuma sedikit sakit, hehehe." jelas ini dan kedua mahasiswa yang ada di dekat mereka menggelengkan kepalanya.


" Kau ini ya Indi, banyak sekali tingkah mu. Untuk saat ini jangan kau ganggu dia, tadi kak Bismar sudah menitipkannya pada kami." ucap mahasiswa yang satunya dan membuat Indi kaget.


" Jadi kau diantar sama kak Bismar, terus kenapa bisa kak Bismar menitipkanmu pada mereka?" tanyain Indi yang masih penasaran.


" Kau kan tahu kondisiku sedang tidak baik, terus tadi kebetulan aja mereka menghampiriku. Jadi kak Bismar langsung menitipkan ku pada mereka, karena kak Bismar nggak bisa lama-lama di sini." jelasnya dan Indu pun mengangguk.


" Oh jadi begitu ceritanya, kalian berdua masuk aja biar Key sama aku." ucap Indi kemudian Kedung mahasiswa itu pun segera pergi menuju kelasnya.


" Kita masuk kelas juga yuk." aja Key yang merasa sebentar lagi bel akan berbunyi.


Dan benar saja sesuai dengan tebakan Key, saat mereka berjalan menuju kelasnya. Tiba-tiba saja bel pun berbunyi, dan semua mahasiswa berhambur ingin masuk ke dalam kelasnya.


Key dan ini langsung duduk di barisan paling depan, karena barisan yang lainnya sudah penuh. Kini mereka mempelajari agama, dosen mereka saat ini adalah dosen yang terkenal cukup kiler. Dosen tersebut bernama Nizam, dan Pak Nizam kebetulan mengajar agama Islam.


" Assalamualaikum." ucapan Nizam yang baru saja masuk kelas.


" Waalaikumsallam pak." jawab mereka serentak.


" Hari ini adalah pertemuan pertama kita, dan materi pertama kita hari ini adalah mengenai rukun iman." jelas Nizam.


Mereka semua pun langsung membuka buku mereka, kemudian mereka mendengarkan Pak Nizam yang sedang menjelaskan materi tentang rukun iman. Tidak ada suara satupun saat jam pembelajaran, mereka semua merasa takut kepada Pak Nizam. Apalagi setelah mereka mendengar desas-desus mengenai Pak Nizam yang merupakan dosen killer, banyak mahasiswa yang tidak ingin berurusan dengan Pak Nizam.


Nizam, seorang dosen lulusan S2 dari kampus Pandan. Yang merupakan kelulusan terbaik dengan gelar kumlot, dan sebenarnya hanya mengajar sampingan di Universitas Pelita. Nizam sebenarnya mengajar di universitas negeri yang berada di dekat Universitas Pelita, Nizam adalah dosen yang sangat ditakuti terutama di universitas negeri tempat dia mengajar.


Di kampus-kampus luar, Pak Nizam hanya mengajar di semester awal saja. Dan dia membawakan mata kuliah pendidikan agama Islam. sedangkan di universitas negeri tempat ia mengajar, Ia merupakan dosen ilmu fiqih. Yang memang dikenal cukup gelar dan susah untuk ditemukan, susah ditemukan bukan karena bapak itu adalah dosen yang pemalas. Tetapi karena Nizam ini merupakan dosen yang mengajar di beberapa universitas, yang menyebabkan banyak mahasiswa Universitas Negeri yang sering datang ke kampus Pelita untuk bimbingan skripsi.


Di tengah pembelajaran, tiba-tiba saja ada seorang pemuda yang mengetuk pintu. Dan Pak Nizam pun langsung melihat ke arahnya, kemudian ia segera meminta pemuda itu untuk masuk.


Tok


Tok


Tok


" Saya mau bimbingan skripsi Pak." ucap Toni dengan sopan.


" Ya sudah sini duduk dulu, kalian coba pelajari apa yang sudah saya berikan tadi. Saya mau membimbing skripsian Kakak kalian dulu." jelas Nizam.


" Baik pak." jawab mereka serentak kemudian langsung mengerjakan tugas yang diberikan Nizam.


Kini Nizam sibuk dengan mahasiswanya itu, iya sibuk mengkoreksi skripsian dari pemuda tersebut. Ia bahkan sempat marah kepada pemuda tersebut, karena ada beberapa bait yang salah dikerjakan oleh pemuda itu. Setelah kurang lebih 30 menit, akhirnya pemuda itu selesai. Dan ia pun segera keluar dari ruangan kelas, Dani sampun melanjutkan pembelajaran.


" Terima kasih atas waktunya Pak." ucapan mudah tersebut.


" Iya tidak apa-apa Toni, saya tunggu secepatnya ya." ucap Nizam dengan tersenyum.


" Baik pak, secepatnya saya akan selesaikan." jawab Toni kemudian pergi dari ruangan tersebut.


" Baik kita lanjut pembelajaran kita hari ini, adakah yang bisa menjelaskan apa maksud dari pembelajaran kita?" tanya Nizam dan membuat mereka kebingungan.


Nizam pun menatap satu persatu mahasiswanya, dan akhirnya Key pun angkat bicara. Ia pun menjelaskan apa yang dijelaskan oleh Nizam tadi, dan Nizam sangat terkejut dengan itu semua.


" Bagus juga jawaban mu, saya suka." ucapnya dengan bertemu tangan.


" Terima kasih pak." jawabnya dengan tersenyum, kemudian langsung kembali duduk.


" Ternyata dia tak hanya cantik saja, tetapi juga sangat pintar." ucap Toni yang masih mengintip dari jendela.


" Siapa namamu?" tanya Nizam.


" Nama saya Keyza Andrian pak." jawab Key.


" Nama yang cukup indah, orang tuamu pasti bangga mengetahui kau sangat pintar." jelas Nizam.


" Namanya lumayan bagus, aku jadi tambah suka"


" Aku harus segera pergi, kalau aku nggak pergi pergi. bisa-bisa aku kecantol sama mahasiswa sini." ucapnya kemudian langsung pergi meninggalkan tempat itu.


Toni pun segera pergi dari tempat itu, ia kan segera langsung mengambil motornya di parkiran. Kemudian ia kembali ke kampusnya, yakin mengenal bersama teman-temannya. Dan menceritakan tentang Key kepada teman-teman, dan alhasil teman-temannya menjadi penasaran dengan sosok Key.


" Seperti apa sih Keyza itu, kami jadi penasaran akan rupanya." ucap tentang Toni.


" Aku akan berusaha untuk mencari kontaknya dulu, nanti kalau aku sudah menemukannya. Aku akan mempertemukan kalian dengan dirinya, dan aku yakin kalian pasti akan jatuh hati kepadanya." jelas Toni.


" Kalau begitu kami tunggu, kami sudah tidak sabaran ingin melihat rupanya." ucap salah satu temannya.


" Kalian tenang saja, aku nggak pernah bohong. Jadi aku akan berusaha menepati janjiku, dan akan memperkenalkan kalian kepadanya." jelasnya.


Mereka pun masih sibuk membicarakan tentang Key, ini mereka sangat penasaran dengan sosok. Dan mereka masih menunggu informasi dari kami, karena yang tanpa sengaja bertemu denganmu adalah Toni.