Sepahit Sembilu

Sepahit Sembilu
Key 27



" Halo, selamat siang. Dengan pak Yusuf, ayah David." ucap Rey.


" Iya benar saya sendiri." jawabnya dari seberang telepon.


" Sebelumnya maaf saya sudah mengganggu waktu bapak, perkenalkan saya Rey dan saya adalah teman kuliah David. Saat ini saya hanya ingin memberitahu kepada bapak, kalau David berada di kampus pak." jelas Rey dan Pak Yusuf merasa bahagia karena menemukan putranya.


" Terima kasih atas informasinya nak Rey, bapak akan segera ke kampus untuk menjemput David." jawab Yusuf.


" Iya pak sama-sama, kami tunggu kehadirannya ya pak." ucapnya dengan lembut, kemudian sambungan telepon pun langsung terputus.


Tidak membutuhkan waktu lama, akhirnya pak Yusuf pun sudah sampai di kampus. Alangkah terkejutnya pak Yusuf ketika melihat Key, ia mengira kalau key adalah Kia.


" Kia, kau masih hidup nak?" tanya pak Yusuf.


Belum sempat Key menjawab, pak Yusuf sudah di bawak pergi oleh Rey.


" Maaf pak, saya harus menarik pak. karena saya tidak bisa membicarakan hal ini di depan anak bapak, saya takut bila saya berbicara di depan anak bapak akan menimbulkan masalah." ucap Rey dan membuat Yusuf.


" Memangnya apa yang ingin kau bicarakan?" tanya Yusuf yang sudah penasaran.


" Sebelumnya perkenalkan nama saya Rey, saya adalah orang yang menelpon bapak tadi. Hal yang saya ingin bicarakan adalah mengenai wanita yang memperlihat tadi, wanita yang bapak lihat bukan lah Kia pacar dari anak bapak. Tetapi dia adalah key, dia adalah kembaran dari Kia." jelasnya dan membuat pak Yusuf tersentak.


" Lalu apakah David sudah mengetahuinya?" tanya Yusuf.


" Kami belum berani memberitahu kepada David pak, kami takut akan memberikan guncangan kepadanya." jelas Rey.


" Terima kasih kalian telah mengerti kondisi David, tetapi situasi seperti ini pasti akan berakhir. Saya jadi takut kalau David mengetahui siapa wanita itu, dan saya tidak ingin anak saya terguncang." jawabnya yang memang khawatir kepada David.


" Bapak tenang saja, Davi tidak akan mengetahui kalau dia adalah Key. Tetapi yang kami khawatirkan adalah satu pak, sampai kapan kami harus menyimpan rahasia ini." ucap Rey.


" Kau pasti pacarnya dia ya, saya tahu ini berat bagimu. Karena kau harus melihat pacarmu berdampingan dengan lelaki lain, tetapi saya mohon demi kesembuhan anak saya." jelas Yusuf yang meminta pertolongan.


" Keputusan ada di tangannya pak, saya hanya bisa selalu mendampinginya saja. Dan saya harap kondisi David bisa cepat pulih, agar hubungan saya dengannya tidak menjadi seperti ini." ucap Rey yang seakan bersedih.


" Terima kasih ya nak, saya mohon bantuan kalian. Agar anak saya David bisa cepat pulih, saya juga ingin melihat dia hidup normal. Saya sungguh kasihan dengan ia, yang setiap hari harus mengurung diri dan terus memanggil nama Kia." jelas Yusuf yang tanpa sadar berderai air mata.


" Saya juga berharap agar David cepat pulih pak…" ucap Rey yang menggantung karena tiba-tiba saja David muncul.


" Papa ngapain di sini?" tanya David yang baru saja muncul.


" Papa mencari mu hingga ke sini David." jawab Yusuf.


" Papa khawatir padamu nak, kau tiba-tiba saja pergi dari rumah. Tanpa memberi kabar apapun kepada mama dan papa, untung saja ada temanmu yang memberitahu papa kalau kau ada di kampus. Kau tidak tahu bagaimana histerisnya mamamu, ketika mengetahui kau tidak ada di rumah nak." jelas Yusuf dan David pun merasa bersalah.


" Maafkan David pa, David hanya bosan di rumah. Dan coba papa lihat, sekarang David sudah bersama dengan Kia. Mama sama papa nggak usah khawatirin David ya, kan ada Kia di samping David." ucap David.


" Alhamdulillah kalau kau sudah menemukan Kia, papa hanya ingin berpesan satu hal kepadamu. Bila kau ingin keluar rumah, tolong izin kepada mama ataupun papa. Mama dan papa sangat cemas mengetahui kau tidak ada di rumah, mamamu sampai hampir melapor ke kantor polisi loh." jelas Yusuf.


" Maafkan David pa, David janji nggak akan ulangi lagi." ucapnya dengan tersenyum dan terus menggenggam tangan Key.


" Ya sudah kalau seperti itu, Kia om titip David ya. Nanti kalau sudah selesai jam kuliah, Kia tolong antarkan David ke rumah ya." ucap Yusuf dengan lembut.


" Om tenang saja, nanti saya akan antarkan David ke rumah." jawabnya dengan tersenyum.


" Anak ini memang sangat mirip dengan Kia, tetapi dia memiliki perbedaan. Walaupun mereka sangat mirip 100%, tetapi tetap saja mereka berdua berbeda." batin Yusuf yang terus memperhatikan Key.


" Om kenapa?" tanya ke yang merasa heran dengan tingkah Yusuf.


" Tidak, saya tidak apa-apa. saya titip David ya, tolong jaga dia. Saya harap kau mau menemaninya hingga ia pulih, walaupun hal itu akan menyakiti hatimu dan pasanganmu." ucap Yusuf dan membuat key menjadi heran.


" Siapa pasanganku yang dimaksud?" batin Key yang kebingungan.


" Kenapa om Yusuf pakai ngomong kayak gitu sih, padahal itu semua kan hanya tanggapan om Yusuf. Tapi aku jujur sangat bahagia setelah mendengarnya, dan aku harap apa yang dikira Yusuf bisa menjadi kenyataan." batin Rey dengan menatap Key.


" Papa apaan sih, pasangannya Kia kan aku. Yang pacaran sama dia kan aku, papa kan juga tahu hal itu. Kenapa papa berbicara, seakan yang di sampingku ini bukan dia?" tanya David yang merasa heran dengan ucapan papanya.


" Nggak kok sayang, papa cuma berharap agar dia bisa selalu berada di sampingmu. Ya walaupun kau tinggalnya itu sangat nyebelin, dan jujur saja tingkahmu yang saat ini sangat berbeda dengan tingkahmu yang dulu. Papa harap sih dia bisa sayang denganmu seperti dia menyayangimu dulu, walaupun tim kamu yang saat ini sudah seperti orang lain." jelas Yusuf yang memang membantah omongan David.


" Ya ampun papa ini, ya walaupun aku tidak memiliki sifat seperti dulu lagi. Tetapi aku tetaplah aku pa, papa jangan merumpamakan aku seperti orang lain." ucap David yang tidak terima dengan omongan papanya.


" Iya deh papa minta maaf, kalau gitu papa pulang dulu ya." ucap Yusuf kemudian pergi meninggalkan mereka.


" David, aku antar masuk ke kelasmu yuk." ucap Rey yang merupakan teman bermain David.


" Kamu Rey kan sepupunya Zaki?" tanya David dengan menatap ke arah Rey.


" Iya benar." jawabnya dengan tersenyum.


" Wah, nggak nyangka kita bisa bertemu lagi. Dan lagian di sini ada pacarku, jadi aku bisa di antar sama dia." ucap David.


" Yauda kalau gitu, kalian hati-hati ya. Kalau gitu aku masuk dulu ya." ucap Rey kemudian langsung pergi meninggalkan mereka.