Sepahit Sembilu

Sepahit Sembilu
Key 51



" Terima kasih Kak David." ucap Nurul dengan tersenyum.


" Tidak perlu berterima kasih, lagian Davina juga pacar dari Akbar. Karena itu aku juga berkewajiban untuk menjaganya selama masih di kawasan ini, karena aku dan Akbar adalah teman baik." jelasnya.


" Hubungan pertemanan Kak Akbar dan juga Kak David sangat baik ya, seandainya saja Kia masih ada pasti semuanya akan baik-baik saja." ucap Nurul yang tiba-tiba saja kelepasan kemudian Ia pun menutup mulutnya.


" Sudahlah Nurul, lebih baik untuk saat ini jangan kita bahas mengenai dia terlebih dahulu. Saat ini aku masih mencoba menenangkan pikiranku, kini aku sudah tidak bisa lagi menggenggam tangan saudara kembarnya. Karena saudara kembarnya juga memiliki kehidupan yang lain, dan aku tidak ingin membuatnya menjadi harus terkekang karena diriku." jelasnya kemudian pergi meninggalkan keduanya.


" Siapa yang kalian maksud?" tanya Davina yang penasaran.


" Aku akan menjelaskan siapa dia, tetapi aku tidak akan menjelaskannya di sini. Karena akan banyak telinga yang mendengarnya, dan hal itu sudah pasti akan membuat seisi kampus ini menjadi geger." jelas Nurul.


" Ya sudah kalau memang begitu, tetapi kapan kau akan memberitahukannya kepadaku. Jujur saja aku sudah sangat penasaran dengan hal itu, aku akan memberi tahumu ketika kita pulang kampus nanti." jelasnya dan Davina pun mengangguk.


Kini mereka segera menuju ke kantin, karena memang sebenarnya mereka sudah sangat lapar. Mereka pun segera memesan makanan, dan kini tiba-tiba saja Akbar dan David gabung bersama dengan mereka. Dan tidak lama setelah itu disusul oleh Beno dan juga Lena.


" Kamu mengapa gabung di sini?" tanya Davina yang mulai merasakan tatapan dari semua mahasiswa dan mahasiswi yang ada di kantin.


" Ya aku mau makan lah, ini kan kantin kampus." jawabnya dengan rasa tanpa bersalah.


" Ya aku tahu kalau soal itu, tetapi kan masih banyak meja yang kosong. Mengapa malah gabung bersama dengan kami?" tanyanya.


" Hal itu masih perlu ditanya lagi ya, ya sudah jelas dia ingin bersama dengan kesayangannya." ucap David dan Davina pun tersipu malu.


" Mohon maaf, bisa tidak tidak usah membahas hal itu di sini. Saat ini suasana hati kami sedang tegang, kalau kamu masih membahas mengenai hal itu lagi. Aku tidak akan segan kepadamu David." ucap Nurul.


" Kamu berani sama aku?" ucap David yang tak kalah tinggi.


" Kalau aku berani memangnya kenapa, lagian aku juga sudah terbiasa berbicara seperti ini denganmu. Selama ini aku hanya menghormati dirimu di depan publik saja, tetapi bila kau tidak menghargai diriku maka aku tidak akan bertindak diam." ucapnya.


" Saat ini kita sedang berada di kampus, tolong kondisikan dirimu sebagai Junior." ucap David.


" Maaf, aku ke bawah ketika kita di luar kampus." ucapnya dan lena pun menjadi penasaran.


" Kalian saling mengenal?" tanya Lena.


" Tentu saja kami saling kenal, dia adalah sahabat dari Kia." jelas David.


" Sepertinya ini cewek suka sama si David, karena itu ia tidak ingin melihatku terlalu lama bersama dengan David. Padahal mah percuma saja ia bersikap seperti itu, karena aku tidak akan mungkin bersanding dengan David." batin Nurul dengan menggelengkan kepalanya.


Oni makanan pesanan mereka pun telah tiba, Mereka pun menyantapnya dengan sangat lahap. Kini tidak ada suara satupun di meja itu kecuali dentingan sendok, walaupun begitu tatapan mata para mahasiswa dan mahasiswi tetap tertuju ke arah mereka.


Nurul pun berusaha santai, ia menyantap makanan itu tanpa memperdulikan pandangan mahasiswa dan mahasiswa. Karena memang ia sudah sangat lapar, dan dalam waktu cepat Ia pun sudah menghabiskan makanannya. Sontak saja semuanya menjadi kaget, karena baru kali ini ia melihat seorang wanita makan dengan secepat itu.


" Kau sudah selesai makan?" tanya Nurul yang menatap ke arah Davina.


" Iya, aku sudah selesai." jawabnya kemudian Nurul langsung menarik lengan Davina dan mereka pun langsung pergi menuju kelas.


Keduanya tidak ada melihat ke belakang, mereka berjalan terus. Hingga akhirnya kini mereka sudah tiba di kelas, dan tidak lama setelah mereka sampai bell pun berbunyi. Kini keduanya melaksanakan pembelajaran kembali, dan dosen itu pun kaget melihat prestasi Davina.


" Ternyata mahasiswi yang baru datang ini memiliki prestasi yang cukup bagus, aku kira awalnya hanya tampangnya saja yang bagus. Ternyata otaknya juga lumayan bagus, dan sepertinya dia bisa dijadikan untuk membantu penelitian para dosen." batin dosen tersebut.


Pembelajaran pembelajaran dengan lancar, tidak hanya dosen itu saja yang takjub melihat kecerdasan Davina. Tetapi para mahasiswa dan mahasiswi juga sangat tidak percaya, orang yang mereka remehkan karena baru pulai dari penyakitnya. Ternyata memiliki potensi yang cukup besar di bidang akademik, dan hal tersebut sangat tidak mereka duga.


" Davina, seusai kelas temui saya di ruangan Kaprodi." ucap dosen itu yang sebenarnya menjabat sebagai Kaprodi.


" Baik Bu." jawabnya dengan tersenyum


" Ada apa ya sebenarnya ini, tetapi aku tidak bisa menolak permintaan dosen ini." batinnya.


" Kamu tenang saja Davina, aku akan menemanimu ke ruang Kaprodi. jadi kamu tidak usah takut, karena aku akan selalu ada di sampingmu." ucap Nurul.


" Terima kasih Nurul." jawabnya dengan tersenyum.


Kini bel telah berbunyi, yang menandakan sudah waktunya pulang. Davina pun langsung pergi menuju ruang Kaprodi, dan ia pun ditemani oleh Nurul. Ia pun langsung masuk ke dalam ruangan Kaprodi, walaupun saat ini jantungnya berdebar dengan sangat kencang. Ia tetap berusaha tenang di hadapan dosennya itu, walaupun otaknya sudah memikirkan hal yang aneh-aneh.


" Maaf Bu, sebenarnya ada apa ya Ibu memanggil saya?" tanyanya dengan sesopan mungkin.


" Kamu pasti heran ya, kamu tidak perlu memikirkan hal yang aneh-aneh Davina. Saya memanggilmu bukan tanpa sebab alasan, tetapi alasan saya memanggilmu juga bukan karena hal yang. Saya sangat suka dengan prestasi yang kamu tunjukkan di kelas tadi, dan saya sudah memutuskan kalau akan melibatkan mu dalam penulisan jurnal kampus kita." jelas dosen tersebut dan membuat Davina terkejut.


" Maksud ibu bagaimana ya, saya masih belum mengerti dengan apa yang ibu jelaskan." ucapnya ya memang tidak mengerti.


" Saat ini kampus kita sedang mengadakan penelitian dan akan menerbitkan sebuah jurnal, dan jurnal ini atas nama mahasiswa beserta dengan dosen. Karena itu saya sedang mencari mahasiswa di prodi kita, dan saya telah memutuskan akan memilih dirimu sebagai perwakilan mahasiswa prodi kita yang akan menulis bersama kami para dosen." jelaskan prodi itu.