
" Aaaaaa…mengapa kejadian ini harus terjadi padaku." ucapnya yang tidak terima.
" Sudahlah Kak, sekarang kita sama-sama saja berdoa. mudah-mudahan saja dengan segera pulih, dan Kakak memang benar berjodoh dengan Key." jelas Indi.
" Tetapi itu membutuhkan proses yang sangat lama, dan kemungkinan ku untuk bersamanya juga akan sangat kecil. Seperti yang kau tahu, saat ini ia lebih banyak menghabiskan waktu bersama dengan David. Seiring dengan berjalannya waktu, pastinya akan tumbuh perasaan di hatinya." jelasnya dengan membicarakan kemungkinan yang bisa saja terjadi.
" Ya mau bagaimana lagi Kak, semuanya sudah terjadi dengan begitu cepat. Percuma saja saat ini kita menyembunyikannya, David dan keluarganya juga sudah mengetahui keberadaannya. Tidak ada cara lain untuk menghentikan pertemuannya dengan David, saat ini kita hanya bisa berdoa agar David segera pulih." jelas Indi dengan suara lantang.
" Yang kau katakan memang benar dek, kini kita sudah tidak bisa melakukan apa-apa. Mudah-mudahan saja kita masih bisa bertemu dengannya, dan kita juga bisa melakukan pencarian bersama dengannya." jelas Rey.
...----------------...
Kini Key sedang berada di kamarnya sendirian, ia kini menyesali apa yang sudah ia katakan kepada David. Ia sangat sedih karena harus mengatakan kalau dirinya lain menghilang, bukanlah Kia. Dia merasa sakit ketika mengingat perkataannya tersebut, tetapi ia juga bingung harus berkata apa lagi.
" Mengapa aku harus berkata seperti itu, kini David jadi mengira kalau aku lagi menghilang." ucapnya dengan menggelengkan kepalanya.
Tiba-tiba saja terdengar suara ketukan pintu, Key pun langsung melihat ke arah pintu. Dan kini ia melihat Aisyah yang sedang membawa beberapa pakaian.
" Boleh mama masuk?" tanyanya.
" Masuk aja ma." ucapnya mempersilahkan dan Aisyah pun langsung masuk dan menghampiri Key yang kini sedang terduduk di tempat tidurnya.
" Itu apa ma?" tanyanya ketika baru sampai.
" Ini semua adalah baju Kia yang di belikan sama David." jawabnya.
" Banyak banget ma." ucapnya yang terkejut.
" Ini masih sebagian sayang, mama sengaja mengambilkan ini agar David tidak curiga. Dan kau lihat kaus ini, ini adalah baju couple Kia dan David. Mama yakin, pastinya David akan menanyakan baju ini nantinya." jelas Aisyah dan Key pun mengangguk.
" Ya sudah kalau begitu, tapi rencana besok aku mau cari Kia lagi ma." ucapnya.
" Ya sudah, mama tidak masalah. Tapi pulangnya jangan malam-malam, dan ingat kau juga harus kontrol ya. Mama nggak mau kau sampai pingsan lagi, jujur saja itu membuat mama sangat panik." jelasnya dengan mengelus kepala Key.
" Aku akan berusaha ma, mama jangan khawatir ya." ucapnya dengan tersenyum.
" Ya sudah kalau begitu, tapi ingat harus di kontrol." ucap Aisyah mengingatkan lagi, kemudian ia pun segera keluar dari kamar Key.
Setelah Aisyah menghilang dari pintu. Kini Dika, Bismar, dan Eza pun segera masuk. Mereka bertiga masih cemas dengan Key, mereka juga takut kehilangan Key. Kejadian yang terjadi pada Kia menimbulkan trauma tersendiri untuk mereka, dan kejadian membuat mereka menjadi sangat overprotektif pada Key.
" Jadi keputusanmu nggak bisa di ubah lagi dek?" tanya Eza.
" Semuanya sudah terlambat kak, semua sudah nggak bisa di ubah. Tapi berharap dengan ini, aku bisa mendapatkan petunjuk tentang Kia." jelasnya dan ketiganya pun mengangguk.
" Sudahlah kak, kakak tenang aja. Insyaallah semuanya akan berjalan dengan lancar." jelasnya dengan tersenyum.
" Kami pun berharapnya seperti itu, karena kami nggak mau kehilangan kau dek. Sudahlah cukup semua yang terjadi, bila kau juga pergi mungkin saja kami bisa gila." ucap Eza dengan berderai air mata.
" Ya ampun Eza, bisa-bisa kau menangis. Nggak malu di lihatin sama Key, hahahaha." ucap Bismar dengan tertawa terbahak dan memegang perutnya yang sakit.
" Sakitkan perutmu, makannya jangan suka ngeledek." ucap Eza yang kesal.
" Eh, kenapa kalian jadi bertengkar. Nggak malu bertengkar di hadapan Key, maaf ya dek mereka berdua masih anak-anak." ucap Dika.
" Sudahlah kak, jujur saja Key merasa nyaman dengan semua ini. Hal yang tidak pernah Key rasakan, semuanya Key dapatkan ketika masuk ke dalam rumah ini. Jadi kakak tenang aja, Key akan melakukan yang terbaik untuk semuanya." jawabnya dengan tersenyum.
" Kakak nggak masalah dengan hal itu, tetapi kau juga harus menjaga kesehatan mu. Kakak nggak mau kau sakit, apalagi semua itu karena memikirkan kami." jelas Dika.
" Iya kak Dika yang ganteng, aku akan menjaga kesehatan." jawab Key dengan tersenyum, dan Dika pun menjadi tersipu malu.
" Kak Dika aja nih yang di bilang ganteng." ucap Bismar yang ngambek kemudian ingin keluar dari kamar Key.
" Eh iya, kakak Bismar dan kak Eza juga ganteng kok. Kalian bertiga adalah gantengnya Key, karena kalian adalah pahlawan yang selalu ada buat Key. Kalian juga selalu berusaha memberikan yang terbaik untuk Key, walaupun hal itu sangat sulit." jelasnya dan kini mereka berempat pun berpelukan.
Tiba-tiba saja Aldrian pun lewat kamar Key, ia sangat bahagia melihat kedekatan keempat anaknya itu. Walaupun ketiga pemuda itu bukanlah anak Aldrian, tetapi Aldrian sudah sangat menyayangi mereka. Ia juga sangat bahagia, karena ketiga anak sambungnya dapat akur dan menyayangi anaknya.
" Ayah boleh gabung nggak?" tanya Aldrian.
" Nggak boleh." ucap ketiganya dan Aldrian pun memasang wajah sedih.
" Anak-anak ayah uda lupa sama ayah." ucap kemudian pergi.
" Kita apa nggak keterlaluan ya sama ayah?" tanya Eza.
" Kakak uda sangat keterlaluan dengan cinta pertama ku." ucap Key yang kini justru ngambek pada mereka.
" Eh, jangan ngambek dong. Kami janji akan minta maaf, tapi kau jangan ngambek ya dek." ucap ketiganya serentak dan Key pun tersenyum tipis, hingga senyuman itu tidak terlihat. Ia sengaja melakukan hal itu, karena ia sudah sangat ingin mengerjai ketiga kakaknya itu.
Kini ketiganya langsung pergi dari kamar Key, mereka langsung mencari keberadaan Aldrian untuk meminta maaf. Sedangkan Key tidak di perbolehkan untuk ikut, karena mereka takut terjadi sesuatu kepada Key. Mereka tidak ingin kejadian sebelumnya terulang lagi, jujur saja hal itu membuat mereka sangat panik.
Kini Key pun membaringkan tubuhnya di atas tempat tidur, dan tanpa terasa ia pun tertidur. Dan Aldrian yang tidak sengaja lewat, ia langsung masuk dan mencium kening putrinya itu. Baginya kini hanya Key yang ia miliki, walaupun di rumah ini masih ada keluarga yang lain. Tetapi kesayangannya hanya tinggal Key seorang, dan ia sangat tidak ingin kehilangan untuk yang kesekian kalinya. Bagiannya kejadian sebelumnya masih menyisakan bekas yang mendalam, dan ia tidak ingin kejadian itu terulang kembali.
# Ikuti terus kelanjutannya dan jangan lupa like, share, komen serta selalu dukung nafras ya teman-teman. Dan baca juga karya-karya nafas yang lain.