Sepahit Sembilu

Sepahit Sembilu
Key 21



" Maksud nenek bagaimana?" tanya Rey.


" Ya ampun Rey, masa begini saja kau tidak mengerti." ucap Nency dan Rey pun menggelengkan kepalanya.


" Aku tidak mengerti nek." jawabnya.


" Ya udah nenek akan jelaskan, kau bilang kau dan juga Key memiliki kelebihan yang sama bukan. dan saat ini Key sedang berusaha mencari kembarannya, kau juga bisa ikut dengan alasan mencari Zaki. Dan nenek yakin, kau pasti bisa dekat dengan Key. Dan nenek berharap, kalian bisa menemukan Zaki. Walaupun itu harapan kecil, tapi setidaknya kau sudah berusaha. Dan selain kau berusaha mencari Zaki, kau juga bisa semakin dekat dengan Key. Sekarang kamu mengerti, nenek harap nenek tidak perlu menjelaskan lagi." jelas Nency dan kini Rey pun mengangguk.


" Yang nenek bilang benar kak, kalau begitu besok Indi akan bilang sama Key." jelas ini dengan tersenyum.


" Iya, terus kau pura-pura sakit atau apa gitu. Agar mereka berdua bisa fokus mencari Kia dan Zaki, serta bisa menumbuhkan benih-benih cinta." ucap Nency dan kedua cucunya pun tersenyum.


" Nenek memang yang terbaik, nenek nggak mau rugi ya. Nenek mau cucu nenek ketemu, dan juga mau cucu yang satunya mendapatkan pasangan." ucap Indi.


" Harus dong, kalau perlu kau juga harus cari pasangan." ucap Nency dengan menatap Indi.


" Nggak usa deh nek, untuk saat ini biar kak Rey aja dulu yang cari pasangan. Kalau Indi nanti-nanti aja, hehehe." ucapnya dengan tertawa kemudian langsung berlari menuju kamarnya.


" Eh Indi…" panggil Nency tapi tidak di hiraukan.


" Sudahlah nek, lagian Indi juga masih kecil. Biarkan dia fokus belajar dulu." ucap Rey yang membela adik seperguruannya itu.


" Kalian berdua pasti kerja sama kan?" tanya Nency dengan tatapan sinis.


" Nggak nek, ngapain juga kami kerjasama. Sebenarnya aku pun ingin dia punya pacar, agar ada yang melindunginya. Tapi dia masih belum mau, terus kita mau berbuat apa lagi. Yang terpenting dia bahagia nek, ingat nek dia tidak punya siapapun lagi. Paman dan bibi sudah pergi, dan mereka menitipkan malaikatnya. Tetapi kita sudah gagal menjadi Zaki, dan aku juga nggak mau Indi bersedih." jelas Rey, dan Nency pun berderai air mata.


" Yang kau katakan benar, ternyata kau sudah dewasa ya. Nenek jadi bangga dengan mu, kalau begitu kau jaga Indi sampai dia menemukan orang yang dapat menjaganya." ucap Nency kemudian langsung pergi.


" Nenek tenang saja, bagiku Indi bukanlah sepupu. Tapi dia adalah adikku, jadi aku akan selalu menjaganya. Dan berusaha melakukan yang terbaik untuknya." batin Rey.


Setelah cukup berbicara dengan sang nenek, kini Rey pergi menuju kamar Indi. Ia sangat ingin berbicara dengan adik kecilnya itu, terutama mengenai Key, gadis pujaan hatinya.


Tok


Tok


Tok


" Masuk aja, nggak di kunci." ucap Indi dan Rey pun langsung masuk.


" Kau sedang sibuk?" tanya Rey.


" Eh rupanya kak Rey, Ada apa ya kak?" tanyain dia penasaran.


" Kakak ingin bicara denganmu." ucapan Rey.


" Ya udah duduk di sini aja kak, kebetulan Indi males keluar kamar." jelasnya dan Rey pun duduk di sebelah Indi.


" Ya aku memang sedikit sakit hati sih kak, tapi itu semua tidak masalah. Karena itu semua juga dilakukan ini demi kakak, ya aku berharap bisa mendapat 2 kabar bahagia. Yaitu kabar kepulangan Kak Zaki dan juga kabar jadian Kakak dengan Key, dia walaupun kedua hal itu sangat sulit untuk diselaraskan." jelas Indi.


" Kalau begitu kakak akan berusaha, agar dua kabar itu bisa kau dengar." ucap Rey dengan mengelus kepala Indi.


" Ya mudah-mudahan saja kak, tapi untuk kabar kepulangan kak Zaki aku tidak bisa terlalu berharap. Yang paling aku harapkan saat ini, adalah kabar kakak sudah jadian dengan Key." jelas Indi dengan tersenyum.


" Kakak akan berusaha, kakak juga yakin kalau Zaki masih hidup. Insya Allah dengan perjuangan yang tidak sedikit, kita akan segera menemukan Zaki." jawab Rey dengan tersenyum.


" Yang paling penting dan yang paling utama, kakak harus jadian ya sama Key." ucap Indi yang memang sangat menginginkan hal itu.


" Kakak akan berusaha juga untuk hal itu, tetapi mungkin akan sangat sulit. Apalagi kalau David sudah melihat Key, pasti ia akan mengira Key adalah Kia pacarnya. Dan hal itu akan sangat sulit, apalagi saat ini David sedang mengalami depresi yang tinggi." jelas Rey dan Ind pun mengangguk.


" Yang kakak bilang memang benar, tetapi kakak tidak boleh menyerah. Bila kakak dan Key memang berjodoh, pastinya kakak lah yang akan menjadi pendamping. Bukan David, yang hanya mengira Key adalah pacarnya Kia. Mungkin demi kesembuhan David, Key akan berpura-pura menjadi Kia." jelas Indi.


" Itulah yang sedang aku takutkan, dan aku takutnya ketika David mengetahuinya David semakin tidak ingin melepaskan Key." jelas Rey yang memikirkan kemungkinan yang terjadi.


" Kakak tidak boleh menyerah semudah itu, kakak harus tetap berusaha mengejar cinta kakak." ucap ini yang menyemangati kakaknya.


" Terima kasih Indi, tapi mungkin Kakak akan selalu merepotkan." ucapin yang tidak enak kepada adiknya itu.


" Tidak apa-apa Kak, sudah tugasnya sama saudara untuk saling membantu." ucapnya dengan tersenyum.


" Kalau begitu, kakak mohon bantuannya ya dek." ucap Rey dengan tersenyum.


" Kakak tenang saja, sebagai adik yang baik. Aku akan selalu membantu kakak, agar aku juga mendapatkan kakak ipar yang juga baik." jawab ini kemudian mereka langsung berpelukan


...----------------...


Pagi ini Rey diantar oleh Bismar, dan berita itu juga menjadi menggebu-gebu. Banyak mahasiswa yang menjadi penasaran, sebelumnya mereka telah dihebohkan dengan fitnah yang cukup besar. Tetapi dengan melihat Key hari ini mereka menjadi berpikir kembali, karena fitnah yang disebarkan bisa saja adalah kebenarannya walaupun tidak 100%.


" Guys coba lihat itu, hari ini Key diantar lagi dengan cowok yang berbeda." ucap seorang mahasiswa yang lewat.


" Apa mungkin berita yang kemarin benar, hanya saja ia salah target memfoto." ucap mahasiswa yang satunya lagi.


" Dari pada kita penasaran, mending langsung kita samperin aja." ucap mahasiswa itu dan kemudian mereka pun segera menghampiri Key.


" Hai Key, siapa pemuda ini?" tanya teman-temannya.


" Hai semuanya, perkenalkan aku Bismar. Aku adalah kakaknya Key yang nomor dua, mungkin kalian sudah melihat kakak pertamaku dan juga adik ketigaku." jelas Bismar.


" Oh jadi Key punya tiga orang kakak laki-laki." ucap mahasiswa tersebut.


" Iya benar, oh iya aku titip Key ya. Kebetulan ia sedang sakit, tapi dia ngeyel dan tetap mau masuk kampus." jelas Bismar, dan kedua pemuda tersebut mengangguk.