SECOND LIFE FROM HALF LIVE

SECOND LIFE FROM HALF LIVE
BERKOMUNIKASI DENGAN SANG DEWI



Uh untung saja kita berhasil memiliki senjata ya walaupun bukan beli sih malahan kita tidak sengaja menemukan dungeon tapi yang aku aneh harusnya dungoen berisi banyak monster atau jebakan. Ini malah kita jalan dengan santai sampai mendapatkan beberapa senjata dan magic books dengan mudah sekali. Yah walaupun senjata ini aku tidak perlu sekali karena aku masih mempunyai dua katana yang sangat kuat dan tajam, dan alasanku mengambil panah ini karena akurasi dari panah ini sangat tinggi dan panah ini juga memiliki sihir untuk mempercepat laju anak panahnya, Ai mengambil sebuah pegang yang ukurannya cukup besar tapi ketika melihat pedang itu aku seperti tidak asing dengan senjata itu, Ren mengambil sebuah tombak dan Refsi mengambil magic books.


"Aaaaahhh kok aku susah sekali tidur".


Mungkin kalo aku main hp aku bisa ngantuk ketika aku baru mau main game aku ditelepon oleh Tenma terpaksa aku harus mengankat telpon dulu.


"Rey kamu telepon ada apa?".


"Namaku sekarang bukan Rey tapi Hare yasu".


"Oh maaf, aku mau tanya kamu tadi nelepon aku ada apa?".


"Memangnya iya?".


"Hah masa kamu lupa!".


"Tunggu aku ingat-ingat lagi".


Apa iya aku telepon Tenma hhhmmmmm oh iya aku ingat sekarang aku tadi nelepon Tenma ingin menanyakan tentang dunia ini apa benar dunia ini sama seperti dunia ketika skill teleport ku terganggu.


"Iya aku ingat aku ingin tanya apa dunia ini sama seperti dunia yang aku pernah singgahi".


"Yap karena ketika kamu kedunia ku waktu itu secara tiba-tiba. aku langsung mengakui kekuatan mu dan jika kamu mati mau mati muda atau tua di dunia mu aku akan mengambil jiwamu dan akan dibangkitkan menjadi pahlawan di dunia ku".


"Lah kenapa ketika itu kamu menawarkan aku 2 pilihan".


"Oh ketika itu aku menawarkan mu 2 pilihan karena Maou sudah mati dan karena anak Maou masih kecil dia tidak bisa memberikan seluruh kekuatannya kepada anaknya karena tubuh anak Maou sangat lemah".


"Ohhhh, selanjutnya aku ingin tanya tadi ketika aku telepon kamu ada di mana".


"Hehehe aku ada di event anime dan ketika kamu telepon aku sedang melihat sebuah konser".


Nj(i)r ternyata Tenma wibu.


"Wibu".


"Bodo amat ini udah jadi hobi ku".


Apa aku bisa meminta kepada Tenma untuk mengadakan fitur streaming anime di hp ku kan lumayan aku bisa nonton anime aku tidak akan bosan hidup di dunia ini.


"Tenma".


"Iya ada apa?".


"Aku punya permintaan apa boleh permintaan ini tidak terlalu sulit untuk Dewi cantik sepertimu".


"Iya boleh tapi kamu tidak bisa meminta untuk aku kembali kamu ke dunia asal".


"Iya karena bukan itu juga yang aku mau".


"Terus apa yang kamu minta".


"Aku cuman mau fitur tambahan di hp ku".


"Fitur tambahan apa?".


"Kan internet bisa nah aku cuman ingin meminta fitur tambahan streaming untuk nonton anime".


"Jadi kamu juga wibu dong!".


"Berisik".


"Ok aku akan mengadakan fitur itu tapi kekurangannya kamu tidak bisa berkomentar di video yang kamu tonton".


Tidak lama aku seperti mendengar suara minta tolong dan suara itu aga tidak asing di telingaku karena aku penasaran aku langsung keluar dari kamar untuk melihat apa yang sedang terjadi sebari teleponan dengan Tenma ketika ingin keluar pintu kamar aku merasakan firasat yang tidak enak. Tapi aku memberanikan diri untuk membuka pintu kamar ketika baru saja membuka pintu benar saja firasat buruk itu terjadi ketika baru saja keluar aku sudah di todong oleh sebuah pisau.


"Jangan bergerak dan serahkan benda yang kamu pegang sekaligus semua harta yang kamu punya atau lehermu akan putus".


Haduh kok jadi Gore gini apa aku keluarkan aura memangsa ku agar bisa lolos. Tidak lama Refsi berkomunikasi di dalam pikiran Rey.


"Tuan mending tuan jangan lakukan hal itu, aku sarankan tuan mengunakan skill menembus tuan untuk menakuti orang ini".


"Kalo tujuan nya untuk menakutinya kenapa ga sekaligus sama skill transparan".


"Kalo tuan mengeluarkan skill transparan sekarang nanti skill transparan tuan itu akan menjadi senjata makan tuan karena aku merasakan di dalam diri dia terdapat sebuah sihir peledak yang mampu meledakan 1 kerajaan".


"Wow gawat juga kalo salah ngambil keputusan 'SKILL MENEMBUS' aktif".


Karena aku terlalu fokus mencari jalan keluar sampai aku lupa bahwa aku sedang teleponan dengan Tenma. Tapi kok aga aneh juga kenapa setelah aku meminta permintaan untuk bisa streaming Tenma malahan belum mengeluarkan 1 kata pun dari mulutnya.


Suara telepon masuk


"Hei sialan itu suara apa cepat matikan atau aku akan membunuhmu".


"Iya tunggu sebentar, iya Tenma nanti aku telepon balik".


"Hare tunggu jangan di tutup dulu teleponnya sebenarnya kamu kenapa".


"Aku sedang di todong".


"Kenapa kamu tidak melawannya".


"Kalo aku lawan yang ada penginapan ini akan hancur lebur".


"Apa orang yang menodongmu memiliki sihir peledak yang terlarang".


"Hah terlarang maksudnya".


"Sihir peledak itu masuk ke sihir paling terlarang di duniaku malahan yang memilikinya mereka berarti sudah siap menerima akibatnya".


"Kalo boleh tau akibatnya apa".


"Ya itu orang itu akan di bunuh secara langsung oleh ku atau perwakilan dari ku yaitu oleh pahlawan atau demon lord malahan 5000 tahun yang lalu aku pernah memohon kepada demon lord untuk bekerja sama dengan pahlawan untuk menghancurkan aliran yang memiliki sihir terlarang itu".


"Terus sekarang aku akan bertindak atau tidak".


"Ya mungkin aku akan bertindak karena kan kalian berdua juga masih sangat baru di dunia ku".


Tidak lama aku melihat sebuah cahaya yang sangat terang di hadapanku dan secara perlahan cahaya itu meredup setelah cahaya itu meredup aku melihat seorang wanita bertubuh mungil dan memiliki 4 sayap di punggungnya itu adalah Tenma yang langsung ke tempatku. Setelah itu aku melihat sekeliling karena aku tadi merasa aga lama berbicara dengan Tenma di telepon dan ternyata orang yang menodongkan ku pisau terdiam malahan seperti terhenti. Karena penasaran aku langsung bertanya kepada Tenma apa yang sebenarnya terjadi aga jelas.


"Tenma apa yang benarnya terjadi di sini".


"Aku menghentikan waktu untuk sementara".


"Oh".


Kemudian Tenma menyentuh tubuh orang yang menodongkan ku pisau. Aku curiga Tenma pasti akan langsung membunuh sebelum itu terjadi aku menawarkan diri untuk menyelesaikan masalah ini sendiri.


"Tenma masalah ini biar kan aku yang menyelesaikannya boleh".


"Kamu yakin".


"Iya aku sangat yakin karena aku curiga orang ini memiliki kelompok jadi kalo kita bunuh sekarang kita akan sulit untuk mencari teman-temannya dan kebetulan aku memiliki kemampuan untuk menghapus kekuatan orang lain".