SECOND LIFE FROM HALF LIVE

SECOND LIFE FROM HALF LIVE
RENCANA MENGHANCURKAN PENGHIANAT PART 6



Kemudian kami bertiga makan setelah makan Ai langsung mengajak kita ke pinggiran sungai untuk menikmati matahari senja ketika di sungai kami tidak sengaja bertemu dengan Drehi.


"Drehi sedang apa kamu di sini" Ai.


"Yusha-sama aku senang menenangkan pikiran ku" Drehi.


"Memangnya kamu kenapa" Ai.


"Tidak apa-apa Yusha-sama" Drehi.


Kemudian Drehi tidak sengaja melihat ku. Karena Drehi melihat ke arah ku aku langsung berpura-pura tidak ingin melihatnya dengan memalingkan pandangan ku.


"Ohh aku paham sekarang masalah pasti soal Shii aku betul kan" Ai.


Drehi tidak membalas kata-kata Ai karena memang benar. Kemudian Ai mengajak Lisa untuk menjauh dari ku dan Drehi.


"Lisa ayo ikut aku" Ai.


"Yusha-sama aku bagaimana".


"Kamu diam disini dan temani Drehi" Ai.


Setalah Lisa dan Ai menjauh kecanggungan ku dengan Drehi di mulai.


"Bagaimana kabarmu setelah kejadian kemarin?" Drehi.


"Aku baik-baik saja".


"Syukurlah" Drehi.


Nj(i)r kok jadi canggung gini biasanya Drehi memiliki topik pembicaraan banyak sekali tapi kenapa sekarang dia terkesan pendiam.


Tidak lama kemudian ada seorang prajurit kerajaan Tjima datang ke kami berdua untuk melapor.


"Tuan Drehi kami sudah berhasil menangkap 2 penghianat lagi" prajurit kerajaan Tjima.


"Terus penghianat itu sekarang ada di mana?" Drehi.


"Sudah kami amankan di penjara bawah tanah" prajurit kerajaan Tjima.


"Ok terimakasih atas kerja keras kalian" Drehi.


Setalah itu prajurit kerajaan Tjima langsung kembali lagi ke istana.


"Shii ayo kita bergegas menuju istana" Drehi langsung menarik ku.


Kemudian aku di bawa oleh Drehi menuju penjara bawah tanah sesampainya di penjara bawah tanah penghianat yang tertangkap itu adalah Nera P dan Ren P


"Nera bagaimana kamu bisa tertangkap?" Drehi.


"Maaf tuan Drehi aku dan Ren tertangkap ketika kami sedang berdua" Nera P.


"Terus kalian melakukan apa sampai tertangkap seperti ini".


"Berisik kamu anak baru akibat mu rencana ini gagal" Ren P.


"Hah akibat ku malah dari kejadian kemarin aku jadi korbannya" aku pura-pura marah.


"Paling Ngan cuman luka sedikit" Ren P.


"Hah sedikit kamu bilang lihat baik baik wajah ku".


Kemudian aku membuka baju bagian atasku untuk menunjukan luka lagi.


"Kamu bilang ini luka dikit".


"Iya memang dia sudah keterlaluan tapi kamu kan harusnya bisa menahannya dan jangan mentang-mentang kamu ini adalah calon istri tuan Drehi jadi kamu manja seperti itu" Ren P.


"Ren jangan perkataan mu" Drehi marah.


"Aaaahhh kalau kalian memang tidak ingin aku ada di rencana ini aku akan mengundurkan diri" aku langsung berlari keluar.


"Shii tunggu" Drehi marah.


Kemudian dengan keadaan marah Drehi mengejarku. Tidak lama tangan ku di pegang oleh Drehi.


"Shii maaf kan mereka karena mereka masih tidak bisa menerima kematian rekan kita yang menyamar menjadi Hare" Drehi.


"Hah kita sejak awal mereka memang tidak ingin aku berada di rencan ini kan!" Aku marah.


"Itu tidak benar sejak kamu bergabung dengan kita aku sangat bersyukur" Drehi.


"Kamu juga menyukai Karen wajah ku kan!".


"Itu tidak benar" Drehi.


"Jangan bohong kemarin ketika aku di perlakukan seperti itu. Hare bilang kepadaku bahwa kamu cuman menyukai wajah ku saja dan Hare juga bilang kepadaku aku cuman di jadikan alat yang sewaktu-waktu akan mudah dibuang" aku berpura-pura marah dan menangis.


"Tuh kan kamu sudah berbohong lagi kepadaku, kenyataannya kamu tidak setulus itu mencintaiku" aku marah dan menangis.


"Itu tidak benar" Drehi.


"Hah ternyata benar kata mereka berdua aku memang tidak cocok dengan kelompok ini padalah tadinya aku berencana untuk menukarkan Nera palsu dengan Nera yang sebenarnya" aku pasrah.


"Memangnya kamu tau keberadaannya" Drehi.


"Aku tahu sangat jelas dia berada di mana, tapi karena aku sudah tidak dapat kepercayaan oleh mereka aku akan melupakan keberadaan Nera".


Kemudian aku menunjuk pikiran ku kemudian aku melafalkan sihir cahaya.


"Kalo begitu Drehi selamat tinggal aku akan melupakan semua ini".


"Shii jangan bertindak gegabah" Drehi panik.


"Selamat tinggal Drehi aku senang di anggap calon istrimu LIGHT".


Kemudian sebuah cahaya melintasi kepalaku. Kemudian aku berpura-pura terjatuh ketanah dan aku juga berpura-pura masih setengah sadar.


"Shii" Drehi langsung menangkap ku.


"haaaah mungkin ini adalah terakhir kalinya aku melihat mu terimakasih atas segalanya Drehi".


Kemudian aku dibawa oleh Drehi ke ruang perawatan.


"Shii bertahanlah dan aku berjanji akan mengakhiri semua penghianat ini" Drehi sembari membawaku ke ruang perawatan.


Sesampainya di ruang perawatan aku langsung di periksa oleh tabib secara keseluruhan setelah selesai tabib itu mengatakan tidak ada luka yang fatal. Dan karena itu Drehi menunjukan ekspresi wajah lega. Tidak lama aku membuka mataku.


"Shii apa kamu baik-baik saja" Drehi khawatir.


"Iya aku baik-baik saja eeeee anda siapa ya?" aku berpura-pura melupakan Drehi.


Karena aku berpura-pura melupakan Drehi ekspresi wajah Drehi langsung seperti ikan mati.


"Aku bukan siapa-siapa, syukurlah kalo kamu baik-baik saja" Drehi.


Tidak lama dari itu aku langsung memegang kepalaku dan kemudian aku berpura-pura sakit.


"Aaaaaaaaa kepalaku sangat sakit" aku berpura-pura mengalami sakit kepala.


"Shii kamu tidak apa-apa?" Drehi khawatir.


Kemudian aku berpura-pura langsung memeluk Drehi dan mengatakan.


"Kumohon percayalah kepadaku dan jangan meninggalkanku".


Setelah mengatakan itu aku langsung mendorong Drehi dan kemudian mengatakan.


"Maaf aku tadi cuman merasa aku itu memiliki orang yang istimewa tapi aku tidak bisa melihat wajahnya jadi aku asal peluk".


"Iya tidak apa-apa" Drehi.


Setelah aku peluk ekspresi wajah Drehi seperti seseorang yang melihat sebuah harapan. Setelah itu aku pergi ke kamar mandi karena sudah tidak tahan.


"Shii kamu mau kemana" Drehi.


"Aku ingin kekamar mandi sudah tidak tahan!".


Sesampainya di kamar mandi aku langsung memetik bunga, setelah memetik bunga aku langsung membuat cloning. Setelah cloninganku jadi aku menyuruh cloninganku untuk segera menuju ke penjara bawah tanah.


"Wahai cloning ku bisakah aku meminta sesuatu".


"Apa itu" cloning.


"Aku ingin kamu ke penjara bawah tanah".


"Terus setelah itu apa yang harus ku lakukan" cloning.


"Aku mau kamu ubah Nera palsu menjadi terlihat seperti Nera yang asli dan kamu tanamkan sihir kegelapan kepada Nera P itu juga".


"Setelah itu?" Cloning.


"Dan sisanya akan aku urus, jadi sekarang kamu cepat laksanakan tugas tadi!".


"Baik laksanakan" Cloning.


Kemudian cloning ku menggunakan 2 Skill secara bersamaan yaitu Skill transparan dan Skill tembus. Setelah cloninganku menjalankan tugasnya aku keluar dari kamar mandi dan segera menuju kasur untuk mengistirahatkan tubuhku. Tapi ketika aku ingin tertidur datang Ai dan Lisa yang langsung memelukku dan menanyakan tentang kondisiku.


"Shii kamu tidak apa-apa?" Lisa.


"Harusnya aku tidak membiarkan kamu bersama Drehi" Ai.